Yuk, Pelajari Trik Agar Anak Tidak Menangis Saat Imunisasi

Yuk, Pelajari Trik Agar Anak Tidak Menangis Saat Imunisasi

Pasti sudah tahu apa itu manfaat imunisasi. Sayangnya, ada lho bu sebagian kecil orang tua yang tidak ingin sang buah hati mereka mendapatkan vaksinasi ini. Bukan karena mereka tidak mau mengeluarkan uang. Ini kan program gratis pemerintah. Kalaupun ada biaya, itu hanya biaya administrasi atau biaya pelayanan yang diambil oleh bidan yang menjalankan tugas saat posyandu.

Alasannya aneh-aneh. Ada yang bilang alasan agama. Dalam hal ini, mereka adalah umat islam. Padahal, MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah mengeluarkan fatwa bahwasannya imunisasi atau yang juga disebut dengan vaksinasi ini halal. Sama sekali tidak ada yang membuat program ini haram.

Ada juga yang beralasan takut anaknya panas, kejang-kejang, dan terkena masalah kesehatan setelah imunisasi. Jika yang terjadi adalah panas atau demam, itu hal yang wajar. Tidak ada masalah serius yang bisa ditimbulkan setelah vaksinasi ini.

Lalu, ada juga yang beralasan tidak tega melihat anak mereka menangis meronta-ronta saat disuntik. Nah, untuk alasan yang satu ini, ada tips yang sebaiknya mereka ketahui agar anak tidak menangis saat diimunisasi.

Persiapan Sebelum Imunisasi

Ini yang paling penting. Terkadang anak langsung menangis dan minta untuk pulang ketika sampai di tempat imunisasi. Hal ini disebabkan sang buah hati sudah terlanjut trauma karena mungkin ingat sakitnya disuntik sebelumnya.

Maka dari itu, persiapan harus matang. Sebaiknya bawa mainan atau makanan yang paling disukai oleh si kecil. Setidaknya ini akan menjadi bahan pengalih perhatian. Selain itu, mainan dan makanan favorit tersebut juga bisa membuat anak berhenti menangis seandainya ia menangis saat diimunisasi.

Selain itu, ada baiknya juga ibu mengajak si kecil untuk jalan-jalan terlebih dahulu. Ibu ajak anak mengunjungi tempat yang ia sukai, seperti teman bermain, arena game, dan lain sebagainya. Dengan demikan, ia merasa gembira.

Tentu hal ini tidak langsung bisa membuat anak tidak menangis. Ada hal lain juga yang perlu ibu lakukan. Jika anak ibu sudah balita sekitar 2 atau 3 tahun, sebaiknya ibu jelaskan apa itu imunisasi. Jelaskan dengan cara yang mudah dipahami. Katakan saja bahwasannya imunisasi itu bagus agar ia bisa tumbuh tinggi dan kuat jika memang si kecil ingin sekali menjadi anak yang tinggi dan kuat. Atau ibu bisa katakan imunisasi bisa membuatnya pintar jika ternyata ia mengidolakan tokoh kartun yang hebat.

Yang pasti, buat anak tidak merasakan bahwa vaksinasi itu hal yang menyakitkan. Buat dia mengerti hal baik yang ditimbulkan jika dilakukan vaksinasi.

Hal Yang Ibu Perlu Lakukan Saat dan Setelah Imunisasi

Meskipun ibu berhasil membuat anak mau ke rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi, belum tentu saat disuntik si kecil tidak menangis lho. Namun, memang ada anak yang tidak menangis saat disuntik.

Agar ia tidak menangis dan mau disuntuk, ibu bisa melakukan sesuatu yang bisa membuatnya nyaman. Usahakan ibu berada tepat di depannya. Pasang wajah ceria dan tersenyum. Kontak mata juga penting sebagai cara menyampaikan “semuanya akan baik-baik saja sayang”

Jika ibu membawakan mainan, alihkan perhatian kepada mainan agar ia tidak melihat jarum suntik. Akan lebih baik jika ibu membawa mainan yang baru saja ibu belikan. Biasanya, mainan seperti itu lebih menarik dan lebih mudah mengalihkan perhatian sang buah hati.

Namun, jika ternyata anak ibu menangis sampai imunisasi selesai dilakukan, segera beri pelukan untuk menenangkannya. Tenang saja karena hal ini tidak akan berlangsung lama. Setelah sekitar 5 menit, si kecil akan berhenti menangis.

Yang perlu perhatikan adalah setelah imunisasi. Pasalnya, terkadang ada efek yang dialami oleh si kecil di malam harinya.

Efek Yang Sering Timbul Paska Imunisasi

Kebanyakan orang tua sudah tahu efek imunisasi itu panas. Ibu juga pasti sudah tahu itu. Namun, bukan hanya panas saja lho efek yang bisa ditimbulkan.

Menurut dokter, setidaknya ada 4 efek lagi yang bisa dialami oleh anak setelah mendapatkan vaksinasi. Yang pertama adalah bengkak. Bengkak ini lokasinya berada di tempat di mana bagian tubuh anak disuntik.

Yang kedua kulit memerah. Ini juga lokasinya sama, yaitu pada tempat disuntik. Yang ketiga, anak terlihat lemas. Dan efek keempat yang mungkin ditimbulkan paska imunisasi adalah rewel. Ini bisa terjadi di malam hari ketika si kecil baru merasa nyeri pada bagian tubuh yang disuntik.

Dari berbagai efek tersebut, yang harus diantisipasi adalah demam atau panas. Seharusnya, jika kesehatan anak bagus, ia tidak akan mengalami demam. Hanya saja, terkadang dosis yang diberikan terlalu tinggi sehingga mengakibatkan demam. Jika panasnya mencapai 40 derajat celsius, sebaiknya segera bawa anak ke bidan atau dokter anak. dikhawatirkan panas yang dialami oleh si kecil tersebut berakibat pada kejang-kejang. Namun, jika panasnya sekitar 37 – 38 derajat celsius, ibu bisa berikan obat penurun panas yang biasanya diberikan oleh petugas yang melakukan imunisasi.

Yang pasti, jangan sampai ibu tidak memberikan imunisasi pada si kecil karena tidak tega melihat anak menangis. Ibu pilih mana anak menangis sebentar atau mengalami masalah kesehatan berbahaya di kemudian hari? Pasti pilih yang pertama, bukan?

Oleh sebab itu, ibu harus memberikan penjelasan kepada orang tua yang sampai saat ini memiliki persepsi yang salah tentang imunisasi. Pada dasarnya, ini program yang bagus untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Jadi, jika tidak ada anak yang terkena penyakit menular, maka anak yang lain pun akan sehat, bukan?

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply