Tips Merangsang Kecerdasan Anak Dalam Hal Berbahasa

Tips Merangsang Kecerdasan Anak Dalam Hal Berbahasa

Merangsang kecerdasan anak sebenarnya mudah dilakukan, terutama jika berhubungan langsung dengan kemampuan bicara anak.

Ada seorang anak yang baru menginjak usia 1 tahun, anak sudah mampu mengucapkan kata-kata secara fasih. Kemudian di tahun berikutnya, anak sudah mulai paham bagaimana mengungkapkan sesuatu dalam bentuk ucapan.

Ada juga anak yang sudah berusia 2 tahun tetapi belum mau bicara. Kalaupun berbicara hanya sepatah kata.

Perlu Anda ketahui, anak yang bisa mengungkapkan suatu hal melalui ucapan memiliki kemampuan untuk menurunkan emosinya. Artinya, anak bisa mengontrol perasaannya.

Hal ini dikarenakan apa yang diinginkan anak tersampaikan. Dan orang tua memberikan apa yang diinginkan anak.

Sebaliknya jika anak yang masih belum pintar bicara, keinginannya belum bisa disampaikan. Ketika apa yang diinginkan tidak bisa terwujud, maka anak akan melampiaskan perasaannya dalam bentuk lain semisal marah.

Apa Yang Sebaiknya Orang Tua Lakukan?

Anak yang sudah mampu bicara kata-kata sederhana di usianya yang masih kecil tentu sangat menggemaskan. Bahkan ini menjadi kebanggaan tersendiri buat orang tuanya.

Setelah usianya semakin bertambah, kemampuan bicaranya juga akan bertambah. Malahan, pengucapannya sudah mulai fasih.

Kecerdasan bahasa anak ini memang bisa lebih cepat terjadi. Terlebih jika perhatian orang tua terhadap anaknya besar.

Perhatian anak ini dicontohkan dengan menstimulasi anak dengan berbagai cara. Tujuannya adalah supaya perkembangan otak anak meningkat.

Selain stimulasi, pemberian nutrisi pada anak juga berpengaruh. Karena otak anak akan terus berkembang sesuai dengan usia anak.

Sel-sel otak anak memerlukan nutrisi untuk membangun sebuah jaringan otak yang sehat. Dan sehatnya jaringan otak nantinya akan membuat kemampuan otak juga bertambah.

Intinya, Anda perlu memberikan anak nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak, kemudian membiasakan diri untuk menstimulasi kecerdasan anak.

Seberapa Besar Peranan Nutrisi Dan Stimulasi Untuk Kecerdasan Anak?

Kemampuan anak dalam berbahasa bergantung pada beberapa faktor. Diantanya adalah stimulasi dan nutrisi yang diberikan orang tua pada anaknya.

Stimulasi istilahnya adalah memancing anak untuk melakukan suatu hal. Stimulasi ini bisa berupa apa saja, yang terpenting adalah anak tergugah untuk melakukannya. Contoh paling mudah adalah permainan.

Ketika anak tidak pernah dipancing atau diajari untuk melakukan suatu hal, maka anak akan cenderung biasa saja. Pada kasus bahasa, anak akan cenderung menjadi pendiam.

Kemudian yang menonjol adalah gestur tubuhnya. Artinya, anak cenderung aktif namun tidak memiliki kecakapan dalam mengungkapkan apa yang diinginkan.

Sementara untuk menunjang berhasilnya stimulasi, pembentukan otak yang sehat jelas menjadi faktor kunci. Dan pembentukan jaringan ini tidak lain membutuhkan yang namanya nutrisi.

Nutrisi ini berasal dari makanan yang sehat. Kalau masih usia di bawah 1 tahun, tentu ASI menjadi makanan pokok yang memiliki banyak nutrisi.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan otak tentu nurtisi yang mengandung Omega 3. Nutrisi ini nantinya akan membantu terbentuknya jaringan yang sehat pada otak anak.

Intinya, nutrisi dan stimulasi sangat penting untuk diberikan pada anak supaya anak bisa lebih cepat dalam menunjukkan kemampuan berbahasanya.

Bagaimana Cara Menstimulasi Kecerdasan Berbahasa Anak?

Stimulasi kecerdasan anak dalam hal berbahasa begitu banyak. Anda bisa melakukannya di tiap harinya agar kosakata anak semakin banyak.

Praktek ini seharusnya dilakukan semenjak anak masih bayi. Meskipun anak masih belum waktunya bicara, namun stimulasi ini bisa langsung dipraktekkan.

Tujuan utamanya adalah supaya anak memiliki banyak kosakata. Dan suatu hari nanti, anak bisa melafalkan apa yang telah didapatkan. Mengenai bagaimana cara Anda melakukannya, Anda bisa menengoknya di bawah ini!

  • Berbicara sendiri di depan anak

Anda tentu banyak melihat jika ibu sering berbicara sendiri di depan anaknya bukan? Entah apa yang dibicarakan, tapi ini adalah kebiasaan yang baik untuk dilakukan.

Anak sudah dibiasakan mendengar kata-kata sederhana. Misalnya anak diajarkan dari masih belum bicara untuk mengatakan bunda atau semacamnya.

Karena kata-kata tersebut mulai terbiasa diucapkan, anak akan terangsang untuk mengucapkannya.

  • Koreksi kesalahan anak dalam mengucapkan kata

Mungkin hal biasa jika orang tua mengucapkan kata yang tidak fasih pada bayi. Contohnya adalah kata-kata dicadelkan atau semacamnya.

Ini bukanlah kebiasaan yang baik. Karena anak cenderung akan menirunya sampai dewasa.

Alangkah baiknya jika Anda berbicara dengan kata yang fasih. Dan bila anak mengucapkan kata yang keliru, Anda bisa mengoreksi kata yang diucapkan tadi.

  • Bercerita melalui buku bergambar di depan anak

Cara merangsang kecerdasan bahasa anak bisa dilanjutkan dengan memperdengarkan cerita menarik pada anak.

Cerita ini sebaiknya dibarengi dengan pemberian buku bergambar. Artinya, Anda berikan buku gambar mengenai sesuatu yang disukai anak, kemudian berikan cerita mengenai hal tersebut.

Dari cerita ini, anak akan mulai memahami sesuatu, bahkan berbicara mengenai hal tersebut bila menjumpainya di lain kesempatan.

  • Bernyanyi dengan anak

Bernyanyi bisa sangat menceriakan, apalagi didukung dengan media yang tepat. Tentu anak akan dengan suka rela untuk mengikutinya.

Contoh paling mudah adalah bernyanyi tentang Topi Bundar. Bernyanyi ini bisa dimulai dengan nyanyian sederhana.

Namun ketika kecerdasan anak semakin bertambah, Anda bisa meningkatkannya kembali dengan beragam jenis nyanyian.

Dengan nyanyian ini, anak akan mudah mengingat kata dan rangkaian kata. Bahkan ketika Anda memulai kata terdepan dari nyanyian, anak bisa langsung merespon dan meneruskannya sendiri. Anda tinggal menuntunnya sampai selesai.

Demikianlah ulasan mengenai bagaimana merangsang kecerdasan anak dalam hal bicaranya. Jadi, sudahkah Anda melakukannya saat ini?

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply