Tanpa Disadari, Banyak Orang Tua Menghambat Sosialisasi Anak

Tanpa Disadari, Banyak Orang Tua Menghambat Sosialisasi Anak

Ada banyak sekali tips untuk mengajari sosialisasi anak. Mungkin, selama ini ibu juga sudah menerapkan sebagian besar atau bahkan semua tips yang ibu pelajari tersebut. Akan tetapi, jika ibu melakukan hal yang justru menghambat anak bersosialisasi dengan orang lain, maka akan semakin sulit anak berkenal dengan orang lain.

Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang menghambat anak bersosialisasi dengan orang lain. Mereka tidak menyadari jika mereka melakukan kesalahan yang fatal tersebut. Dan apapun tips atau cara mengajarkan sosialisasi pada anak menjadi percuma.

Untuk itu, selain ibu menerapkan cara mengajarkan sosialisasi untuk anak, ibu juga tidak boleh pada saat yang sama menjadi penghambat.

3 Hal Penghambat Anak Sosialisasi Dengan Orang Lain

Tentu ibu tidak ingin menjadi penghambat perkembangan anak. Salah satu bukti tumbuh kembang anak baik adalah kemampuannya bersosialisasi dengan orang lain. Dan ibu harus membantu sang buah hati untuk bisa bersosasialisasi. Bukan justru menjadi pengahambat. Oleh sebab itu, jangan lakukan tiga hal berikut ini.

  • Sering Berada Di Rumah

Kebanyakan masyarakat yang tinggal di kota besar atau bahkan di daerah perumahan jarang bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan, dengan tetangga sendiri pun jarang. Hal ini pula yang akan berpengaruh pada kemampuan sosialisasi anak.

Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di desa. Mereka lebih intens bersosialisasi dengan tetangga. Anak-anak pun memiliki waktu yang sangat cukup untuk bermain. Jadi, tidak heran jika satu anak dengan anak lain sangat akrab karena mereka sering bermain bersama. Berbeda dengan anak yang tinggal di dearah perumahan. Umumnya mereka lebih intens bersosialisasi dengan teman di sekolah saja. Dan itupun waktunya sangat terbatas.

Namun, tentu saja bukan keadaan yang harus disalahkan. Ibu sendiri yang harus mencari solusi atas kondisi di mana ibu tinggal. Setidaknya, ibu menyempatkan waktu untuk mengajak anak keluar rumah, entah itu mengunjungi tentangga, saudara, dan lain sebagainya. Akan lebih baik jika ibu mengajak anak ibu mengunjungi tetangga yang memiliki anak seumuran dengan anak ibu. Dengan demikian, anak ibu akan lebih tertarik untuk berkenal dengan anak tetangga.

Yang pasti, jangan sampai ibu hanya sibuk dengan pekerjaan. Orang tua modern sekarang ini cenderung tidak memiliki waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain. Pekerjaan menuntut mereka untuk pergi kerja di pagi hari dan pulang ke rumah di malam hari. Jadi, praktis tidak ada waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga.

Bagaimana pun, sebaiknya ibu mencari solusi yang tetap agar ibu bisa mengajak dan sekaligus mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan orang-orang baru.

  • Terlalu Dini Memberikan Gadget

Tahukah ibu memberikan gadget juga salah satu penghambat anak belajar bersosialisasi lho. Tentu bukan gadget saja faktor utamanya. Dan ini tidak bisa dipukul rata untuk semua anak.

Anak Main Gadget

tribunnews.com

Hanya saja, secara umum, anak yang sudah kecanduan gadget, mereka cenderung pasif dan suka menyendiri. Mereka tidak memiliki gairan untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain. Mereka merasa lebih asyik bermain gadget sendirian di rumah.

Jadi, salah besar jika ibu memberikan gadget terlalu dini. Tentu saja anak ibu perlu gadget. Namun, ibu sebaiknya tunggu hingga usianya sudah sedikit lebih dewasa. Jangan sampai anak ibu tidak memiliki ketertarikan untuk berteman dan bermain dengan anak-anak lain, tapi justru lebih suka bermain game gadget sendiri.

  • Anak Sering Kena Marah

Apakah ibu sering memarahi si kecil? Apapun alasannya, itu hal yang kurang baik untuk perkembangan anak, terutama perkembangan ketika ia harus belajar bersosialisasi.

Kebiasaan ibu memarahi anak cenderung akan menurunkan kepercayaan diri anak. Sehingga, ia menjadi anak yang penakut di depan orang lain. Ia akan kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang baru.

Ibu pasti memiliki alasan kenapa harus marah. Mungkin anak ibu melakukan sebuah kesalahan. Dan hal tersebut membuat ibu merasa pantas untuk marah agar anak tidak melakukan kesalahan tersebut lagi. Namun, jika ibu tahu konsekuensi terburuknya, tentu ibu tidak akan melakukan hal ini lagi.

Mungkin ada faktor lainnya lagi yang menjadi faktor penghambat anak bersosialisasi. Ibu bisa bertukar pengalaman dengan ibu-ibu lainnya yang juga sedang merawat anak balita. Ada forum ibu dan balita yang bisa ibu ikuti agar pengetahuan tentang bagaimana merawat dan membesarkan anak semakin banyak.

Parenting Kuncinya

Dari kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua tersebut, pengetahuan mengenai parenting menjadi sangat penting. Parenting merupakan ilmu mengenai cara mengasuh anak yang tepat.

Banyak orang tua yang menyepelekan hal ini. Mereka sudah merasa paham dan mengerti. Toh mereka bisa belajar dari orang lain yang sudah lebih dulu memiliki anak. Akan tetapi, siapa sangka jika yang selama ini dilakukan oleh kebanyakan orang tua ternyata kurang tepat.

Untuk itu, belajar parenting langsung dari pakar perkembangan anak jelas lebih direkomendasikan. Ibu bisa baca artikel yang ditulis oleh psikolog anak. Atau ibu juga bisa konsultasi dengan pakar perkembangan anak agar ibu bisa langsung bertanya dan bisa mendapatkan masukan apa yang sebaiknya ibu lakukan.

Momen perkembangan anak hanya sekali. Oleh sebab itu, ibu tidak boleh menyia-nyiakan momen tersebut. Jangan sampai ibu menerapkan pola asuh yang salah karena hal tersebut berimbas pada masa depan anak nanti. Ibu harus ketahui lebih banyak tentang bagaimana mengajarkan sosialisasi anak langsung dari pakarnya.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply