Solusi Anak 1 Tahun Susah Makan Mendadak

Solusi Anak 1 Tahun Susah Makan Mendadak

Masa pengenalan makanan padat mungkin sudah berlalu. Dengan keberadaan gigi berderet lengkap dalam mulut si kecil rasanya dirinya siap untuk mencoba beragam hidangan dengan bahan berbeda. Seharusnya sudah tiba masa dimana bunda bisa bersenang dengan beragam masakan, namun kalau anak 1 tahun susah makan apalah daya orang tua.

Anak menolak makan sebetulnya bukan berita baru lagi. Rasa khawatir karena dulu si kecil tidak rewel dalam soal melahap hidangan di depan mata wajar menjangkit orang tua. Terlebih ada banyak batu loncatan pertumbuhan anak yang harus dikejar di tahun pertama. Pastilah hal semacam ini menambah dafar dilema.

Orang tua baru ataupun sudah berpengalaman dengan sederetan anak, tidak perlu merasa panik. Satu hal yang harus diingat adalah pikiran yang jernih akan menghasilkan solusi penuh pertimbangan. Jika hingga detik ini bagaimana mengatasi anak susah makan masih belum ditemukan, masih ada beberapa saran yang bisa dilakukan. Misalkan…

  • Ajari anak lapisi selai

Anak kecil senang bermain dengan tekstur lengket dan sedikit cair, maka dari itu anak kecil gemar bermain dengan lumpur, tanah, dan semacamnya. Karenanya mengajari anak mengoleskan selai dan mentega pada roti akan berpotensi jadi aktivitas favorit. Gunakan pisau selai plastik, dan jangan sampai biarkan buah hati luput dari pengawasan.

Berikan selamat ketika si kecil berhasil mengoleskan selai atau mentega dengan rapi. Sambil gigit makanan, bentuk ekspreksi menikmati supaya dorong keinginan konsumtif si kecil. Kalau bisa, bunda atau ayah ikut sesi oles selai dan mentega bersama si kecil supaya kobarkan semangatnya.

  • Pakai topping

Manusia merupakan mahluk superfisial, dalam artian penampilan menjadi hal utama dalam menilai sesuatu, termasuk makanan. Kebiasaan menilai ini, melekat pula pada diri anak kecil. Jangan heran kalau kesan pertama hidangan akan tentukan semangat santap buah hati.

Tidak perlu rempong menggunakan teknik chef bintang lima untuk hidangkan masakan dengan penampilan papan atas. Hanya menambahkan topping saja sudah buat perbedaan besar. Misalkan saja, lelehan keju di atas tumpukan salad sayur dapat ‘menipu’ pandangan si kecil akan hidangan hari ini. Walau anak benci dengan sayur, kalau pandangan pertama bukan sayur, maka buah hati tidak akan sadar.

  • Teknik memotong

Berhubung bayi 1 tahun sudah mampu mengenggam sesuatu, inilah saat paling tepat untuk melatih kemampuan motorik. Arti motorik adalah koordinasi otak dengan otot tubuh guna membuat gerakan-gerakan sesuai keinginan dan kebutuhan. Walau bagi orang dewasa sekedar mengenggam sendok adalah persoalan sepele, pada sudut pandang bayi, dibutuhkan usaha tertentu.

Cara terbaik memancing bayi melatih motorik adalah membiarkan buah hati makan sendiri. Potong kecil-kecil sayur atau buah yang akan dihidangkan sesuai ukuran genggam. Bagi anak yang susah makan, kreasikan potongan dalam bentuk yang tidak monoton. Pemotong kue berbentuk bintang, bulan, dinosaurus, dan semacamnya dapat memudahkan ayah bunda merancang presentasi makanan.

  • Ajak makan bersama teman

Lucu tapi nyata, setiap kali usia si kecil bertambah, rasa ingin ‘sok mandiri’ semakin besar. Pembuktian diri di kalangan teman sebaya seolah menjadi hal yang lumrah. Jangan heran kalau si kecil lebih memilih bergaul dan percaya diri ketika berhadapan dengan teman.

Mungkin beberapa orang tua menyadari perubahan sikap si kecil. Sayangnya suatu kesadaran tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal, dengan mengetahui anak menyenangi pembuktian diri di depan teman pergaulan, bunda ayah bisa mengambil celah untuk dorong dirinya makan.

Jangan salah, bukan berarti orang tua harus bandingkan si kecil dengan teman yang gemar makan. Membandingkan anak kecil dengan teman pergaulannya bisa memicu pemberontakan yang harusnya baru muncul di kala remaja. Orang tua seharusnya mendorong anak kecil makan tanpa memperlihatkan bahwa ada motivasi yang sedang dibentuk.

Cara memanfaatkan pergaulan anak untuk makan sangatlah gampang. Pertama-tama, ajak saja salah satu teman dekat buah hati yang senang makan. Sajikan hidangan yang pasti disukai anak kecil, kue, atau daging ayam misalkan. Biarkan teman anak makan sepuasnya, dan si kecil perlahan tertarik untuk partisipasi di meja makan.

  • Minum

Mari diakui makan itu melelahkan. Setidaknya ada 3 langkah yang harus dilakukan, yakni suap, kunyah, telan. Suap saja sudah menghabiskan tenaga untuk angkat sendok, membuka mulut, kemudian disusul gerakan gigi menghancurkan makanan, barulah telan. Wajar saja kalau ada anak yang kurang suka dengan aktivitas makan.

Ayah bunda sebaiknya mulai perhatikan tipe anak. Lebih sering makan atau memilih minum?

Anak cenderung memilih minum tidak salah. Justru, sangatlah wajar kalau si kecil senang menenggak air dibanding harus menjalani proses makan. Salah satu cirinya adalah anak akan menunjukkan minat terhadap minuman dan kerap menolak makan tiap kali ada kesempatan.

Ada baiknya mengikuti alur dibanding melawan. Kalau memang orang tua merasa minuman adalah alternatif terbaik, maka maksimalkan. Misalkan saja hidangkan jus atau susu anak sebagai pengganti gizi yang hilang akibat anak ogah makan. Jangan lupa untuk sisipkan variatif yang kemungkinan besar si kecil sukai.

Perlu diingat, beberapa saran yang sudah diberikan terdengar sempurna. Namun, dalam membesarkan dan atasi persoalan buah hati, peran orang tua jauh lebih penting dari yang dikira. Selalu adakan analisa mandiri guna identifikasi hal apa yang bisa menjadi solusi anak 1 tahun susah makan, hingga buah hati tersenyum dan makan dengan semangat setiap hari.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply