Siapa Sangka Buah Bisa Jadi Makanan Bayi 6 Bulan Super Sehat?

Siapa Sangka Buah Bisa Jadi Makanan Bayi 6 Bulan Super Sehat?

Makanan bayi 6 bulan merupakan bagian kuliner yang cukup menegangkan. Wajar saja, pertumbuhan si kecil kelak akan ditentukan oleh kualitas makanan penyapih. Apabila anak tidak menyukai hidangan yang pertama kali dirinya coba, besar kemungkinan si kecil akan malas makan. Lebih bahaya lagi, bila makanan tidak sehat seperti junk food yang jadi menu utama kesukaan buah hati ayah bunda.

Bayi juga punya selera, tidak selamanya mahluk yang masih dalam pertumbuhan tidak mampu merasakan. Penelitian terkini justru menunjukkan betapa indera pengecap bayi bekerja dua kali lipat jauh lebih baik dibanding orang dewasa. Jangan heran, kalau bayi berontak tatkakala diberi bubur yang asal jadi. Selain faktor takut mencoba hal baru, kesan pertama terhadap makanan padat sama pentingnya.

  1. Rasa manis merupakan favorit banyak orang, sampai-sampai ada istilah manisnya hidup. Nah, seharusnya bayi tidak perlu diberi sayur atau daging dengan rasa yang ala kadarnya. Terkadang, memberikan elemen manis bisa jadi kesegaran tersendiri. Tentunya, pilihan bahan makanan bayi entah sebagai hidangan utama atau sekedar cemilan harus dipikirkan masak-masak.

Daerah tropis seperti Indonesia diberi keberkahan buah-buahan yang melimpah. Ya, keluarga tanaman satu ini sangat digemari di berbagai negara karena kesegaran tersendiri, belum lagi rasa manis alaminya. Buah hati ayah bunda juga dapat menikmati kelebihan buah mengingat manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari konsumsi buah.

Ragam jenis buah ada ratusan, dari yang sudah tereksplor sampai dengan yang belum. Nah, berhubung pilihan buah untuk bayi sangatlah banyak, jangan sampai asal comot saja. Ada beberapa buah yang mampu untungkan bayi atau malah celakakan si kecil. Ingat, pencernaan buah hati cukup lemah jadi sebaiknya ekstra hati-hati. Apa saja buah yang bagus? Simak daftar berikut:

  1. Pir
    Buah yang sering terlupakan walau sebetulnya cukup eksis adalah buah pir. Kecuali dalam kelas abjad bahasa Inggris, rasanya pir paling jarang tersedia. Citarasa pir yang terbilang “biasa” saja membuat banyak orang kurang menaruh minat pada buah bunda berwarna kuning ini.

    Alergi tergolong penyakit yang rawan menyerang bayi. Pencernaan si kecil belum siap menerima beragam jenis makanan menjadi alasannya. Untung saja, pir tergolong buah yang paling minim kasus alergi. Orang tua sangat direkomendasikan untuk memberikan buah satu ini kepada si kecil.

  2. Alpukat
    Rumah makan nusantara sangat tidak mungkin melupakan alpukat. Coba saja lihat menu yang menyediakan jus, alpukat seperti sudah produk wajib. Ternyata, alpukat tidak hanya familiar di lidah penduduk Indonesia, kandungan buah satu ini berguna pula untuk buah hati ayah bunda.

    Alpukat kaya akan lemak baik. Jangan salah paham dulu, mari ditekankan pada kata “lemak baik”. Ya, lemak terbagi menjadi dua lemak jahat yang sulit dicerna tubuh dan lemak baik yang sangat baik sebagai sumber energy. Alpukat? Salah satu sumber terbaik!

  3. Beri biru 

    Buah kecil mini nan menggemaskan ini berhasil merebut hati para perempuan. Ya, tak dapat dipungkiri bahwa beri biru tergolong buah yang sangat populer, terutama untuk kudapan. Rasa beri biru yang manis sangat cocok dijadikan selai, atau hanya sekedar hiasan pemanis kue.

    Anak-anak umumnya menyenangi buah mini dengan rasa manis. Mengingat bentuk yang kecil berarti rasa buah tersebut akan terkonsentrat atau terkumpul padat. Tapi, alasan kenapa beri biru masuk daftar makanan super bayi 6 bulan tidak sekedar faktor rasa.

    Antioksidan merupakan kandungan yang cukup terkenal di kalangan pecinta kecantikan. Ya, mengingat tugas utama antioksidan adalah melawan radikal bebas, tentu masalah perawatan kulit bisa terjamin. Ternyata, pemberantasan radikal bebas bukan masalah keelokan penampilan, namun juga pencegahan terhadap penyakit berbahaya seperti kanker.

  4. Apel 

    Kutipan paling populer untuk menggambarkan fungsi apel adalah “an apple a day keeps the doctors away” (Satu apel sehari menjauhkan dokter) Penduduk Welsh patut berbangga diri karena memang demikian faktanya. Apel tidak hanya renyah, dengan varian rasa, tapi bergizi pula untuk penuhi pertumbuhan si kecil.
    Salah satu masalah pelik di masa kecil terletak pada perut. Entah kenapa, antrian dokter selalu penuh dengan pasien yang sedang diare atau mengalami kenaikan gas. Intinya, raungan bayi kesakitan di area perut memekakan telinga, sampai orang tua sendiri tak tahu harus berbuat apa.
    Mencegah jauh lebih baik dibanding mengobati. Dengan memakan apel paling tidak sekali sehari telah terbukti, bukan menjauhkan dokter, melainkan sakit perut. Hal ini dikarenakan apel kaya akan serat sehingga kotoran keluar lebih lancar.

  5. Aprikot

Nama aprikot bisa jadi jarang terdengar di tanah air Indonesia. Kendati demikian buah yang nyaris mirip persik ini ternyata sangat baik untuk dihidangkan. Pasalnya, aprikot memiliki rasa lembut, manis, dan menyenangkan, belum lagi teksturnya yang gampang hancur buat makanan satu ini sangat sempurna.

Aprikot terkenal dengan kandungan beta-carotene. Suatu senyawa yang berguna untuk pengelihatan, dan juga pembeharuan sel. Wortel memang memiliki kandungan beta carotene, sayangnya sayuran favorit kelinci ini tidak selalu berikan rasa terbaik. Alhasil bayi cenderung geleng-geleng kepala.

Menyediakan aprikot sebagai bahan makanan sangatlah mudah. Orang tua bisa menyediakan dalam bentuk potongan kecil, atau ditumbuk halus. Kalau mau, seluruh anggota keluarga bisa makan aprikot bersama. Menarik bukan? Tidak hanya aprikot cocok sebagai makanan bayi 6 bulan namun juga seluruh orang di dekatnya.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply