Bicara Si Kecil Sering Mimpi Buruk Dalam Forum Ibu Dan Balita

Bicara Si Kecil Sering Mimpi Buruk Dalam Forum Ibu Dan Balita

Balita memang selalu membuat banyak tingkah yang terkadang membuat orang tidak habis pikir. Forum ibu dan balita dibuat dengan tujuan para orang tua bisa saling mendiskusikan masalah lengkap dengan penjelasan berdasarkan pengalaman konkrit anggota forum. Salah satu topik diskusi yang tidak banyak diangkat walau sebenarnya cukup penting yakni perbincangan beserta mimpi buruk.

Dalam hal ini, bukan mimpi buruk orang tua yang masuk spot light (bintang utama) akan tetapi mimpi buruk si kecil. Terdengar remeh, semua orang memang bisa mendapati mimpi buruk paling tidak sekali sepanjang hidupnya, tapi efek mimpi buruk sendiri bisa cukup berbahaya.

Orang dewasa kerap kali bereaksi berbeda terhadap mimpi buruk dibanding balita. Terlalu lama hidup yang dijalani menjadikan mimpi buruk hanya bagian kecil dari hidup. Tidak semua balita mampu mengungkapkan mimpi buruk dengan kosa kata, melainkan hanya lewat tangisan dan rengekan tengah malam. Ada ciri-ciri tertentu yang membedakan antara tangisan tengah malam karena lapar dengan mimpi buruk oleh balita. Sebagai orang tua, tentu setidaknya bunda ayah sudah hapal betul bagaimana pola tidur balita. Beberapa anak tidur nyenyak semalaman dan beberapa lagi menangis tengah malam entah karena lapar atau merindukan orang tua. Mimpi buruk umumnya memunculkan reaksi tidak biasa seperti tidak ingin ditinggal ayah atau bunda usai tangis tengah malam sampai teknik merayu anak kembali tidur tidak mempan lagi.

Topik kedua membahas penyebab mimpi buruk balita yang bisa jadi telah menggelitik berbagai pertanyaan dari orang tua. Seperti yang ayah atau bunda mungkin sudah tahu, balita memiliki kemampuan imajinasi jauh lebih luas dan jelas dibanding orang dewasa. Perkataan yang didengar bayi sehari-hari termasuk tontonan tv bisa menjadi bahan bakar imajinasi balita. Menyebabkan balita terus mengembangkan suatu imajinasi dari kosa kata yang dia dengar atau gambar yang dia lihat. Bila ayah bunda merasa mimpi buruk adalah salah orang tua, terus terang selama ibu dan ayah tidak bertengkar atau melakukan kekerasan di depan anak sangat minim kemungkinan mimpi buruk dipicu orang tua. Apabila balita senang bermain video game atau mungkin melihat saudara yang lebih tua bermain permainan dengan unsur kekerasan yang belum ia pahami, kemungkinan besar itulah pemicu mimpi buruk.

Beberapa kasus menunjukkan mimpi buruk bisa menjadi gangguan jangka panjang. Beberapa balita yang tidak bisa mengatasi mimpi buruk berlanjut hingga dewasa. Ilmu kedokteran jaman sekarang memang sudah menyediakan terapi untuk mimpi buruk hanya saja, balita belum memerlukan terapi tersebut. Efek buruk dari mimpi buruk sangatlah luas. Kekurangan tidur bisa menimbulkan kurangnya fokus hingga halusinasi yang bisa berujung pada tindak kriminalitas dan banyak lagi.

Mimpi Buruk Anak

balitapedia.com

Frekuensi mimpi buruk balita setiap malam harus diperhatikan. Apabila frekuensi mimpi buruk tidak kunjung berkurang, ayah dan bunda harus benar-benar memperhatikan kegiatan anak sehari-hari. Apakah ada segala sesuatu yang menakutkan terlihat oleh balita, bahkan akan lebih baik lagi bila ayah atau ibu mampu berkomunikasi dengan balita mengenai apa yang sedang dirasakan. Jangan lupa identifikasi hal-hal apa saja yang bisa memancing perasaan negatif balita. Perasaan takut pada balon, atau rasa jijik pada kecoa bisa menjadi 2 contoh pendorong mimpi buruk, sebisa mungkin hindarkan si kecil dari hal-hal yang membuatnya tidak nyaman. Selain itu, lingkungan tidur juga harus diperhatikan betul. Cuci kaki anak atau mandikan dengan air hangat sebelum tidur. Bila orang tua memiliki koleksi buku dongeng, bacakan cerita sebelum tidur. Pastikan konten cerita sesuai dengan usia anak dalam artian tidak mengandung apapun yang bisa meneror anak. Cerita seram bisa ‘tersangkut’ dalam alam bawah sadar dan membuat tidur anak terganggu.

Namanya usaha, kadang tidak langsung berbuah manis. Mimpi buruk bisa saja datang menghantui meski orang tua telah berusaha maksimal mencegah mimpi buruk datang. Kalau memang balita masih saja bangun tengah malam dengan segala tangisan, tetaplah bersabar dan tenangkan balita. Peluk anak erat-erat dan yakinkan bahwa bunda ayah ada disini dan tak seorangpun bisa menyakiti balita karena orang tua siap menjaga siapapun yang ingin menyakiti si kecil. Banyak balita merasa sangat membutuhkan orang tuanya sehingga terkesan lebih manja daripada sebelumnya, cobalah berdiri di ujung pintu yang dibuka sedikit sampai anak sukses tertidur kembali. Tidak perlu membawa anak ke kamar tidur dan memeluknya semalaman, memang jalan satu ini cukup efektif namun bisa berdampak buruk kedepan di mana malaikat kecil tidak lagi ingin tidur mandiri. Hindari kalimat “dek kamu Cuma mimpi buruk” karena sejatinya balita belum mampu membedakan kenyataan dengan mimpi.

Dapat disimpulkan, mimpi buruk sebenarnya didorong oleh aktivitas sehari-hari berdasarkan hal yang dilihat maupun didengar baik dari teman, teknologi, maupun orang tua. Memperhatikan kebiasaan anak dan apa yang tak disukai oleh balita akan sangat membantu orang tua mencegah datangnya mimpi buruk pada anak. Menyiapkan jam tidur dan rutinitas yang baik justru membantu balita menghilangkan kebiasaan mimpi buruk. Kalaupun masih belum berhasil juga, temani bayi hingga tidur kembali namun tidak berlebihan. Apabila penjelasan dan tips diatas masih belum cukup juga, silahkan mengunjungi forum ibu dan balita untuk berbincang dengan sesama orang tua serta ahli lebih lanjut.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply