Segala Hal Yang Harus Bunda Tahu Seputar Infeksi Toksoplasma

Segala Hal Yang Harus Bunda Tahu Seputar Infeksi Toksoplasma

Kalau lagi hamil, jangan dekat-dekat kucing, anjing, atau hewan peliharaan. Duh, mendengar peringatan tersebut tentu bikin sebal bunda yang cinta binatang. Kadang, hewan peliharaan malah lebih mudah diajak bawa perasaan dibanding dengan sesama manusia. Yah, mau bagaimana lagi jika infeksi toksoplasma yang jadi resikonya bila tidak patuh.

Ancaman terhadap janin bisa dibilang sangat banyak. Hewan peliharaan yang sekiranya tidak salah apapun saja bisa termasuk dalam kategori berbahaya. Adanya vonis infeksi satu ini misalnya, sudah pasti membuat mayoritas pemilik hewan peliharaan harus garuk-garuk kepala akibat galau. Mau mendekat salah, kalau tidak mendekat hewan sepertinya bisa salah paham, dikira pemilik sudah tidak sayang. Mengusir atau membuang hewan peliharaan tidak menjadi solusi yang direkomendasikan.

Toxoplasma gondii adalah virus yang patut dipersalahkan kalau sudah sampai di ‘meja pengadilan’. Keberadaan virus ini, secara otomatis menyebabkan infeksi terutama pada badan bunda yang memang lemah dan gampang terkena serangan dari luar. Akibat infeksi toksoplasma juga tidak tanggung-tanggung, bunda mungkin tidak merasakan banyak ancaman, tapi ketika bayi lahir, cacat sangat bisa muncul.

Bunda yang mengaku takut dengan infeksi toksoplasma tidak bisa dikatakan lebay. Resiko toksoplasma di awal kehamilan akan berhubungan erat dengan kondisi bayi nantinya. Meskipun bunda yang terserang infeksi tidak keguguran, kemungkinan bayi punya kondisi khusus akan sangat besar. Masalah pendengaran, pengelihatan, bahkan sampai penciuman adalah ancaman yang dibawa infeksi jenis toksoplasma.

Semua orang tua tentu berharap anaknya terlahir cerdas. Kemampuan otak memang acapkali menjadi senjata utama dalam bertahan hidup di era modern kini. Seperti kata pepatah “orang kuat kalah dengan orang pintar”. Bunda yang tak mengidahkan ancaman infeksi toksoplasma bisa membuat otak anak tidak bekerja sebagaimana fungsinya.

Kembali pada hewan peliharaan, sebenarnya bukan kucing atau anjing yang jadi sumber virus Toxoplasma gondii. Kotoran hewan peliharaan-lah yang menjadi sumber penyalur Toxoplasma gondii terutama kucing. Kendati demikian, bukan kucing yang seharusnya disalahkan paling pertama, karena penelitian menunjukkan virus penyebab infeksi toksoplasma bisa ditemukan dalam daging merah sekalipun.

Daging merah mengandung zat besi dan penting untuk kehamilan, ya tidak salah juga. Sayangnya trend tingkat kematangan medium rare jadi persoalan utama. Medium rare adalah teknik memasak daging setengah matang dimana bagian luar terasa padat namun bagian dalam sangat empuk dan masih berlumuran darah, membuat kesan juicy. Padahal, namanya daging setengah matang tidak ada jaminan bakteri dan kuman sirna betul, termasuk Toxoplasma gondii.

Kalau bunda pernah mendapatkan donor organ bagian dalam atau mungkin gemar tranfusi darah, sebaiknya tingkatkan waspada. Toxoplasma gondii termasuk virus yang agak licik, dimana organ dan darah yang tidak bersih atau steril secara otomatis menjadi ‘rumah baru’. Tak sekedar itu saja, air bersih yang terlihat bening sekalipun bisa dihuni oleh Toxoplasma gondii yang siap masuk diam-diam dalam tubuh bunda.

Bahaya toksoplasma tidak hanya pada janin saja, melainkan pada bunda pula. Secara garis besar, gejala toksoplasma terbilang nihil. Tidak banyak orang sadar tubuh telah terinfeksi hingga dijalankan tes. Meskipun tidak terasa sekalipun, ada beberapa gejala infeksi yang walau hanya sedikit tetap saja bisa terasa. Demam, tenggorokan sakit, bengkak pada leher, dan otot pegal bisa dibilang gejala infeksi toksoplasma.

Mari jujur saja, keempat gejala toksoplasma, yakni demam, tenggorokan sakit, bengkak pada leher, dan otot pegal bukan penyakit serius. Tanpa infeksi sekalipun, bunda bisa saja mendapati tubuh bermasalah. Sangat jarang keputusan diagnosa virus dilakukan, karena selain biaya periksa cukup mahal, kalau tidak ada hasil hanya buang-buang duit. Salah besar, sekecil apapun gejala harus segera dibawa ke dokter terutama bila sudah berlangsung selama berhari-hari.

Umumnya dokter akan memeriksa darah bunda terlebih dahulu, fokus pada antibodi. Bila ternyata hasil positif, belum tentu artinya bunda terkena infeksi. Ibarat gerbang kerajaan, antibodi merupakan subtansi pertama yang tahu kalau ada serangan tak dikenal. Kemudian antibodi akan memecah belah kembali kira-kira serangan tersebut berupa jamur, virus, bakteri atau parasite jenis apa dan bagaimana mengatasinya. Hasil positif dalam darah bunda umumnya bekas perlawanan tubuh.

Lantas apa bedanya bunda yang terinfeksi dengan yang tidak kalau keduanya menunjukkan hasil positif?

Dokter akan memeriksa lebih lanjut urin dan air ketuban bunda. Kedua sumber pengeluaran tubuh inilah yang umumnya menjadi faktor penentu perlukah bunda menjalani perawatan atau tidak. Biasanya, orang dengan pertahan tubuh lemah akan lebih mudah terdeteksi infeksi dibanding mereka bertahan tubuh kuat. Manapun itu, perawatan infeksi toksoplasma akan bergantung dari estimasi kapan bunda pertama kali terinfeksi.

Secara garis besar toksoplasma akan menyerang janin secara langsung, dan varians parah tidaknya cukup banyak. Biasanya bunda hanya diberi pil untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Sangat jarang dokter memberi obat yang berfokus pada toksoplasma karena salah takar dan efek samping obat kebanyakan pada janin tidak jauh berbeda dengan infeksi itu sendiri.

Mendengar semua penjelasan diatas, tentu alangkah baiknya kalau infeksi tidak pernah ada. Langkah pencegahan infeksi toksoplasma terbilang gampang-gampang susah. Bunda harus memperhatikan betul kesehatan, main dengan kucing sangat boleh, hanya saja perhatikan higenitas. Jangan sampai bunda mendekati kotoran kucing, dan masaklah daging sampai matang. Konsultasi rutin dengan dokter seputar infeksi toksoplasma untuk penanganan lebih akurat.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply