Risiko Yang Harus Ibu Ketahui Seputar Kehamilan Ektopik

Risiko Yang Harus Ibu Ketahui Seputar Kehamilan Ektopik

Semua informasi seputar kehamilan seharusnya ibu ketahui. Salah satunya informasi mengenai hamil ektopik. Ini bisa dikatakan kehamilan yang tidak normal. Pasalnya, janin tidak berada di dalam rahim, melainkan menempel di luar rahim.

Resiko terburuk yang bisa terjadi adalah bayi mengalami keguguran. Namun, ibu harus tahu masalah yang satu ini sudah bisa ditangani oleh dokter kandungan. Jadi, walaupun janin berada di luar rahim, janin tersebut masih bisa diselematkan. Artinya, kemungkinan janin tetap bisa berkembang dengan baik.

Meskipun demikian, ada beberapa risiko yang harus ibu ketahui jika ibu mengalami kehamilan ektopik ini.

Risiko Yang Harus Diantisipasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu hal buruk yang bisa terjadi adalah bayi mengalami keguguran. Hal ini disebabkan bayi berada di luar rahim sehingga bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup sesuai dengan yang dibutuhkan untuk perkembangannya.

Namun, bukan itu saja yang perlu diantisipasi. Menurut dokter kandungan, salah satu faktor penyebab kehamilan ektopik ini adalah adanya faktor pengalaman sebelumnya di mana ibu mengalami kehamilan yang sama. Dan jika hal ini terjadi kepada ibu, bukan tidak mungkin di kehamilan selanjutnya nanti ibu akan mengalami hal yang sama. Inilah yang sebenarnya dikhawatirkan.

Selain itu, menurut dokter kandungan, kehamilan ektopik juga bisa menyebabkan pendarahan yang terus menerus. Keadaan ini yang secara tidak langsung membuat fertilitas menurun. Bisa dikatakan seorang wanita yang mengalami kehamilan ektopik akan sulit lagi untuk hamil di kemudian hari.

Tentu hal buruk tersebut tidak ingin ibu alami. Oleh sebab itu, ada baiknya ibu bertanya langsung dengan pakarnya mengenai kehamilan ekotopik ini.

Tanda-Tanda Kehamilan Ektopik

Yang tahu bawasannya ibu mengalami kehamilan normal atau kehamilan ektopik adalah dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG. Dengan alat tersebut, ibu akan tahu yang sebenarnya.

Akan tetapi, bukan berarti kehamilan ektopik ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang bisa ibu ketahui tanpa harus datang ke dokter kandungan dan melakukan pemeriksaan USG. Berikut ini beberapa tanda-tanda hamil ektopik.

  • Pendarahan

Seperti yang sudah dijelakan sebelumnya, kehamilan ektopik biasanya menimbulkan pendarahan. Hanya saja, pendarahan yang dialami oleh ibu hamil ektopik ringan. Tapi, gejala seperti ini tidak boleh dianggap selepe.

  • Kram Pada Perut

Ibu hamil pasti mengalami kram. Hanya saja, jika kram yang ibu alami terlalu parah dan terjadi berulang-ulang kali, sebaiknya ibu segera periksakan ke dokter kandungan. Pasalnya, kram yang hebat pada bagian perut juga menjadi salah satu tanda kehamilan ektopik.

  • Nyeri

Seorang wanita yang mengalami kehamilan ektopik biasanya merasakan nyeri pada bagian tubuh tertentu seperti pada bahu, leher, dan perut bagian bawah.

Untuk lebih lengkapnya seputar hamil ektopik, ibu bisa kunjungi www.ibudanbalita.com. Di sana, terdapat penjelasan lebih lengkap lagi mengenai kehamilan ektopik ini.

Faktor Penyebab Hamil Ektopik

Siapapun bisa terkena masalah yang satu ini, tak terkecuali ibu. Hanya saja, memang risiko terbesar ada pada seorang wanita yang pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya. Jadi, riwayat kesehatan menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Selain itu, para peneliti juga menyebutkan bawasannya peradangan pada rongga panggul juga menjadi salah satu faktor penyebab utama kehamilan ektopik. Beberapa ibu hamil ektopik juga ternyata pernah mendapatkan operasi saluran telur sebelumnya.

Yang harus diantisipasi sebenarnya adalah perawatan kesuburan. Tidak sedikit wanita yang sulit mendapatkan keturunan sehingga melakukan perawatan kesuburun. Tentu saja tujuannya agar cepat hamil. Akan tetapi, mereka harus berhati-hati. Ternyata, ada perawatan kesuburan justru berimbas kehamilan ektopik, terutama perawatan berupa IVF atau yang disebut dengan fertilasi in-vitro.

Dengan mengetahui beberapa faktor penyebab tersebut di atas, diharapkan para wanita berhati-hati.

Langkah Medis Yang Bisa Dilakukan

Bagaimana jika ternyata ibu mengalami kehamilan ektopik? Satu hal yang harus ibu ketahui. Bukan berarti bayi yang berkembang di luar rahim itu tidak bisa lahir secara normal. Tidak sedikit bayi seperti ini lahir normal layaknya bayi lainnya. Hanya saja, ada juga yang akhirnya mengalami keguguran. Di dalam dunia medis, ini disebut dengan kehamilan ektopik terganggu.

Tentu saja risiko kehamilan ektopik terganggu tersebut ada. Untuk itu, seorang wanita hamil ektopik harus menghilangkan risiko buruk tersebut. Salah satunya dengan cara melakukan langkah medis.

Ada dua langkah medis utama yang biasanya dilakukan. Yang pertama, dokter akan mematikan jaringan yang menyebabkan ektopik. Ini dilakukan dengan cara pemberian obat tertentu. Tujuannya agar kehamilan selanjutnya norma, tidak lagi mengalami hamil ektopik.

Langkah yang kedua adalah mengangkat janin. Jika usia janin sudah lebih dari 2 minggu, janin tetap diselamatkan. Ada kemungkinan juga janin akan diambil dan dilakukan perawatan di luar. Artinya, akan dilakukan proses hamil tabung.

Untuk informasi lebih lengkap tentang penanganan kehamilan ektopik, ibu bisa konsultasi langsung dengan dokter kandungan di situs Ibu dan Balita. Ibu bisa konsultasi secara online di situs tersebut.

Yang pasti, ilmu kesehatan semakin canggih sehingga hal-hal buruk terkait dengan kehamilan sekarang ini bisa ditangani. Bahkan, ibu hamil yang ternyata positif terkena HIV pun aman untuk hamil. HIV bisa dicegah agar tidak menular bayi yang ia kandung.

Yang pasti, jika ibu sedang hamil. maka ibu harus luangkan waktu untuk belajar lebih banyak lagi seputar kehamilan toh sekarang sudah banyak informasi yang bisa ibu dapatkan secara mudah.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply