Rekomendasi Bahan Dasar Resep Bubur Bayi 6 Bulan

Rekomendasi Bahan Dasar Resep Bubur Bayi 6 Bulan

Usia tanggung seperti 6 bulan tentu tantangan tersendiri bagi orang tua. Bagaimana tidak? Kini tiba saatnya memperkenalkan bayi dengan makanan di luar air susu ibu. Sayangnya, pada banyak kasus bayi tidak menerima tipe makanan baru yang disediakan, apalagi bila rasanya saja tidak menyenangkan. Inilah yang mendorong ayah bunda mencari resep bubur bayi 6 bulan yang cocok.

Dunia kuliner sangatlah luas hingga sulit sekali mengikuti trend. Baik dunia maya atau buku fisik, semua orang berlomba-lomba memperlihatkan cara terbaik memasak, termasuk bidang makanan bayi. Padahal, apabila ditilik kembali, makanan bayi tidak banyak berfokus pada cara pengolahan, melainkan bahan. Ingat, si kecil belum mampu bedakan mana makanan restoran bintang lima dengan warung kaki lima.

Alergi, ternyata menjadi alasan utama bagi si kecil untuk menolak makanan. Inilah kenapa, fokus pada bahan makanan bayi jauh lebih penting dibanding modifikasi resep. Apa sajakah rekomendasi bahan untuk bayi 6 bulan? Langsung saja simak daftar berikut ini:

  • Lobak

Rasa lobak memang sedikit pahit dan asam, meskipun namanya sehat tentu perlukan pengorbanan dari segi lidah. Ya, sudah jadi pengetahuan umum bahwa lobak mengandung

Polynutrients. Apa madsudnya?

Ilmu medis percaya, polynutrient merupakan komponen penting pencegah kanker. Bahkan, beberapa kasus menunjukkan, konsumsi lobak bisa mengurangi sakit perut. Vitamin C dalam lobak terbukti meningkatkan daya tubuh sehingga cocok dimakan di kala demam. Apabila sempat, memasak lobak untuk si kecil patut dicoba.

  • Brokoli

Musuh bayi identik dengan brokoli. Entah apa hal pertama yang memicu bayi tidak mau makan brokoli, yang jelas banyak sekali anak kecil menolak untuk konsumsi sayuran bak pohon kecil ini. Padahal, ditinjau dari segi gizi, brokoli tergolong sayuran yang sangat bermanfaat untuk dikonsumsi.

Asam folat yang dikandung brokoli merupakan pembantu utama sel tubuh, dalam artian mereka yang senang konsumsi brokoli cenderung tumbuh lebih cepat dibanding mereka yang tidak. Kendati demikian, resiko brokoli salah satunya adalah alergi. Telah terbukti secara ilmiah bahwa brokoli mampu memicu beragam reaksi tubuh. Ada baiknya berbicara dengan dokter anak sebelum memberikan brokoli.

  • Kacang hitam

Segi tradisional, kacang hitam tentu bukan pilihan utama. Jenis makanan satu ini sering dikonsumsi oleh negara tetangga seperti jepang atau negara barat. Fakta tersebut tidak menutup fakta bahwa gizi dan manfaat kacang hitam sangatlah nyata dan patut jadi bahan pertimbangan.

  • Wortel

Warna oranye pada wortel merupakan alasan utama kenapa bahan satu ini sangatlah cocok untuk bubur pertama si kecil. Kenapa? Beta carotene atau dikenal dengan sebutan vitamin A tidak hanya menjaga kesehatan mata. Dalam masa pertumbuhan anak ada beragam vitamin yang diperlukan, salah satunya adalah vitamin A. Apalagi, membiasakan si kecil makan wortel akan berdampak baik ketika dirinya beranjak dewasa.

  • Anggur

Jaman dahulu kala, anggur kerap kali jadi makanan para bangsawan. Beragam foto, dan peninggalan sejarah seolah menunjukkan betapa tinggi nilai anggur. Ternyata, dari segi kesehatan pula, anggur memang bermanfaat bagi pertumbuhan bayi. Bayangkan saja, kandungan antioksidan yang tinggi bisa mempercantik sekaligus buat tubuh lebih sehat.

Salah satu musuh eksternal adalah bakteri dan kuman. Dimana, antioksidan cukup berperan dalam melawan pengunjung tak diinginkan. Bahkan, dari segi rasa, pengolahan anggur tidak merepotkan. rasanya yang manis membuat pengolahan singkat seperti ditumbuk saja sudah buat selera bayi meningkat.

  • Melon

Di negara Jepang, Melon pernah menempati puncak kejayaan dimana harganya dibrandol tinggi. Sama halnya dengan tempe, tentu negeri sakura tidak menjual produk dengan harga mahal tanpa kualitas yang pasti. Penelitian menunjukkan kandungan likopin tinggi ditemukan dalam melon. Bagi mereka yang tidak tahu apa itu likopin, tenang saja pengertian fungsi likopin sangat mudah.

Rentan terhadap kuman dan bakteri hingga sakit perut merupakan hal wajar dialami oleh bayi. Terang saja, orang tua mencari cara untuk mengatasi masalah pelik satu ini. Tanpa sadar, likopin dalam melon sebetulnya mampu atasi diare dan sakit perut pada buah hati.

  • Mangga

Mangga tergolong buah yang populer dari segi hidangan. Mengingat ada beragam jenis mangga dengan rasa yang berbeda-beda, tentu menjelaskan kenapa banyak hidangan baik kudapan maupun makanan berat melibatkan mangga. Misalkan saja, mangga asam untuk rujak, dan mangga manis untuk cemilan.

Alasan sebenarnya kenapa mangga sebaiknya diberikan untuk si kecil terletak pada kandungan vitamin C. Mengingat daya tahan tubuh merupakan faktor pertumbuhan yang cukup penting, masuk akal rasanya bila bayi diminta konsumsi mangga. Jangan menunggu kuman datang, dan merusak masa depan bayi bila bisa diatasi dari sekarang.

  • Ceri merah

Gaya feminim identik dengan buah-buahan kecil seperti ceri merah dan beri biru. Meski ceri biasanya hanya dijadikan hiasan kue, ternyata sayuran satu ini punya potensi yang lebih besar. Vitamin A dalam buah ceri cukup tinggi hingga dua puluh lima persen. Ingat, vitamin A tidka hanya membantu kesehatan mata namun juga membantu daya tahan tubuh.

Semua akan kembali pada selera. Rasa ceri yang manis sangat mungkin meningkatkan nafsu makan si kecil. Dengan pengolahan yang tepat, buah ceri bisa menjadi hidangan mengenyangkan dan disukai si kecil. Resep bubur bayi 6 bulan kini, mulai melirik buah-buahan seperti ceri sebagai bahan makanan bayi yang cukup inovatif.(HN)

 

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply