Probiotik Atau Bakteri Baik Tidak Hanya Didapatkan Dari Susu Pertumbuhan

Probiotik Atau Bakteri Baik Tidak Hanya Didapatkan Dari Susu Pertumbuhan

Pernah dengar kandungan berupa probiotik di dalam susu pertumbuhan? Salah satu keunggulan dari susu untuk balita adalah kandungannya yang lengkap. Salah satu kandungan yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan sang buah hati adalah probiotik. Ini istilah keren yang digunakan di dalam dunia medis. Bahasa sederhananya adalah bakteri baik.

Memang ada bakteri baik? Tentu saja ada. Sebenarnya, bakteri baik inilah yang dibutuhkan untuk melawan bakteri jahat. Selain itu, bakteri baik ini yang akan mengurai sisa-sisa makanan yang masih ada usus dan perut. Dengan demikian, anak ibu tidak akan mengalami masalah sakit perut, diare, konstipasi, dan problem yang berkaitan dengan sistem pencernaan lainnya.

Probiotik atau bakteri baik ini ternyata tidak hanya didapatkan dari susu untuk pertumbuhan saja lho. Ada makanan lainnya yang kandungan probiotiknya juga tak kalah tinggi. Ibu pasti tidak menyangka jika makanan yang ada di sekitar dan mudah didapatkan ternyata mengandung probiotik. Apa saja makanan tersebut?

3 Makanan Mengandung Probitik

Sebenarnya, ada banyak sekali jenis makanan yang mengandung probiotik. Hanya saja, 3 jenis makanan ini direkomendasikan karena dua alasan. Yang pertama, makanan berikut mengandung probiotik yang cukup tinggi. Yang kedua, ketiga makanan berikut ini mudah sekali untuk ibu dapatkan. Makanan apa syang dimaksud?

  1. Tempe

Ibu pasti tahu tempe, bukan? Atau mungkin tempe menjadi makanan sehari-hari ibu dan keluarga? Beruntung sekali jika tempe menjadi makanan favorit keluarga ibu. Selain kandungan proteinnya tinggi lantaran terbuat dari kacang kedelai, tempe juga mengandung probiotik, yaitu kandungan yang sama yang ibu dapatkan dari susu pertumbuhan anak.

Akan tetapi, jangan terlalu sering juga ibu memberikan makanan berupa tempe untuk si kecil ya. Kandungan proteinnya yang terlalu tinggi bisa mengganggu kesehatan sang buah hati. Menurut ahli kesehatan, jika anak mendapatkan terlalu banyak protein, ia berisiko mengalami obesitas, tinggi kolesterol, dan bahkan kerusakan hati.

  1. Cokelat

Mungkin ibu satu dari sekian banyak orang tua yang tidak suka jika anak ibu mengkonsumsi cokelat. Alasannya hampir semua. Cokelat bisa membuat gigi anak keropos atau gupis.

Memang risiko buruk tersebut bisa saja terjadi. Hanya saja, jika ibu bisa mengontrol kapan waktunya mengkonsumsi cokelat, ibu bisa mendapatkan manfaat dari cokelat dan dalam waktu yang sama efek negatif bisa dihindari.

Apalagi di dalam cokelat mengandung probitik. Tentu ibu bisa memberikan cokelat dengan tujuan agar anak ibu terhindar dari masalah pencernaan. Bahkan, menurut penelitian, di dalam cokelat, terutama dark chocolate, kandungan probiotiknya 4 kali lebih banyak daripada susu balita lho.

  1. Kimchi

Ibu pecinta makanan dari korea? Jika ya, ibu pasti tahu makanan yang satu ini. Kimchi namanya. Selain mengandung kalsium dan vitamin A yang tinggi, makanan khas Korea ini ternyata juga mengandung probiotik.

Jadi, jika ibu ingin memperkenalkan makanan dari negeri orang lain kepada si kecil, tidak salah jika ibu mencoba memberikan kimchi. Makanan yang satu ini biasanya dijadikan semacam lalapan

Dari ketiga makanan tersebut, manakah yang bisa ibu berikan kepada anak ibu? Atau apakah jangan-jangan ada yang menjadi makanan favorit sang buah hati? Yang pasti, dari berbagai makanan yang ada, tiga makanan tersebut mengandung probiotik atau bakteri baik yang akan menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Sejarah Ditemukan Probiotik

Tidak banyak yang tahu jika probiotik ditemukan oleh seseorang yang tinggal di daerah di mana masyarakatnya mengalami kelaparan. Adalah seorang laki-laki bernama Elie Metchnikoff yang menjadi penemu probiotik. Bahkan, ia dijadikan sebagai bapak probiotik. Ibu pasti tidak menyangkan jika Elie ini tinggal di daerah yang masyarakatnya mengalami kelaparan. Bahkan, daerah tersebut sering mengalami cuaca yang ekstrim sehingga banyak orang yang tidak bisa bertahan hidup. Ia tinggal di daerah pedesaan Bulgaria.

Akan tetapi, di tengah masalah yang ia hadapi, Elie menemukan teori bawasannya mikroorganisme bisa dimanipulasi sehingga membuat ia dan masyarakat yang tinggal di daerah ekstrim sekalipun mampu bertahan hidup. Pada saat itulah, Elie dan keluarga lebih sering mengkonsumsi susu asam yang mengandung bakteri baik untuk tubuh manusia. Ia pun membuktikan teorinya tersebut benar. Ia dan keluarga bisa bertahan hidup di tengah keadaan kelaparan dan cuaca yang ekstrim.

Sekarang ini, sudah banyak sekali jenis makanan dan minuman yang mengandung probiotik. Paling mudah adalah dengan memberikan susu pertumbuhan untuk sang buah hati. Sudah bisa dipastikan kandungan probiotik di dalam susu tersebut sudah mencukupi sehingga sistem pencernaan selalu terjaga kesehatannya.

Dalam hal ini, ibu harus pastikan memilihkan susu yang terbaik untuk sang buah hati. Tentu saja bukan hanya probiotik saja yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Nutrisi lainnya seperti protein, kalsium, serat, vitamin, dan lain sebagainya juga tak kalah penting. Itulah mengapa sebaiknya ibu pilihkan susu pertumbuhan terbaik Friso Gold 4. Ini merupakan susu pertumbuhan anak yang usianya sudah mencapai 3 tahun. Susu ini diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak hingga usia 12 tahun. Ibu bisa dapatkan susu Friso Gold 4 ini di situs Friso Indonesia.

Tidak ada yang lebih penting daripada menjaga kesehatan sang buah hati. Oleh sebab itu, tidak salah jika ibu menyiapkan uang agar ibu bisa memberikan yang terbaik, tak terkecuali untuk tujuan terpenuhinya kebutuhan nutrisi. Jadi, ibu sekarang tahu susu pertumbuhan apa yang terbaik untuk sang buah hati, bukan?

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply