Permainan Asah Otak Terselubung dalam Aktivitas Rutin

Permainan Asah Otak Terselubung dalam Aktivitas Rutin

Anak cerdas dan pintar merupakan dambaan semua orang tua. Suplemen, nutrisi, sampai dengan mengeluarkan biaya sekolah yang tidak sedikit dilakukan demi pastikan masa depan si kecil cerah. Tanpa mengetahui, sebetulnya ada permainan asah otak yang tidak menyulitkan anak dari usia berapapun.  

Hidup manusia terdiri dari rangkaian aktivitas rutin. Kendati demikian, jarang sekali seseorang mengetahui manfaat terselubung di balik apa yang dilakukannya sehari-hari. Padahal, penelitian menunjukkan fungsi otak dapat diperkuat seiring dengan perubahan dalam aktivitas rutin. Apa sajakah aktivitas tersebut? Mari simak daftar asah otak berikut:

  • Mandi sambil pejamkan mata

Indonesia dengan iklimnya yang serba panas, tentu wajar bila tubuh berkeringat. Otomatis mandi dua kali sehari seolah menjadi kewajiban tersendiri demi faktor kenyamanan. Anak kecil yang suka bermain jelas terseret arus mandi lebih sering dibanding orang dewasa.

Usut punya usut, mandi memiliki manfaat tersendiri apabila dilakukan dengan unik. Tenang, bukan berarti lompat sambil mandi. Melainkan, anak dimandikan sambil dirinya menutup mata. Ketika seseorang tak bisa melihat, indera perasa akan bekerja dua kali lipat, hingga mungkin saja mampu buka bagian otak yang tak diketahui bisa terbuka.

  • Sikat gigi pakai tangan berlainan

Mereka yang sadar kesehatan tentu memasukkan sikat gigi sebagai bagian rutinitas. Kendati demikian, menyikat gigi tergolong aktivitas yang membosankan namun tetap dilakukan. Pernahkan terpikir untuk iseng memberi warna dalam rutinitas menyikat gigi.

Tangan kanan dan kiri dikontrol oleh dua bagian otak yang berbeda. Karenanya, menggunakan tangan yang berbeda untuk tiap sesi menggosok gigi sejatinya memberikan dampak tersendiri. Usahakan mengolesi pasta gigi berlainan arah untuk memaksimalkan sesi menyikat gigi sambil melatih otak.

  • Gonta ganti aktivitas pagi

Pagi hari menjadi titik utama untuk mempersiapkan diri hadapi dunia. Namun, terdapat kesempatan yang selalu dilewatkan mereka yang begitu ‘taat’ menjalani rutinitas pagi. Penelitian terkini menunjukkan, pergantian aktivitas pagi akan sangat bermanfaat untuk melatih otak berpetualang dan cenderung lebih mudah terinsprasi.

  • Dekorasi ruang lebih sering

Rumah dipenuhi lukisan, vas bunga, foto keluarga, atau mungkin boneka lucu hasil berlibur sebagai bagian ‘aksesoris’ rumah. Kendati demikian, keindahan barang-barang tersebut hanya dinikmati beberapa kali sekali, karena bagian depan otak alias korteks secara otomatis melupakan barang-barang yang telah dilihatnya sekali. Inilah kenapa, membalik atau merubah tata letak dekorasi akan mendorong otak anak untuk lebih perhatian dengan lingkungan.

  • Ganti suasana duduk

Makan bersama di meja makan bukanlah hal aneh bagi keluarga yang saling mencintai. Lucunya, anggota keluarga seolah punya kursi tersendiri meski tak ada aturan tertulis. Sehingga, otak tak perlu lagi terangsang untuk bekerja dua kali lipat menemukan kursi, toh sudah ada susunan teratur.

Ajak keluarga bermain ganti tempat duduk setiap kali jam makan. Orang tua, kalau tidak keberatan boleh saja ikut berganti posisi. Penelitan menunjukkan, dengan berganti posisi duduk, tidak hanya otak bekerja menemukan susunan baru. Namun, mata, telinga, dan hidung dipaksa pula membiasakan diri dengan lingkungan yang tak dikenal lebih cepat dibanding sebelumnya.

  • Buka kaca mobil

Udara segar, dan bunyi-bunyian di pagi hari seolah tak terdengar kala kebanyakan manusia berada dalam angkutan kota, atau mungkin kendaraan pribadi beroda empat. Padahal, bagi anak kecil merasakan lingkungannya menggunakan semua indera perasa akan menjadi permainan tebak benda yang mendorong kinerja otak.

Usahakan, ayah bunda sempatkan diri membuka kaca mobil. Apabila tinggal di perkotaan dengan suasana kumuh, minimal ajak si kecil jalan berkeliling komplek. Jangan sia-siakan kesempatan melatih otak dengan cara satu ini.

  • Bermain dengan seni

Gambar, lukis, atau musik merupakan aktivitas yang cukup menyenangkan, meski tidak ada keahlian khusus di dalamnya. Kendati demikian, bermain dengan seni bukan mengincar piala karya terbaik, kecuali bunda ayah punya target anak mampu menjadi seorang seniman dengan bakat terpendam. Di kala melukis, ada bagian otak berbeda aktif dibanding jenis kegiatan lain sehingga mampu tingkatkan fungsi otak yang sama bermanfaat.

  • Tambah jadwal ngobrol

Sosial identik dengan manusia. Bahkan orang yang cerdas, ditandai dengan mereka yang berkemampuan sosial tinggi. Anak-anak mungkin terbiasa tidur siang, dan berdiam diri di rumah. Karenanya, bunda sebaiknya mencarikan teman atau sering mengajak anak membantu keperluan rumah tangga yang berhubungan dengan manusia. Contoh saja, berbelanja di pusat pembelanjaan dibanding beli di toko online.

  • Pakai metode baca berbeda

Sebetulnya membaca tidak hanya terbatas pada buku dan mata. Memang, perpustakaan kerap melarang penduduk membaca keras-keras dengan alasan ketenangan. Padahal, membiasakan diri membaca dengan suara keras, mampu aktifkan otak lebih tinggi dan melatihnya secara tidak langsung.

  • Lihat-lihat di supermarket

Keturunan hawa umumnya senang sekali dengan namanya berbelanja. Akan tetapi sadar atau tidak, seseorang cenderung belanja berdasarkan level pengelihatan. Dalam artian lain, pilihan produk cenderung berdasarkan apa yang di depan mata pertama kali. Tak ada yang salah selama anak sehat sentosa.

Akan tetapi, supaya otak bunda dan si kecil tetap terlatih, cobalah keliling supermarket lebih sering dibanding biasanya. Tidak berarti semua produk harus dilihat, minimal, perhatikan rak dari atas sampai bawah, tidak hanya tengah. Misalkan saja mau beli susu pertumbuhan anak, cobalah memperhatikan semua produk, dan baca produk baru bersama anak meski tidak akan beli. Permainan asah otak terselubung yang menarik bukan?(HN)

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply