Perkembangan Emosional Anak! Mengenal Prilaku Tantrum Pada Anak

Perkembangan Emosional Anak! Mengenal Prilaku Tantrum Pada Anak

Sebagai orang tua penting sekali untuk paham seperti apa perkembangan emosional anak. Pada dasarnya setiap individu memiliki perasaan emosi masing-masing. Tetapi perlu untuk Anda pahami bahawa ternyata emosi anak lebih sensitif jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Kondisi seperti ini disebabkan karena anak belum mampu untuk mengendalikan esmosinya. Perkembangan emosional pada anak umumnya mengikuti perkembangan dari usia kronologisnya. Maksudanya perkembangan emosi tersebut akan selalu berkembang sesuai dengan bertambahnya usia.

Selain faktor usia, emosional anak juga akan dipengaruhi oleh banyak faktor terkait dengan lingkungannya. Tetapi terkadang faktor gen atau keturunan memiliki andil cukup besar dalam memperngaruhi perkembangan emosinya.

Perkembangan Emosi Anak Usia 0-2 Tahun

Awalnya, perkembangan emosi pada anak dimulai saat baru lahir. Pada usian ini, Anda bisa merangsang anak supaya bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sehingga akhirnya bisa tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri.

Bahayanya, jika anak usia ini mengalami kepercayaan diri yang kurang, bisa menimbulkan perasaan penuh curiga dalam diri anak tersebut. Kondisi ini disebabkan karena anak pada usia ini belum mampu mengendalikan emosinya dengan baik. Maka dari itu anak akan cenderung berbuat sesuka hatinya.

Pada minggi ke 3-4, anak akan mulai menunjukkan senyumannya ketika merasa nyaman berada di lingkungannya. Kemudian pada minggu ke-8, anak akan selalu tersenyum dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Lalu saat memasuki bulan ke-4 hingga ke-8, anak mulai belajar mengekpresikan emosi di dalam diri mereka, seperti halnya gembira, takut, hingga marah. Setelah itu pada usia 12-15 bulan, anak akan merasakan ketergantungan dengan orang-orang yang sudah merawatnya.

Jadi pada usia ini, anak cenderung akan menunjukkan sifat ketidaknyamananya ketika berada diantara orang-orang yang belum dikenalnya. Dan pada usia 2 tahun, anak sudah mulai bisa menirukan reaksi emosi yang diperlihatkan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.

Perkembangan Emosional Balita Usia 2-3 Tahun

Saat anak memasuki usia 2-3 tahun, Perkembangan emosional pada balita ditandai dengan anak mulai mencari aturan-aturan serta batasan yang ada di dalam lingkungannya. Jadi pada usia ini anak akan mulai melihat akibat dari pilaku yang dilakukannya.

Anak sudah mulai membedakan mana prilaku yang benar dan mana yang salah. Jadi meskipun pada usia ini anak belum mampu menggunakan kata-kata sebagai bentuk dari ekpresi emosinya, tetapi anak sudah menggunakan ekspresi wajah guna memperlihatkan emosi dan perasaannya.

Perkembangan Emosional Batita Usian 4-5 Tahun

Perkembangan emosi pada batita usia 4-5 tahun ditandai dengan mulai munculnya fase Initiative VS Gulit. Pada usia ini, anak sudah mulai menunjukkan rasa ingin lepas dari ikatan orang tuanya.

Jadi anak lebih ingin bisa bergerak dengan bebas serta bisa lebih berinteraksi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Jadi keinginan anak untuk lepas dari orang tuanya inilah yang menyebabkan munculnya rasa initiatif pada diri anak tersebut. Namun di sisi lain juga akan menimbulkan rasa bersalah.

Namun jika initiatif yang anak miliki mendapatkan penolakan, maka hal seperti ini akan menjadikan anak merasa takut sehingga pada akhirnya akan selalu bergantung pada kelompoknya serta tidak berani mengeluarkan pendapat.

Mengenal Prilaku Tantrum Pada Anak

Salah satu hal yang perlu untuk orang tua tahu terkait dengan perkembangan emosi balita adalah munculnya prilaku tentrum pada anak. Memangnya apa itu prilaku tentrum?

Ketika kemampuan bahasa anak belum berkembang secara sempurna, umumnya anak akan menggunakan bahasa lain untuk berkomunikasi, misalnya saja dengan menggigit, meremas, atau bahkan memukul.

Prilaku seperti ini umumnya muncul pada anak usia 1, 2, dan 3 tahun. Di usia tersebut anak masih mengalami hambatan dalam hal komunikasi sehingga kesulitan untuk menyampaikan keinginannya dengan tepat.

Sehingga pada akhirnya jika keinginannya tidak bisa terpenuhi, selanjutnya akan membuatnya merasa prustasi. Secara psikologis, prilaku khas anak yang mucul di usia ini dikenal dengan nama temper tantrum.

Sebagai orang tua Anda harus peka dengan situasi seperti ini serta bisa menyikapinya dengan tepat. Sebab perkembangan emosional pada batita seperti ini jika tidak disikapi dengan tepat bisa menimbulkan efek buruk terhadap perkembangan emosinya kedepan.

Ciri-ciri Anak Mengalami Tantrum

Sederhananya, tantrum atau tempar tantrum ini merupakan suatu ledakan emosi yang sangat kuat dan biasanya disertai dengan rasa marah, agresif, menjerit-jerit, menagis, berguling, bahkan sampai ada yang menghentak-hentakkan kedua kaki dan juga tangannya pada lantai ataupun tanah.

Memangnya apa yang menyababkan prilaku tantrum bisa muncul pada anak? Umumnya prilaku tantrum ini bisa muncul jika ada gangguan pada perkembangan emosi batita. Seperti halnya:

  1. Ketidak mampuan anak dalam mengungkapkan maksudnya sehingga anak merasa prustasi lantaran keinginannya tidak bisa terpenuhi.
  2. Keinginan guna mencari perhatian.
  3. Kondisi yang tidak menyenangkan, seperti halnya rasa lelah, lapar, dan sakit.
  4. Pola asuh dari orang tua yang selalu memanjakannya dengan memenuhi apapun keinginannya sehingga pada saat keinginannya tidak terpenihi maka emosinya akan meledak-ledak.
  5. Pola asuh dari orang tuanya yang tidak konsisten dalam hal melarang ataupun mencegahnya.
  6. Pekembangan kepribadian anak. Jadi anak bisa melakukan hal yang sering dilakukan oleh orang tuanya. Dan pada saat anak gagal melakukannya makan selanjutnya akan muncul prilaku tantrum.

Jadi melihat hal semacam itu, prilaku tantrum ini bisa dibilang salah satu efek buruk dari proses perkembangan emosi pada balita. Oleh sebab itu, orang tua dituntut untuk menyikapinya dengan cara yang bijak dan tepat. Jika tidak maka perkembangan emosional anak semakin tidak terkontrol dan tentunya akan sangat membahayakan.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply