Perkembangan Bayi 5 Bulan Disebut Dengan Masa Transisi. Ini Penjelasannya

Perkembangan Bayi 5 Bulan Disebut Dengan Masa Transisi. Ini Penjelasannya

Untuk mengetahui bagaimana perkembangan bayi 5 bulan, apakah sudah optimal atau belum, ibu tidak perlu membawa si kecil ke pakar perkembangan anak. Ibu bisa ketahui sendiri melalui kegiatan yang si kecil lakukan dan apa yang bisa dia lakukan saat usianya mencapai 5 bulan.

Beberapa hal yang terkait dengan ciri-ciri tumbuh kembang bayi 5 bulan sudah sering dibahas di Forum Ibu Dan Balita. Namun, jarang sekali yang menyebutkan atau menyinggung istilah masa transisi. Hanya pakar perkembangan anak saja yang menggunakan istilah transisi.

Walaupun ibu orang awam dalam hal kesehatan medis dan perkembangan bayi, ibu harus mengerti mengapa saat usia bayi mencapai 5 bulan itu disebut sebagai usia transisi.

Banyak Hal Yang Berubah

Namanya juga transisi. Pasti ada yang berubah dari masa yang sebelumnya. Begitu juga dengan masa transisi bayi usia 5 bulan.

Setidaknya ada tiga hal yang berubah dari bayi usia 5 bulan. Yang pertama adalah perubahan perilaku. Jika saat usianya masih di bawah 5 bulan ia cenderung pasif, kini bayi ibu lebih aktif. Keaktifan ini disebabkan organ fisiknya yang sudah kuat. Ia sudah bisa duduk sendiri, berguling, tengkurap, dan lain sebagainya.

Memang ada beberapa bayi yang perkembangannya mengalami keterlambatan. Ada bayi yang hingga usia 6 sampai 7 bulan baru bisa duduk sendiri. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kondisi fisik yang belum siap. Akan tetapi, secara umum, bayi yang sehat sudah bisa duduk sendiri di usia yang ke 5 bulan.

Perubahan yang kedua adalah perubahan jam tidur. Ini yang biasanya membuat para orang tua kaget karena sebelumnya bayi mereka sering sekali tidur. Mungkin bayi mereka tidur hingga lebih dari 4 kali sehari. Namun, hal ini tidak terjadi ketika perkembangan bayi berusia 5 bulan. Waktu tidurnya sudah berubah dan cenderung tetap. Bayi biasanya tidur tidak lebih dari 4 kali, yaitu di pagi, siang, sore dan malam hari. Waktunya sudah pasti.

Hal ini membuat ibu senang. Pasalnya, ibu sudah bisa merencanakan kapan si kecil tidur sehingga ibu bisa melakukan kegiatan lain. Lain hal jika sebelumnya usia 5 bulan. Bayi tidak memiliki jadwal tidur yang pasti sehingga ibu lah yang harus menyesuaikan kapan si kecil ngantuk sehingga ibu bisa menidurkannya dan kemudian ibu baru bisa beraktivitas.

Yang perubahan ketiga dan mungkin yang terpenting adalah perubahan pola komunikasi. Apakah bayi usia 5 bulan sudah bisa berkomunikasi? Jika padanannya adalah orang dewasa atau balita, maka bayi belum bisa dikatakan bisa berkomunikasi. Hanya saja, ia sudah paham jika ibu mengajaknya ngobrol. Bahkan, tidak jarang bayi 5 bulan sudah bisa merespon seperti senyuman, teriakan, tangisan, dan lain-lain untuk merespon apa yang ibu lakukan atau katakan.

Dalam hal ini, perubahan dalam hal berkomunikasi ini harus benar-benar diperhatikan. Perkembangan bayi usia 5 bulan menandakan sistem pendengaran serta rekaman di otaknya sudah sangat aktif. Bayi mendengarkan dan kemudian merekam apa yang ia dengarkan. Jadi, sangat diharapkan ibu berbicara dengan cara yang baik dan sopan. Hindari kata-kata yang kasar dan kotor supaya hal tersebut tidak terekam di otak bayi. Dan bayi meniru bagaimana cara berbicara yang ibu lakukan. Sebaiknya, ibu membiasakan berbicara dengan si kecil dengan nada yang rendah dan sopan. Hindari berteriak di depan bayi 5 bulan. Dan yang paling penting, jangan bertengkar dengan pasangan ibu di depan sang buah hati.

Tiga perubahan tersebutlah yang membuat pakar perkembangan anak mengatakan di usia bayi yang ke 5 bulan disebut dengan usia atau masa transisi. Dan di masa ini pula peran ibu sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan bayi.

Saat Perkembangan Bayi 5 Bulan

Karena perubahan-perubahan tersebut di saat bayi dalam masa transisi, ada beberapa hal yang perlu ibu lakukan.

  • Interaksi

Meskipun bayi usia 5 bulan belum bisa berbicara, sebaiknya ibu lebih sering berinteraksi dengan si kecil. seperti yang sudah disinggung sebelumnya, saat usianya mencapai 5 bulan, daya ingatnya sangat baik. Dan itu artinya semakin sering ibu berinteraksi dengan si kecil, maka semakin banyak rekaman yang ada di otak si kecil. Semakin banyak rekamanan yang ada di otak si kecil, maka semakin mudah bayi si kecil untuk menirukan. Secara tidak langsung, interaksi yang ibu lakukan merupakan cara bagaimana ibu mengajarkan bagaimana berbicara atau berkomunikasi.

  • Mengoptimalkan Perkembangan Otak

Bagaimana caranya? Karena bayi usia 5 bulan belum bisa mendapatkan nutrisi dari makanan, maka yang bisa diandalkan hanyalah ASI. Dan ternyata, ada satu hal lagi yang berpengaruh terhadap perkembangan otak bayi, yaitu lama waktu tidur. Masa tidur yang cukup dan pulas akan membuat otak berkembang dengan baik. Oleh sebab itu, karena ibu sekarang sudah tahu jadwal tidur bayi, ibu harus pastikan si kecil memiliki waktu yang berkualitas untuk tidur.

Usia bayi sudah 5 bulan. Sebentar lagi 6 bulan. Itu artinya ibu harus bersiap-siap untuk memberikan menu MPASI atau makanan pendamping ASI. Siapkan list menu MPASI sekarang juga sehingga ibu tidak kehabisan ide menu makanan sang buah hati. Untuk saat ini, ketika perkembangan bayi 5 bulan, ibu hanya cukup memberikan ASI dan pastikan masa tidurnya cukup.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply