Percaya Jika Makanan Ibu Hamil Yang Dikonsumsi Menentukan Karakter Bayi?

Percaya Jika Makanan Ibu Hamil Yang Dikonsumsi Menentukan Karakter Bayi?

Pernah dengar kan ada makanan ibu hamil yang bisa menentukan jenis kelamin sang buah hati? Ini sudah banyak yang menjelaskan meskipun datanya tidak valid. Dikatakan tidak valid karena tidak semua ibu hamil yang menuruti apa yang mereka ketahui bisa mendapatkan bayi sesuai dengan yang diinginkan. Masalah bayi laki-laki atau perempuan itu kehendak Tuhan. Mengkonsumsi makanan tertentu agar punya anak laki-laki atau perempuan itu hanya ikhtiar atau upaya saja.

Namun, apakah ibu pernah dengar makanan yang dikonsumsi saat hamil bisa menentukan karakter anak nantinya? Sulit dipercaya tapi hal ini banyak dipercayai. Tidak hanya di Indonesia saja tapi juga di beberapa negara lainnya.

Akibat Ibu Hamil Suka Makan Pedas

Nah, ini harus menjadi perhatian banyak ibu hamil. Apalagi Indonesia terkenal dengan masakan yang pedas. Mungkin menurut ibu makanan sehari-hari yang ibu konsumsi tidak pedas. Akan tetapi, hampir semua orang asing yang datang ke Indonesia memberikan kesan yang sama tentang makanan Indonesia, yaitu spicy alias pedas.

Lalu, apa yang terjadi jika seorang ibu mengkonsumsi makanan pedas? Sakit perut? Itu hanya efek biasa saja. Keguguran? Memang ada beberapa kasus keguguran yang disebabkan oleh makanan yang terlalu pedas. Namun, tema makanan untuk ibu hamil kali ini berhubungan dengan karakter anak yang lahir nanti. Entah ini mitos atau kenyataan, ibu hamil yang suka mengkonsumsi makanan pedas akan memiliki anak dengan karakter pemarah.

Nah, ibu masih mau makan makanan yang pedas saat sedang hamil? Ibu bisa saja tidak percaya dengan hal ini. Namun, ternyata tidak hanya sebagian masyarakat di Indonesia saja lho yang percaya dengan hal ini. Orang Jepang (tentu tidak semuanya) percaya jika ibu hamil makan makanan pedas, anak yang akan dilahirkan nanti memiliki karakter keras dan suka marah.

Bagaimana? Ibu masih ingin makan makanan pedas? Padahal hampir semua makanan Indonesia itu pedas. Tentu bukan berarti ibu benar-benar menghindari makanan pedas. Ibu bisa menambahkan sedikit cabai ke dalam masakan yang ibu buat.  Yang terpenting, jangan sampai makanan tersebut terlalu pedas ya.

Bahaya Makan Kepiting Saat Hamil

Ini yang paling aneh. Kenapa? Dari sudut pandang medis, mengkonsumsi kepiting itu bagus untuk ibu hamil. Ini merupakan seafood yang mengandung protein tinggi. Protein ini yang dibutuhkan untuk perkembangan janin di dalam kandungan.

Akan tetapi, di sisi lain, entah ini dilihat dari sudut pandang apa, banyak masyarakat yang menganggap menu makanan ibu hamil yang satu ini bisa menyebabkan anak nakal. Setidaknya ini yang masih dipercayai oleh orang-orang Tiongkok.

Seperti yang ibu ketahui, tradisi dan kepercayaan orang Tiongkok atau Cina masih sangat kental. Bahkan, setiap tahun berganti saja menandakan sesuatu bagi mareka. Dan makanan juga bisa menandakan hal tertentu bagi bayi yang sedang dikandung.

Anda bisa percaya, bisa juga tidak. Dan jika ibu ingin mengetahui penjelasan secara medis mengenai makanan berupa kepiting ini, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan pakarnya di www.ibudanbalita.com. Tentu ibu tidak akan mendapatkan penjelasan tentang kaitan antara makanan kepiting dengan kepribadian anak yang nakal. Ibu akan mengetahui mengapa kepiting itu bagus untuk ibu hamil. Dan ibu juga perlu tanya juga apa efek negetif yang mungkin bisa terjadi jika ibu makan kepiting.

Jangan Makan Daging

Ibu mungkin belum pernah mendengar hal ini. Akan tetapi, bagi masyarakat Tanzania, mereka pasti tahu. Sejak zaman dahulu, banyak ibu hamil di sana pantang mengkonsumsi daging. Meskipun demikian, tetap saja ada sebagian ibu hamil yang tetap makan daging. Ini bisa disebabkan pengetahuan medis mereka sangat kuat sehingga mereka tidak percaya dengan hal-hal yang sifatnya kurang ilmiah. Apalagi jika hal tersebut berasal dari nenek moyang mereka.

Apa yang dipercayai oleh sebagian masyarakat Tanzania ini menarik. Mereka yang sedang hamil tidak mengkonsumsi daging karena takut anak mereka memiliki sifat seperti hewan. Apakah ini mungkin? Secara logika ilmiah, sepertinya tidak mungkin. Tapi bagaimana pun juga itu adalah kepercayaan. Jadi, tidak bisa diilmiahkan.

Dari segi medis, daging termasuk makanan sehat ibu hamil. Daging sapi misalnya mengandung protein yang sangat tinggi. Hanya saja, para pakar kesehatan ibu hamil mewanti-wanti agar daging benar-benar dimasak dengan matang. Jangan sampai setengah matang yang menyebabkan adanya bakteri yang masih menempel pada daging yang kemudian masuk ke dalam tubuh ibu hamil.

Mana yang ibu percaya? Apakah fakta ilmiah atau informasi dari nenek moyang?

Kita semua hidup di zaman modern. Semuanya serba terukur dan ilmiah. Meskipun demikian, tidak mudah untuk lepas dari kepercayaan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Ada banyak contohnya seperti bayi yang tiba-tiba hilang padahal setelah di USG masih ada. Orang dahulu akan mengatakan bayi dicuri oleh makhluk gaib karena mungkin ibu hamil tersebut melewati tempat yang seram di malam hari. Namun, dari kaca mata ilmiah, hal ini terjadi karena perkembangan janin menurun sehingga janin keluar dari vagina namun tidak dirasakan oleh ibu hamil.

Dan ada banyak lagi contoh lainnya. Terserah ibu sendiri apakah lebih percaya pada kepercayaan yang berkembang dari zaman dahulu atau informasi berdasarkan hal yang bersifat ilmiah. Terlepas dari itu, ibu harus tetap fokus untuk mengkonsumsi makanan ibu hamil yang sehat, bukan fast food atau jenis makanan yang tidak sehat lainnya.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply