Pentingnya Mengajarkan Sopan Santun Pada Anak Serta Kiat Mempraktekkannya

Pentingnya Mengajarkan Sopan Santun Pada Anak Serta Kiat Mempraktekkannya

Mengajarkan sopan santun pada anak bukan hanya tugas seorang guru, melainkan lebih pada kewajiban orang tuanya. Sayangnya, orang tua kadang membebankan semuanya pada guru di sekolah.

Setiap orang tua memiliki harapan jika anaknya memiliki kecerdasan di atas rata-rata, bahkan juga disertai dengan berbudi luhur. Namun faktanya, kecerdasan anak belum tentu berpengaruh pada sopan santun anak.

Perlu pengajaran yang berbeda agar anak bisa berprilaku sopan. Dan itu merupakan kewajiban dari orang tua.

Mengenai waktunya, orang tua bisa mulai mengawali pengajaran sopan santun terhadap anak semenjak masih kecil. Pasalnya, membentuk karakter anak di masa kecil jauh lebih mudah.

Hal ini tidak berlebihan karena anak cenderung memiliki kebiasaan mencontoh perilaku. Oleh karenanya, mengajari sesuatu ketika masih kecil memiliki peluang besar untuk berhasil.

Seberapa Pentingkah Mengajarkan Budi Pekerti Pada Anak Semenjak Kecil?

Anak cenderung meniru segala sesuatu yang dilihat, bahkan didengarnya. Sama halnya dengan prilaku yang dilakukan oleh orang di sekelilingnya.

Hal ini disebabkan anak memiliki kecenderungan belajar sesuatu dari apa yang ada di hadapannya. Baik itu mempelajari hal baik maupun buruk.

Dari apa yang dilihatnya, karakter anak akan terbentuk. Dan karakter ini akan dibawanya sampai dewasa.

Bisa dibayangkan jika karakter buruk yang dibawa, maka dewasanya akan sangat menyusahkan Anda. Bahkan Anda akan sangat menyesalinya sendiri.

Parahnya lagi, merubah karakter yang sudah terbentuk semenjak kecil akan sangat sulit. Makanya, pengajaran hal baik pada anak semenjak masih kecil akan sangat baik untuk masa depan anak.

Nah, karakter orang yang memiliki sopan santun sendiri sudah terbentuk dari kecil. Orang tersebut telah banyak diajari kesopanan oleh orang tuanya, bahkan juga seorang guru yang mengajarnya sewaktu sekolah.

Karakter sopan seperti menyapa, memberi salam, sampai berterima kasih menjadi contoh paling sederhana. Dan ini telah terbentuk dari kecilnya.

Ketika karakter ini tidak dibentuk semenjak kecil, maka Anda akan sangat sulit untuk merubahnya. Maka dari itu, penting sekali mengajarkan budi pekerti pada anak.

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Budi Pekerti Yang Baik?

Di usianya yang masih sangat kecil, sangatlah mudah memasukkan sesuatu padanya. Entah itu pemahaman tentang hal baik, sampai dengan pemahaman hal buruk.

Ibarat anak kecil adalah kertas putih. Tinggal Anda akan menetesi dengan tinta warna apa, maka hasilnya juga kurang lebih seperti yang Anda harapkan.

Sama halnya dengan pengajaran budi pekerti pada anak. Anda memang punya kesempatan besar untuk membentuk karakter anak yang sopan semenjak kecil.

Jangan pernah melewatkan waktu untuk mengajarinya dengan alasan masih sangat kecil dan belum paham maknanya. Karena pembiasaan akan menjadi bagian pelajaran yang bakalan dipegang oleh anak kedepannya.

Mengenai bagaimana cara Anda mengajari anak kesopanan, kami akan tunjukkan cara yang bisa Anda terapkan ketika ingin mengajari anak kebaikan/kesopanan. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Mulailah dengan mengajari hal-hal sederhana

Mengajari anak tidak perlu ribet, Anda bisa memulainya dengan pelajaran yang sederhana.

Pembelajaran kesopanan anak bisa dimulai dengan membiasakan anak untuk mengucapkan terimakasih.

Anda bisa mengajarkannya untuk mengucapkan ungkapan tersebut ketika diberi sesuatu oleh orang, atau Anda bisa memancingnya dengan memberikan sesuatu. Syaratnya jika sudah diberi harus berterimakasih.

Sementara ungkapan-ungkapan sederhana lainnya juga bisa diajarkan. Diantaranya adalah ungkapan menyapa orang lain, meminta maaf, sampai minta tolong dan lain sebagainya.

  • Ajari tata krama dalam kegiatan sehari-hari

Tata krama ini bisa dilihat dari bagaimana cara bersikap ketika berhadapan dengan orang lain, misalnya orang tua.

Anda perlu mengajari tata krama pada anak dalam hal berkata, bahkan juga dalam bersikap di hadapan orang tua. Tentu caranya adalah dengan mencontohkannya ketika bertemu dengan orang yang lebih tua semisal kakek atau nenek, Anda mencontohkan untuk memberi salam dan mencium tangan.

Tidak hanya itu saja, Anda juga perlu mengajari anak tentang tata krama yang baik ketika ingin makan. Apa yang harus dan tidak harus dilakukan perlu diajarkan sepenuhnya.

Hal ini nantinya akan berpengaruh langsung pada prilaku anak ketika dewasa nanti. Jadi, prilaku baik di rumah akan dibawa dan menjadi pedoman ketika berada di luar rumah.

  • Lakukan secara konsisten

Dalam mengajari sesuatu pada anak, konsisten sangatlah diperlukan. Anda tidak bisa mendapati anak mampu mempelajari sesuatu jika hanya dilakukan sekali atau dua kali saja.

Anda perlu membiasakan anak agar terus melakukan apa yang Anda ajarkan terkait kesopanan. Misalnya bila lupa mengucapkan terimakasih, Anda bisa mencontohkan lagi dengan mengucapkan kata tersebut.

  • Berikan pujian pada anak yang mempraktekkan sopan santun

Cara agar anak terus melakukan apa yang Anda ajarkan adalah memberikan sebuah reward, entah itu pujian atau hadiah.

Pujian menjadi cara paling mudah. Ini merupakan bentuk penghargaan yang mana anak butuhkan untuk terus mempraktekkan kesopanan dalam kesehariannya.

Jika sudah terbiasa sejak kecil, anak akan secara otomatis membawa prilaku sopan santun ketika masih anak sampai dewasa nanti. Dan ini menandai keberhasilan Anda dalam mengajari anak tentang kebaikan.

Inti dari bagaimana cara mengajari anak tentang kesopanan adalah mengajarkan tata krama sederhana, kemudian melakukannya secara konsisten agar anak terbiasa melakukannya.

Ketika anak sering dibiasakan untuk hal tersebut, dewasa nanti anak akan memiliki tidak hanya kecerdasan dalam berfikir, namun memiliki kecerdasan dalam berprilaku baik.

Demikianlah ulasan tentang betapa pentingnya mengajarkan sopan santun pada anak beserta bagaimana cara mengajarkan anak untuk melakukannya sejak dini.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply