Penjelasan dan Gejala Masalah Keseimbangan Anak

Penjelasan dan Gejala Masalah Keseimbangan Anak

Apa itu masalah keseimbangan anak?

Imbang menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti setimbang, sebanding, atau sama. Sedangkan keseimbangan adalah keadaan yang terjadi apabila semua gaya dan kecenderungan yang ada tepat diimbangi atau dinetralkan oleh gaya dan kecenderungan yang sama, tetapi berlawanan.  Dalam kasus ini, keseimbangan merupakan kemampuan untuk berdiri secara tegak serta tidak oleng atau condong pada satu arah saja.

Secara kasat mata keseimbangan di kala berdiri terlihat mudah. Padahal, bila ditilik lebih lanjut, demi berdiri tegak lurus saja, ada 3 pihak yang terlibat dengan sistem yang cukup kompleks.

Pada bagian leher, pinggul, sendi tulang, dan telapak kaki terdapat pressure sensors atau sensor tekanan yang mengirimkan informasi ke otak. ‘Surat’ yang dikirim berisi dimana titik relasi bumi atau dalam istilah medis proprioception. Nantinya pesan inilah yang terus menyeimbangkan tubuh ketika seseorang berputar, gerak, dan berjalan di atas lapak berbeda.

Telinga seringkali dikaitkan dengan masalah keseimbangan, dan memang benar adanya. Di bagan depan telinga, ada saluran semi sirkular yang memegang posisi imbang tubuh. Vestibule dengan dua sensor organ yang dikenal sebagai utricle dan saccule bekerja layaknya ayunan liontin.

Memberi contoh kadang jauh lebih mudah dibanding penjelasan lebih lebar. Kalau seseorang menolehkan muka secara mendadak, cairan dalam semi sirkular menggerakkan bulu-bulu halus yang terletak di rumah siput. Tujuan dari pergerakan ini adalah peringatan untuk saraf otak bahwa tubuh membuat gerakan baru. Ajaibnya, prosedur kompleks ini terjadi hanya sepersekian detik hingga otak selesai memberi strategi otot supaya tubuh tidak jatuh dan mata tetap fokus.

Fungsi mata tidak hanya untuk melihat, namun juga membantu seimbangkan tubuh. Saraf yang terletak di bagian belakang atau dikenal dengan sebutan retina, mengirimkan sinyal eletrik pada otak melalui sistem mata. Otak lantas menerjemahkan apa yang seseorang lihat, dan memberikan gambaran visual. Setiap mata mendapat gambaran berbeda, termasuk informasi yang beda pula meskipun objeknya serupa. Dengan demikian, otak tahu berapa jauh dan fokus menyeimbangkan tubuh.

Apa gejala kondisi keseimbangan pada anak?

Tidak semua orang dianugrahi keberuntungan untuk berfungsi seperti pada umumnya. Beberapa anak mendapati kesulitan untuk menyeimbangkan diri meskipun sudah cukup umur dan kuat untuk berjalan. Tubuh si kecil sendiri tidak memperoleh diagnose kelainan tulang dan semacamnya. Untung saja, di era sekarang, mengenali gejala kelainan keseimbangan sudah sangat berkembang.

Visual telah dijelaskan mempengaruhi kinerja tubuh dalam menjaga keseimbangan. Inilah kenapa, orang yang cenderung kesulitan menatap dan fokus pada objek akan menemui tantangan berat dalam berdiri tegap. Kerusakan pada beberapa bagian mata membuat penderita tidak mampu melihat matahari dalam waktu lama.

Berhubung visual terganggu, penderita mudah gusar kalau melihat corak-corak warna yang buat matanya kian bingung. Pasalnya, pesan yang disampaikan ke otak akan menumpuk, padahal kinerja tubuh sedang tidak maksimal. Gerakan penderita akan terlihat aneh dan kaku sebab tumpukan pesan buat koordinasi gerak dan otak bingung sampai terdiam.

Sakit kepala, muntah, sampai dengan perubahan tekanan darah merupakan hasil koordinasi tubuh yang buruk. Pikiran menjadi begitu berat sehingga bagian tubuh lain terus panik. Apabila orang tua mendapati si kecil berperilaku atau mendapat kondisi demikian, ada baiknya mulai bicara dengan ahli kesehatan.

Apa saja tipe kelainan keseimbangan?

Gejala yang sama namun beda perilaku bisa nampak di antara penderita keseimbangan. Kendati demikian, bukan berarti seseorang terhindar dari kemungkinan pelik. Sama hal dengan penyakit lain, kelainan keseimbangan terbagi menjadi 4 yaitu Benign paroxysmal torticollis, Benign paroxysmal vertigo, Vestibular neuronitis,dan Labyrinthitis.

Benign paroxysmal torticollis, torticollis berarti leher patah. Sesuai dengan namanya, penderita akan sering mencodongkan kepalnya ke satu sisi. Rasa pusing hebat yang diderita memicu adanya muntah, wajah pucat, dan keringat jagung. Walau  Benign paroxysmal torticollis dan Benign paroxysmal vertigo terdengar sama kedunya cukup berbeda. Benign paroxysmal vertigo menimbulkan pusing berlebih di waktu tak menentu akibat cairan rumah siput menumpuk dan terjebak di bagian dalam.

Vestibular neuronitis ditandai dengan gerakan mata yang tidak wajar. Kerusakan pada saraf vestibular tidak hanya menganggu keseimbangan namun juga menimbulkan muntah dan mual. Terakhir namun bukan tidak berbahaya yakni Labyrinthitis. Infeksi pada telinga seolah membuat dunia begitu sulit walau sekedar berdiri. Kondisi makin parah apabila penderita tak teratasi dan berakhir tuli.

Apa penyebab masalah pelik ini?

Semua penyakit tidak datang mendadak, selalu ada pemicunya. Kelainan pada keseimbangan tubuh juga demikian ada beberapa hal yang membuat anak harus melalui fase tidak menyenangkan.

Kecelakaan tentu bukan hal yang menyenangkan. Manusia pada dasarnya tidak menyukai hal diluar prediksi, apalagi disertai rasa sakit. Dampak dari kecelakaan tidak hanya berlangsung satu sampai dua hari saja, namun lebih panjang dari durasi tersebut. Cidera di area telinga, kepala, dan leher kemungkinan besar memicu adanya masalah keseimbangan. Ada baiknya telusuri kembali historis kesehatan si kecil selama ini.

Tidak hanya kecelakaan yang membawa dampak berbahaya, penyakit yang banyak dijumpai pada anak sekalipun bisa saja biang keroknya. Misalkan saja penyakit meningtitis, campak, rubella, dan infeksi telinga ternyata menjadi awal penyakit keseimbangan apalagi dengan pemberian antibiotik tidak tepat. Jangan buru-buru menyalahkan satu sama lain, karena masalah keseimbangan anak dapat pula berasal dari kondisi lahir seperti tak adanya kemampuan dengar.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply