Pakai Resep Bubur Bayi 6 Bulan Tepat di Kala Demam Lengkap Dengan Cara Pemberian

Pakai Resep Bubur Bayi 6 Bulan Tepat di Kala Demam Lengkap Dengan Cara Pemberian

Demam, flu, pilek, tiga penyakit yang sepertinya tak bosan menghampiri si kecil. Dengan perkembangan tubuh yang masih minim, tidaklah heran bila daya tahan tubuh tidak selalu mendukung. Sebagai orang tua, menjaga kesehatan si kecil seolah menjadi keharusan, termasuk memberi makan. Sakit bukan pengecualian walaupun memang faktanya tak mudah menyuapi bayi yang sedang tak enak badan. Tenang, saja beberapa resep bubur bayi 6 bulan diperuntukkan khusus untuk kondisi tersebut.

Lidah pahit, kepala pusing, dan badan begitu lemas membuat bayi gampang gelisah. Tekanan yang berat memang mampu picu pertengkaran diantara kedua insan yang saling mencintai sekalipun. Namun, orang tua tidak sebaiknya marah-marah atau kesal dengan satu sama lain, karena suasana yang tidak menyenangkan hanya memperburuk kondisi si kecil baik mental maupun fisik.

Pikir dengan kepala dingin merupakan pepatah yang terdengar mudah namun sulit dilakukan. Apalagi, bila orang tua jarang sekali membaca, raungan buah hati disertai badan yang lelah kian persempit kreativitas ayah bunda dalam menangani bayi yang sedang sakit. Bahkan, menyuapi bayi di kala sakit kerap jadi tantangan tersendiri yang buat orang tua semakin gelisah.

Hadapi bayi sakit saja sudah cukup ribet. Apalagi kalau si kecil baru menginjak usia 6 bulan, pasti tambah memeras otak. Berbeda dengan bayi usia lain, ada seni tersendiri untuk hadapi bayi 6 bulan. Pasalnya, bayi dibawah 6 bulan biasanya hanya butuh air susu ibu dan bayi diatas 6 bulan sudah mampu konsumsi beragam bahan makanan dengan mudah.

Karateristik makan bayi 6 bulan terbilang unik. Pada usia inilah bayi tidak kenyang sekedar diberi air susu ibu. Di saat bersamaan bayi usia tanggung tidak juga senang bila diminta konsumsi makanan di luar payudara bunda. Rasa takut akan hal baru yang biasa dijumpai pada diri bayi buat dirinya kesulitan untuk menerima hal baru yang ada sepanjang mata memandang.

Harap diketahui, tidak ada yang salah dengan diri ayah bunda. Bayi terkadang menolak makan karena memang dirinya kurang nyaman. Walaupun orang tua sudah berhasil menyuapi dirinya tanpa ada fese protes, tidak ada jaminan hal yang sama terjadi di kala demam menyerang. Tidak hanya disebabkan lidah yang sedang terasa super pahit, namun pencernaan si kecil juga cukup terganggu. Kok bisa?

Pada saat flu, demam, atau pilek menyerang, fokus daya tahan tubuh berubah. Lapisan pencernaan ditinggal sendirian untuk menghadapi beragam makanan. Lambat tapi pasti, ada masa dimana energy pencernaan diserap fungsi tubuh lain sehingga dirinya tak bisa bertahan. Otomatis, makanan yang seharusnya tidak menimbulkan reaksi tertentu, malah menjadi biang keladi tambahan rasa sakit. Belum lagi, kalau disertai mual dan muntah tanpa henti.

Demam atau sejenisnya pada bayi 6 bulan buat tubuh malas bergerak. Bayangkan saja bayi yang seharusnya aktif sepanjang hari, sampai tidak mau dibawa tidur mendadak begitu tenang sampai cenderung tidak mau bergerak. Sama hal dengan orang dewasa, si kecil tidak hanya ogah menggerakkan kaki dan tangan, mengkunyah makanan yang masuk saja rasanya super malas. Jangan heran kalau bubur bayi langsung ditelan tanpa proses ‘kunyah’ terlebih dahulu.

Tekstur makanan yang masuk seharusnya memenuhi standard tertentu agar kinerja pencernaan lebih baik dan tahan lama. Ibarat mesin penghancur, akan jauh lebih mudah uraikan benda yang sudah hancur berkeping-keping dibanding benda solid yang kokoh. Pencernaan juga demikian. Alasan kenapa manusia diberi kemampuan mengkunyah adalah memastikan ketika makanan masuk ke dalam tubuh sudah dalam kondisi siap cerna alias halus.

Orang tua yang tidak mengetahui fakta tersebut kadang menghiraukan jalan lain untuk memasukkan makanan ke dalam mulut buah hati. Menyodorkan makanan dengan sendok disertai nada memelas dan memohon di tiap suapan seolah jadi langkah favorit menyuapi bayi. Padahal, kadang masalah tidak terletak pada bunda atau ayah sendiri melainkan tekstur makanan bayi. Sudah tahu bayi malas mengkunyah, dan membuka mulut masih saja dimintai tolong.

Cairan merupakan subtansi paling patut diacungi jempol 2 dalam dunia kuliner di muka bumi ini. Tidak ada substansi lain yang cukup padat, namun tetap fleksibel masuk ke segala tempat selain air. Wajar saja, gas terlalu lemah dan tidak bisa dipegang, dan padat memang tersentuh indera perasa namun terlalu keras. Inilah alasan kuat untuk selalu memberikan tekstur cair maksimal bila kuman serang buah hati ayah bunda.

Bubur ‘kan sudah cair.

Pikiran diatas boleh-boleh saja terbesit di pikiran ayah bunda. Namun bubur seperti tim yang umum dikonsumsi bayi lokal punya tekstur setengah padat. Butiran nasi menonjol diatasnya buat bayi harus mengkunyah kendati hanya sebentar. Tetap saja, namanya badan lemah dan malas sebaiknya diberi kemudahan.

Memasak bubur hingga lama dan cair bisa bantu ringankan tanggung jawab memberi makan. Orang tua bisa menghidangkan bubur dalam botol bayi dan biarkan si kecil ‘makan’ sendiri hingga dirinya tertidur. Tidak hanya mudah dicerna, memberi makan dengan dot di kala sakit jauh lebih menenangkan dibanding sendok.

Gizi dan nutrisi sangatlah penting untuk mempercepat kesembuhan si kecil. Nasi tim masih boleh, tapi ada alternative yang lebih baik. Pakai resep bubur bayi 6 bulan dengan bahan kaldu ayam untuk percepat proses kesembuhan, mengingat kaldu ayam kaya akan nutrisi dan gizi.(HN)

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply