Negara Dengan Cuti Melahirkan Terbaik Yang Pasti Bikin Iri

Negara Dengan Cuti Melahirkan Terbaik Yang Pasti Bikin Iri

Negara manapun pasti ingin membahagiakan rakyatnya. Tak jarang, demi mempertahankan keturunan warga asli, kelonggaran bagi pasangan yang sedang berusaha mendapatkan buah hati diberi kelonggaran. Seperti yang banyak orang tahu, membesarkan anak bukan perkara sepele, maka dari itu faktor cuti melahirkan sering dilirik bila memang banyak pilihan pekerjaan yang mau menerima ayah bunda.

Kualitas mental seseorang tidak seratus persen berasal dari lingkungan. Masa kecil justru menentukan bagaimana karakter seseorang nantinya. Orang tua memegang tanggung jawab pertama dan utama dalam membesarkan si kecil. Tidak hadirnya orang tua sebagai manusia pertama yang anak percaya tentu akan berat ketika dirinya sudah beranjak dewasa. Kondisi akan semakin parah jika orang tua sebenarnya mampu menghabiskan waktu bersama si kecil namun memilih cari uang.

Era modern tidak terbilang gampang. Banyaknya tuntutan dan kenaikan standard hidup memaksa banyak orang untuk tetap bangun dan bekerja setiap harinya. Orang tua yang terus bekerja bukan berarti orang tua yang buruk, toh, pada akhirnya memang hanya inilah yang bisa dilakukan guna memberi fasilitas rumah tangga termasuk si kecil yang layak.

Daftar negara terbaik untuk orang tua berikut ditimbang dari kebijakan cuti melahirkan. Secara tidak langsung pemerintah sadar, di saat ekonomi bukan lagi sesuatu yang perlu dikembangkan, melainkan musti dipertahankan, maka kualitas penduduknya perlu ditingkatkan. Penasaran negara mana saja? Langsung saja, ini dia beberapa penduduk beruntung:

1. Finlandia
Terakhir kali mendengar Finlandia, pasti terpikir sistem pendidikannya. Tak dapat dibantah, Finlandia termasuk negara yang berhasil dapatkan penghargaan pendidikan terbaik. Kesadaran akan pentingnya setiap jenis kecerdasan anak, dan keraguan atas relevansi hasil test kepintaran dalam mengukur prestasi, sukses membawa senyum anak Finlandia.

Pemerintah Finlandia tidak berhenti sampai disitu saja. Demi kesejahteraan masa kecil warga Finlandia, ayah dan ibu mendapat jatah cuti selama 8 minggu penuh. Hebatnya lagi, selama dua puluh tiga hari, ayah dan bunda diperbolehkan gantian cuti supaya lebih fokus pada buah hati. Kebijakan ini berlangsung hingga anak masuk sekolah.

2. Norwegia
Pemerintah Norwergia memang cukup fleksibel apalagi kalau sudah menyangkut orang tua. Berbeda dengan Firlandia, Norwergia fokus pada bunda dibanding ayah. Dimana, jatah cuti usia bersalin bunda jauh lebih banyak dibanding ayah.

Ayah hanya boleh meninggalkan pekerjaan selama sepuluh minggu, bahkan tak ada kewajiban bagi kaum pria untuk menikmati jatah ‘libur’ tersebut. Lain cerita dengan bunda yang dipersilahkan fokus pada si kecil selama lebih dari sepuluh minggu. Tentu saja syarat dan ketentuan berlaku, bila bunda memilih cuti tiga puluh lima minggu, maka gaji tak akan berkurang, sedangkan kalau ambil empat puluh lima minggu bunda dibayar delapan puluh persen.

3. Iceland
Kesadaran akan tingkat pendidikan, dan luasnya informasi, membuat empansipasi wanita kian meningkat. Aktivis pejuang kesetaraan gender bertujuan memastikan kaum adam dan hawa punya kesempatan yang sama dalam bidang apapun, dan kapanpun. Iceland merupakan salah satu negara yang cukup bijak dalam kesetaraan gender.

Baik ayah maupun bunda mendapat jatah cuti untuk urusan anak dalam tingkat yang sama yakni 3 bulan, tidak lebih dan tidak kurang. Syaratnya tentu saja, setiap cuti, gaji yang diterima hanya delapan puluh persen dari gaji total, tapi lumayan, ‘kan. Kalau sudah begini sih, tinggal bagaimana ayah dan bunda mengatur jadwal supaya keduanya bisa fokus menjaga si kecil.

4. Hungaria
Negara yang cukup jarang terdengar di tanah air adalah Hungaria. Kendati demikian, Hungaria tetap patut diberi tepuk tangan atas kebijakan cuti yang bisa terbilang efektif namun masih diterima oleh pemilik bisnis. Seperti apakah?

Hungaria punya peraturan, ayah mendapat gaji seminggu penuh, ‘palu’ diketuk setelah bunda memutuskan untuk cuti. Bahkan jatah bunda untuk pergi dari kerja selama dua puluh empat minggu, masih ditambah seratus lima puluh enam hari yang bisa dibagi dengan suami. Tak puas, Hungaria bahkan memberikan tunjangan tetap. Wah, menimbang fasilitas macam itu sih, gaji hanya dibayar tujuh puluh persen sepertinya bukan masalah besar.

5. Swedia
Pemilik ibukota Stockholm ini termasuk memanjakan warganya yang berani mengambil resiko punya anak, lho. Biasanya, cuti untuk membesarkan lebih berfokus pada bunda. Wajar saja, air susu dan kelembutan tangan cenderung dimiliki perempuan. Uniknya, pemerintah Swedia berpendapat lain.

Kedua orang tua mendapat jatah cuti selama empat ratus delapan puluh hari. Nilai tambah Swedia adalah bonus sembilan puluh hari yang ditunjukkan untuk kaum pria. Kebijakan tersebut mempertimbangkan betapa sempit waktu ayah untuk bersama dengan si kecil kalau semua perhatian dan tanggung jawab mengurus anak malah ditekankan pada ibunda saja.

6. Estonia
Biasanya, kalau bahas Eropa, pasti yang terpikir pertama adalah Paris, Itali, atau mungkin Belgia. Padahal, masih banyak negara-negara kecil yang mengelilingi Eropa, salah satunya Estonia. Ya, Estonia memang jarang berkumandang di negara Asia. Tapi, kalau masalah orang tua dan anak, Estonia bisa bikin iri berat.

Sekilas masih biasa aja, hanya empat ratus tiga puluh lima hari untuk cuti, tapi sebetulnya nikmatnya jadi orang tua di Estonia tidak hanya berhenti di situ. Tak mau kalah dengan tetangganya, atau negara Firlandia, Estonia fokus pada tunjangan. Kalau dihitung rata-rata, tunjangan cuti melahirkan Estonia setara dengan dua kali nilai gaji orang tua.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply