MPASI Instan Bergizi Paling Bagus Untuk Si Kecil

MPASI Instan Bergizi Paling Bagus Untuk Si Kecil

MPASI instan bergizi yang berbentuk bubur organik makanan bayi pendamping ASI memang sangat banyak dijual pada swalayan maupun supermarket. Namun Anda tidak bisa sembarangan memberikan bubur bayi MPASI untuk si kecil, terutama jika ia belum punya pengalaman dengan makanan instan padat sebelumnya. Selain faktor jumlah, jenis makanan pendamping ASI yang Anda berikan pada bayi juga harus Anda perhatikan, sebab kebutuhan makanan padat bayi berbeda-beda, tergantung dari usia dan aktivitas hariannya.

Selain itu, Anda juga perlu mencermati adanya gejala ketidakcocokan, intoleransi ataupun alergi yang dialami bayi Anda. Untuk kali ini kami akan membahas tentang mengenai merk bubur bayi organik terbaik tepatnya bubur instan MPASI sebagai makanan pendampin ASI. Makanan bayi yang paling utama adalah ASI. Semua gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi telah terkandung di dalamnya, khususnya bagi bayi dengan usia di bawah 6 bulan.

Kandungan yang kaya akan nutrisi dan gizi ini tidak dapat tergantikan oleh susu forumula, meskipun harganya paling mahal sekalipun.  Itulah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita semua. Pemberian ASI eklsusive diberikan kepada bayi hingga bayi mencapai usia 6 bulan, artinya selama 6 bulan bayi tidak perlu memerlukan tambahan pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

MPASI Instan Bergizi Untuk Bayi 6 Bulan

Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan pada makanan yang dinamakan makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian ASI. Mengenai menu makanan yang baik untuk dijadikan sebagai makanan pendamping. banyak bayi yang berusia kurang dari 6 bulan diberikan makanan selain ASI. Sebagai penggantinya para ibu memberi bayi mereka dengan susu formula.

Memang tidak ada pilihan lain kecuali melakukan hal tersebut, namun tidak susu formula tersebut dapat memenuhi semua kebutuhan bayi sebaik ASI. Nah, untuk menutupi hal tersebut maka diperlukan makanan pendamping. Namun, hal ini juga tergantung sensitivitas dan daya tahan sistem pencernaan dari bayi itu sendiri. Karena, banyak kasus bayi belum bisa mencerna makanan pendamping tersebut di bawah usia 6 bulan.

Maraknya berita mengenai bubur bayi sebagai makanan pendamping ASI atau MPASI yang tak memiliki izin BPOM membuat sebagian besar orang tua ibu dalam pemilihan makanan untuk anaknya. Pasalnya, makanan bayi yang beredar tersebut tidak melalui uji lab kelayakan pangan dan dikatakan juga mengandung bakteri e coli yang berbahaya untuk balita. Untuk itu, Anda sebagai ibu tentunya sangat perlu mencermati kandungan yang ada di dalam makanan bayi yang dijual di pasaran.

Tidak ada larangan bagi Anda untuk membeli makanan bayi dalam bentuk instan. Namun sebaiknya Anda perlu waspada dalam pemilihan produk bayi dan kandungan yang ada di dalamnya.  Jika Anda termasuk ibu yang lebih senang dengan hal yang praktis maka makanan bayi jenis instan biasanya menjadi pilihan yang utama. Sudah banyak jenis makanan untuk bayi dengan berbagai varian rasa yang mudah ditemukan di supermarket, warung, maupun toko.

Banyaknya merek produk yang menjual MPASI dengan berbagai varian rasa ini tentunya harus melalui uji lab dan uji kelayakan untuk dikonsumsi oleh balita. Hasil uji lab tersebut biasanya akan dikeluarkan oleh pihak BPOM sebagai aparatur negara yang menjamin layak atau tidaknya suatu makanan untuk dikonsumsi masyarakat. Akan tetapi dibalik amannya suatu produk, Anda masih perlu memperhatikan kandungan yang ada di dalamnya.

Makanan yang mengandung kadar gula dan lemak yang cukup tinggi tentunya tidak baik untuk buah hati Anda. Anda bisa membandingkan angka kecukupan gizi dan kadar bahan lainnya yang terkandung di dalam MPASI tersebut yang biasanya tercantum di bagian box bungkus produk. Makanan yang instan memang kebanyakan lebih disukai oleh balita Anda ketimbang MPASI yang Anda buat sendiri.

MPASI Instan Bergizi Buatan Sendiri

Makanan instan tentunya bisa lebih awet bertahan dalam beberapa waktu sesuai dengan tanggal kedaluwarsanya karena ada kandungan bahan pengawet di dalamnya. Bahan pengawet tersebut salah satunya periksa rasa yang diklaim sebagai MSG.  Dengan catatan diberikan dalam batas yang wajar atau normal dan dengan cara yang sesuai dengan anjuran.

Sebenarnya ada atau tidaknya kandungan MSG yang ada di dalam produk makanan balita masih membingungkan. Tekstur makanan yang berupa tepung dengan sistem pembuatan freeze dryning juga bisa membuat suatu makanan bisa awet bertahan hingga berbulan-bulan. Akan tetapi, ada pula produk MPASI yang tidak mengandung bahan pengawet yang telah teruji kelayakan BPOM.

Sedangkan MPASI yang Anda buat sendiri di rumah untuk buah hati Anda, tentu MPASI rumahan lebih menyehatkan karena dari segi sanitasi dan kebersihan memang lebih terjamin. Akan tetapi yang perlu Anda perhatikan saat balita Anda tidak menyukai masakan yang Anda buat, coba perhatikan dengan cara masaknya. Memasak makanan untuk bayi di rumah memang lebih higienis, tetapi jika salah memasakanya maka kandungan lauk pauk dan gizinya bisa hilang.

Jadi, perlu untuk Anda memerhatikan metode memasak dan jenis sayuran dan buah yang akan diolah. Sudah tepat atau belum dalam memadukan sayuran satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, biasanya jika Anda tidak memberikan variasi kandungan pada MPASI yang Anda olah sendiri di rumah juga bisa berpengaruh pada kurangnya pemenuhan kebutuhan gizi Si Kecil. Berbeda dengan MPASI instan bergizi yang biasanya akan lebih dicampurkan berbagai gizi dalam satu makanan padat yang disajikan.

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply