Cara Minimalisir Stres pada Ibu Hamil

Cara Minimalisir Stres pada Ibu Hamil

Stres pada ibu hamil bukan hal aneh lagi. Hormon kehamilan yang begitu deras menyerang bunda buat keseimbangan emosi sulit stabil. Akibatnya, bunda mampu merasa marah, sedih, dan mendadak bahagia tanpa alasan yang jelas. Mood swing alias perubahan suasana hati secara mendadak saja sudah berbahaya, terlebih bila sindrom baby blue menyerang.

Baby blue syndrome adalah kondisi dimana bunda kehilangan kepercayaan diri sebagai calon ibu. Memang, merawat bayi tidaklah mudah, namun di saat menunggu kelahiran janin, fakta tersebut begitu mencengkram kebahagiaan bunda. Apalagi jika bunda tidak mampu melepaskan diri dari jerat kekhawatiran yang kian mempersempit ruang di dalam hati, pastilah stress muncul tanpa permisi.

Emosi tak beraturan bukan mustahil untuk dikendalikan. Dengan pola hidup sehat ibu hamil dapat dipastikan atau paling tidak stress terminimalisir. Ingat, manusia punya kekuatan yang luar biasa untuk merubah nasib apabila terus berusaha. Bicara mengenai usaha, berikut ini daftar 10 hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi stress baby syndrome:

  • Traktir diri sendiri

Alasan manusia senang berbelanja adalah adanya kepuasan memenuhi suatu keinginan. Jangan salahkan beberapa orang yang terjebak dalam lingkaran shopaholic atau masalah psikologis dimana belanja merupakan kegiatan yang cukup primer. Namun, dengan kadar yang tepat, berbelanja akan menimbulkan kebahagiaan yang pas.

Ayah dapat membantu bunda dengan berbelanja. Supaya tidak berakhir kantong kering, ada baiknya menghitung pemasukan dan jatah bulanan. Usahakan lokasi perbelanjaan seusai dengan kondisi kantong. Bahkan, supaya lebih hemat, sekalian saja beli peralatan bayi dan baju kehamilan, sehingga uang tak terbuang sia-sia.

  • Coba terapi relaksasi

Pijatan dan sentuhan secara fisik telah terbukti memberikan efek tenang. Bahkan sejak bayi sekalipun, konsep satu ini telah berlaku dengan baik. Ambil contoh saja, bayi senang menghisap jempol bukan tanpa sebab, melainkan dirinya merasa tidak aman sehingga isapan jempol adalah bentuk pertahanan.

Tawaran servis pijat sebaiknya tidak dibuang sia-sia. Berhubung penyebab stress ada beragam, tentu diri sendiri harus kreatif dalam mengatasinya. Minimal cobalah memijat kaki di pusat relaksasi favorit dan rasakan bedanya.

  • Uang bukan segalanya

Salah satu tekanan berat di masa kini adalah barang material. Akibatnya uang menjadi target hidup utama. Banyak bunda merasa dirinya tak akan cukup mampu menangani bayi hanya karena suami atau diri sendiri tidak menghasilkan uang berjuta-juta. Meski pada kenyataannya uang bukan segalanya.

Kasih sayang jelas tidak tergantikan, meskipun ada benarnya bila membeli alat bantu bisa membuat perubahan. Walaupun, bukan berarti jatah belanja keperluan bayi yang besar akan menentukan keberhasilan perawatan bayi. Toh, saat ini sudah banyak tips merawat bayi yang murah beredar di dunia maya.

  • Jalan raya bagai neraka? Terus terang!

Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan kota-kota besar lainnya cenderung macet. Padatnya dan tingginya mobilitas penduduk membuat kendaraan baik roda dua maupun empat turun ke jalan. Bisa jadi, salah satu pemicu stress babyblue adalah padatnya jalanan. Kalau memang bunda harus berangkat setiap pagi dengan jalanan yang demikian padat, ada baiknya terus terang kepada atasan demi minta kelonggaran.

  • Orang tua sempurna adalah unicorn

Kuda bertanduk satu yang biasa disebut unicorn memang mahluk fana yang sulit ditebak keberadaannya. Bahkan, masyarakat jaman kini dengan mantap asosiasikan mitos dengan Salah satu mitos pembangkit baby blue syndrome adalah tuntutan orang tua sempurna.

Senyum manis di sampul majalah, dan beragam kutipan ‘emas’ seputar orang tua dan bayi bukanlah hal nyata. Orang tua sempurna nyaris tidak ada, semua pasti memiliki kekurangan. Tidak perlu berkeluh kesah apabila merasa selalu ada yang kurang dari diri orang tua, toh, pada akhirnya ketidakpercayaan diri bisa jadi motivasi. Kendati demikian, jangan sampai terbawa perasaan hingga emosi tertekan.

  • Masuki kelas kehamilan

Ilmu merupakan aset paling berharga dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya ilmu, dapat dipastikan bahwa resiko salah akan sangat besar. Memang, sebelumnya dijelaskan tidak ada orang tua yang sempurna, meskipun bukan berarti ayah bunda harus pasrah. Gali ilmu lebih dalam mengenai kehamilan dan bayi dengan daftarkan diri dalam kelas-kelas yang bermanfaat.

  • Rutin olahraga

Olah raga bukan sekedar membuang tenaga dan uang. Justru dengan olahraga tubuh lebih siap hadapi kehamilan. Tambahan pula, bahwa olahraga terbukti membuang racun, kurangi stress, dan menambah lingkar pertemanan.

  • Komunikasi dengan pasangan

Fondasi hubungan, tak lain dan tak bukan adalah komunikasi. Tanpa keduanya, sangatlah sulit bagi laki-laki dan perempuan untuk bertahan. Kehamilan, dipenuhi tantangan yang berliku-liku sehingga memerlukan kepercayaan dan pemahaman dari kedua belah pihak. Meski membicarakan perasaan tidak selalu mudah, namun usahakan untuk menjaga komunikasi yang baik antar keduanya.

  • Perhatikan menu makan kehamilan

Otak dan makanan ternyata memiliki hubungan erat. Salah satu penyebab gangguan mental pada seseorang adalah ketidakseimbangan kimia dalam otak. Belum lagi, gizi yang tidak seimbang akan menganggu fungsi tubuh termasuk pikiran. Tidak hanya demi janin, namun demi kesehatan emosi bunda sendiri.

Lucu tapi ironis, meski Indonesia kaya akan alam, tidak menutup kemungkinan penduduk tanah air tercukupi gizi 100 persen. Usahakan untuk selalu mencatat pemasukan gizi bunda, lengkap dengan makanan yang dikonsumsi. Konsultasikan dengan dokter bila memang perlu, hal yang dianggap remeh bisa jadi pemicu stres pada ibu hamil terbesar.(HN)

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply