Merangsang Kecerdasan Anak Bukan Untuk Membuat Si Kecil Cepat Belajar

Merangsang Kecerdasan Anak Bukan Untuk Membuat Si Kecil Cepat Belajar

Setiap orang tua pasti ingin sekali merangsang kecerdasan anak. Pasti sangat membanggakan jika ibu memiliki anak yang cerdas, terutama ketika ia sudah masuk usia sekolah.

Namun, apakah itu artinya sang buah hati ibu akan mampu untuk belajar hal-hal yang baru dengan cepat? Apakah dengan merangsang otak anak bisa membuatnya berprestasi di sekolah, mengalahkan anak-anak yang lainnya? Ternyata tidak.

Kesalahan fatal yang selama ini dipahami oleh masyarakat adalah bawasannya kecerdasan anak itu diukur dari bagaimana ia cepat mempelajari hal yang baru. Para pakar perkembangan anak mengatakan bukan itu tandanya. Merangsang kecerdasan bertujuan agar anak terus berkembang dan terus belajar sesuai dengan ritme yang alami.

Ini harus dipahami oleh semua orang tua. Ibu pasti pernah lihat anak yang ketika masih kecil sangat cerdas namun ketika sudah dewasa prestasinya menurun. Hal tersebut bisa juga disebabkan oleh kesalahan orang tuanya yang menekan anak tersebut agar belajar dengan cepat ketika masih kecil. Akibatnya, ia akan kehilangan ritme belajarnya ketika dewasa nanti.

Jadi, tujuan merangsang kecerdasan anak adalah agar anak menemukan ritme belajar sehingga ia berkembang secara terus menerus. Dalam hal ini, peran ibu sebagai orang tua sangatlah penting. Lalu apa yang seharusnya ibu lakukan?

Emosi Menjadi Perangsang Kecerdasan Anak

Ini bukan emosi dalam arti negatif. Dalam hal ini, emosi di sini diartikel keterikatan emosional antara ibu sebagai orang tua dengan sang buah hati. Jika ibu berhasil menjalin ikatan emosi dengan anak, maka perkembangan kecerdasan anak akan semakin optimal.

Ibu sebaiknya lebih sering membangun ikatan dengan sang buah hati. Buatlah diri ibu berada di dalam dunia sang buah hati. Jika ia sedang bermain, ikutlah terlihat dan beraktinglah seperti yang diharapkan oleh anak. Ini cara yang paling mudah untuk membangun ikatan emosi antara ibu dan anak.

Tidak itu saja. Segala respon yang ibu berikan akan menentukan seberapa kuat jalinan ikatan emosional antara ibu dan anak. Bagaimana ibu menggunakan kontak mata, merespon ucapan sang buah hati, dan hal-hal kecil lainnya sangat mempengaruhi ikatan yang ibu buat. Dan semakin kuat ikatan yang ibu buat, maka rangsangan kecerdasan anak akan semakin kuat pula.

Biarkan Si Kecil Mencoba

Ada ungkapan yang mengatakan bawasannya pengalaman adalah guru yang terbaik. Ini memang benar. Balita usia 3 tahun sangat potensial sekali. Pasalnya, pada usia tersebut, jaringan sel otak muncul dalam jumlah hingga jutaan. Hanya saja, percuma jika jaringan tersebut tidak dikembangkan.

Untuk mengoptimalkan perkembangan saraf di usia emas balita 3 tahun tersebut, ibu perlu memberikan banyak sekali pengalaman. Mulailah mengajak anak untuk melakukan hal yang baru. Ajari naik sepeda. Ajak si kecil ke perpustakaan, museum, kebun binatang, dan tempat yang menarik lainnya. Buat si kecil mencoba olahraga baru seperti berenang, walk climbing, dan lain seterusnya. Dengan terus mencoba, maka ia akan memiliki pengalaman. Dan pengalaman inilah yang membuat otak berkembang.

Permainan Edukatif

Sebenarnya ibu tidak perlu membelikan banyak sekali makanan. Ibu hanya perlu memilihkan permainan yang sesuai dengan perkembangan sang buah hati.

Atau ibu bisa cari aktivitas sederhana yang juga merupakan jenis permainan edukatif. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara merangsang kecerdasan anak. Dapatkan ide aktivitas tersebut di situs www.friso.co.id.

Sebaiknya ibu tahan dulu untuk tidak memberikan gadget seperti handphone, kecuali memang ada hal yang menarik dan menjadi bakat si kecil yang ada pada gadget tersebut. Jika gadget yang digunakan untuk bermain game saja, sebaiknya si kecil tidak perlu diberi gadget. Kebanyakan gadget membuat anak tidak aktif dan akhirnya memperlambat tumbuh kembangnya. Atau, ibu bisa memperbolehkan anak bermain game di gadget asalkan ibu memberikan batasan kapan dan lama waktu yang ibu perbolehkan bagi anakĀ  untuk bermain game gadget.

Hargai Usaha Anak

Apapun yang dilakukan si kecil untuk mencoba atau mempelajari hal yang baru, beri penghargaan. Setidaknya ibu bisa memberikan pujian terhadap usaha yang sudah ia lakukan. Jika memang diperlukan, ibu bisa memberikan hadiah kecil agar anak semakin semangat lagi untuk belajar dan belajar lagi.

Akan tetapi, ibu tidak boleh terlalu sering memberikan hadiah. Dikhawatirkan anak hanya cenderung termotivasi untuk mendapatkan hadiah, bukan terus mempelajari hal yang baru. Sesekali berilah ia hadiah. Namun, sesering mungkin ibu harus menghargai usaha sang buah hati dengan cara memberikan ucapan selamat atau sekedar pujian.

Tentu masih banyak hal lagi yang bisa dijadikan rangsangan untuk perkembangan anak. Hanya saja, yang tak kalah penting adalah bagaimana ibu memenuhi kebutuhan nutrisi harian sang buah hati. Percuma saja jika ibu melakukan rangsangan dari luar namun kebutuhan nutrisi untuk perkembangan otak tidak tercukupi. Nutrisi juga sangat penting. Ibu bisa memilihkan susu balita yang terbaik untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian si kecil tercukupi. Selanjutnya, ibu bisa memikirkan menu makanan bergizi yang harus ibu siapkan setiap hari untuk sang buah hati.

Parenting atau ilmu tentang membesarkan anak memang sangat penting. Ibu tidak perlu belajar tentang teori. Ibu hanya perlu mempelajari secara teknis apa saja yang harus ibu lakukan untuk memaksimalkan perkembangan anak. Dan yang paling penting adalah bagaimana ibu bisa merangsang kecerdasan anak.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply