Meningkatkan Kecerdasan Anak Lewat Permainan

Meningkatkan Kecerdasan Anak Lewat Permainan

Kemampuan otak telah menjadi aset berharga di era modern. Robot, gadget, dan beragam teknologi masa kini seolah menyita sebagian besar pekerjaan yang mengandalkan otot. Inilah mengapa, temukan langkah meningkatkan kecerdasan anak menjadi topik menggiurkan di kalangan orang tua.

Tidak banyak anak yang senang duduk manis dan mendengarkan deretan fakta yang sudah disediakan pengajar. Kaki kecilnya hanya ingin melihat dunia luar, memilih kegiatan yang di sukai. Wajar saja, di kala masih berumur bayi, badan tak mampu bergerak bebas. Ketika akhirnya kemampuan diperoleh, terang saja dirinya tidak mau berdiam diri di rumah saja.

Memaksakan kehendak orang tua pada buah hati bukan tindakan yang tepat. Pasalnya, rasa benci bisa tumbuh dalam diri anak kecil. Toh, pada dasarnya masa muda penuh pemberontakan, tentunya sangatlah penting bila ayah bunda benar-benar pertimbangkan alternatif melatih otak anak di luar duduk manis berjam-jam.

  • Balok

Siapa bilang kalau latihan otak anak selalu butuh setumpuk uang dan aliran dana tak terbatas? Ketika kreatifitas sudah merajalela, apalah arti materi. Inilah mengapa justru mainan terbaik bagi anak kecil adalah balok, dan bukan figur mini terkenal atau semacamnya.

Permainan balok tersedia dalam berbagai ukuran dan warna. Dimana kulit bayi pasti bisa rasakan setiap inci perbedaan bentuk. Tinggal bagaimana bayi menata adalah urusan isi imajinasi. Nah, dengan mengenal dan mencoba eksekusi ide dalam kepala, sebetulnya setiap inci saraf otak terus bertukar informasi. Ingat, bagi anak kecil, menyusun balok tidak semudah membalik telapak tangan.

  • Cari objek

Pemandangan yang indah seolah jadi daya tarik tersendiri ketika berkelana. Otak sendiri seolah menyapu jalanan dan merekam setiap inci yang diperoleh visual. Meskipun, pada akhirnya pikiran melupakan beberapa detil pemandangan. Ini menjelaskan mengapa sebagian besar orang hanya mampu ingat gambaran besar.

Tidak perlu menjadi rata-rata kalau memang ingatan bisa dilatih kuat. Caranya cukup mudah, bahkan hanya bermodal mata dan pemandangan. Dua komponen, yang sebagian manusia sudah peroleh dari maha pencipta. Permainan berlangsung dengan orang tua minta anak tunjukkan objek yang diminta secara bergantian sampai keduanya dapatkan objek yang diminta.

Awalnya mungkin, pilih objek yang tidak terlalu kecil. Dalam artian, sekilas pandang saja anak bisa ditemukan. Setelah beberapa tahap, barulah orang tua mengganti target yang lebih kecil. Misalkan saja, saat berjalan di taman, pada tingkat pertama anak diminta mencari pohon, barulah di tahap kedua objek yang diminta adalah buah yang bertengger di pohon.

  • Tantangan barang

Penelitian terbaru membuktikkan terdapat hubungan antar aktivitas gerak dengan fungsi otak. Dalam artian, semakin sering tubuh bergerak maka kinerja otak semakin cepat. Hal ini tentu menjelaskan kenapa orang sukses punya kebiasaan hidup sehat. Memang, dengan badan yang bugar maka kemungkinan besar otak akan bekerja dengan baik.

Berhubung anak sudah mampu lakukan loncatan, lari, merangkak, dan berjalan, patut rasanya kalau ayah bunda memulai sesi olahraga. Tidak perlu namanya menyewa tempat kebugaran, menata perabot dengan cara berbeda saja sudah cukup sediakan ruang bagi si kecil untuk bersenang-senang. Kalau tidak ingin ribet, ayah bunda bisa menyatukan kekuatan dan merancang tempat olahraga dari kardus bekas.

Mungkin tidak perlu secanggih alat treadmill atau area basket mini. Tekuk saja kardus seperti gerbang supaya anak bisa merangkak, kemudian meloncati tumpukan kardus. Ada beragam cara menuju roma, orang tua hanya perlu sentuhan kreativitas.

  • Puzzle

Permainan paling klasik kalau sudah menyangkut otak. Ya, puzzle telah dimainkan anak dari beragam negara, dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Secara umum puzzle sendiri dirancang dalam berbagai tingkat, mulai yang paling mudah yakni tipe puzzle gambar besar, hingga yang paling sulit alias puzzle non gambar yang berarti putih polos.

Otak akan menyalakan beragam fungsi saat bermain puzzle. Mengingat susunan puzzle tidak hanya butuh logika berpikir, letak tata ruang, dan sebagainya, tentu pikiran si kecil seolah dipaksa olah raga. Tapi, hasilnya bisa jadi sangat maksimal dengan kondisi buah hati olahraga otak sesering mungkin menggunakan puzzle.

  • Susun Menara

Siapa bilang kalau menyusun bangunan semudah membalik telapak tangan?
Permainan menyusun objek, entah dengan menggunakan balok, buku, dan semacamnya dengan tujuan menumpuk setinggi mungkin sehingga serupa dengan bentuk bangunan. Menyusun bangunan berarti membutuhkan pemahaman akan keseimbangan, dan tata letak.  Orang dewasa sekalipun belum tentu mahir dalam susun menyusun objek sampai mencapai tempat tinggi.

Sediakan saja balok kotak, atau mungkin benda yang dapat disusun tapi tidak berbahaya. Awalnya orang tua harus ikut bermain bersama si kecil, mengingat anak belum tentu langsung paham permainan yang ada di depannya. Berikan pujian berupa tepuk tangan atau senyum manis setiap kali si kecil berhasil menyusun dengan baik.

  • Sambung cerita

Berbagi cerita seolah jadi bagian hidup terbesar manusia dalam lingkup komunikasi. Bahkan, tak jarang orang tua melakukan sesi dongeng bersama anak. Jangan salah, kegiatan mendongeng sangat mungkin mendongkrak perkembangan otak si kecil. Sesi dongeng bersama anak bisa dibentuk permainan, lho.

Caranya cukup mudah, orang tua cukup bertanya pada anak apa kelanjutan suatu kalimat. Misalkan ‘budi pergi ke pasar bertemu..’ berhenti sampai disitu saja dan biarkan si kecil melanjutkan sesukanya. Dengan mencoba mengkaitkan pendapat diri dengan materi yang tersedia dapat meningkatkan kecerdasan anak secara perlahan tapi pasti.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply