Mengapa si Kecil Susah Makan? Ayo, Kenali Penyebabnya

Mengapa si Kecil Susah Makan? Ayo, Kenali Penyebabnya

Makanan merupakan sumber utama nutrisi bagi tubuh baik bagi orang dewasa, remaja, maupun anak-anak. Kekurangan nutrisi yang penting bagi tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit, menghambat proses pertumbuhan, mengurangi kemampuan otak untuk bekerja maksimal, dan sebagainya. Oleh karena itu, usia kanak-kanak merupakan titik penting bagi Bunda untuk mencukupi kebutuhan gizi sang buah hati. Sayangnya, tidak semua anak mudah diberi makan. Ada-ada saja tingkahnya, seperti dilepehkan maupun di-emut dan didiamkan di mulut. Bunda, untuk mengatasi permasalahan yang ada, lebih dahulu kenalilah penyebab si kecil susah makan.

Anak sedang merasa tubuhnya tidak enak

Bunda pernah melihat anak-anak yang sedang sakit tetap berselera makan dan tidak rewel? Kebanyakan orang pasti akan menjawab tidak pernah. Remaja dan orang dewasa saja bisa hilang selera makan saat sedang sakit, apalagi bagi anak-anak. Salah satu penyebab si kecil susah makan karena ia merasa kurang atau tidak nyaman pada tubuhnya, misalnya sedang mengalami gejala pilek, batuk, radang, maupun tumbuh gigi. Bila kondisi ini merupakan penyebab si kecil malas makan, Ibu dapat menyiasatinya dengan memberikan makanan yang membuat kondisi anak lebih nyaman, seperti memberi makanan berkuah dan berbumbu ringan, serta memiliki tekstur lembut.

Anak sedang berada dalam fase ingin tahu

Sudah sewajarnya bagi anak-anak untuk mencari hal-hal yang mereka sukai. Terkadang saat hal ini terjadi, anak-anak sering lupa waktu dan seakan-akan memiliki dunianya sendiri. Oleh karena itu, peran orangtua sangat penting dalam mengawasi masa pertumbuhan anak. Bunda dapat memberikan mereka pengertian mengenai pentingnya makanan bagi tubuh (tentunya dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak) dan membuat ‘acara’ makan menjadi hal yang menarik bagi anak.

Anak kehilangan selera makan

Kehilangan selera makan pada anak umumnya disebabkan oleh munculnya perasaan bosan. Rasa bosan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, contohnya terlalu sering memakan makanan yang sama.

Mengatasi Anak Susah Makan

hamilplus.com

Anak merasa kenyang

Kebanyakan orangtua menyediakan pasokan makanan di rumah untuk dimakan setiap saat bagi anak. Sayangnya, kebanyakan pasokan tersebut berupa makanan maupun minuman ringan yang memiliki rasa yang disukai anak dan kurang bernutrisi. Makanan dan minuman ringan tersebut tetap memiliki kalori dan umumnya anak tidak hanya memakannya dalam jumlah sedikit. Memasok makanan bukanlah hal yang buruk, tetapi ada baiknya jumlah dan waktu konsumsi diatur, sehingga pada saat waktunya makan, perut si kecil tetap dapat menampung makanan.

Anak mulai memiliki selera sendiri

Saat bayi, anak umumnya diberi makanan pendamping ASi yang bertekstur halus dan kurang kaya akan rasa. Seiring dengan berjalannya proses pertumbuhan, makanan tersebut sudah tidak cocok disajikan lagi kepada anak. Sebaiknya makanan diganti dengan makanan bertekstur lebih padat. Semakin bertambahnya umur si kecil, Bunda dapat lebih leluasa memberinya makanan, termasuk makanan ringan yang dijual di pasaran. Ada baiknya si kecil tidak terlalu sering diberi makanan ringan tersebut karena umumnya makanan ringan yang beredar mengandung banyak perasa. Hal tersebut dapat membuat anak Anda ‘malas’ untuk kembali mengonsumsi makanan sehat yang rasanya tidak terlalu pekat.

Anak merasa cemas dan tertekan

Pada kondisi tertentu, contohnya saat anak kurang memiliki rasa percaya diri, perubahan dapat menjadi masalah. Anak akan terus merasa cemas dan tertekan, sehingga kehilangan nafsu makan. Selain itu, pengalaman yang buruk saat makan akan membuat anak malas makan karena takut terjadi hal yang sama, seperti dimarahi saat makan maupun tertelak duri ikan.

Bunda sudah mendapat gambaran hal-hal yang mebuat anak malas makan bukan? Ayo identifikasi penyebab yang membuat sang buah hati malas makan dan berusaha mengatasinya.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply