Mengajarkan Anak Menghitung Sendiri Saja, Tidak Perlu Kursus

Mengajarkan Anak Menghitung Sendiri Saja, Tidak Perlu Kursus

Tentu orang yang tahu atau bahkan memiliki pendidikan pendidikan lebih tahu mengenai bagaimana cara mengajarkan anak menghitung. Mereka sudah belajar teori mengajar untuk anak dengan usia yang berbeda-beda.

Namun, hal tersebut tidak lantas membuat ibu seolah tidak memiliki pilihan lain selain menyerahkan pada orang lain untuk mengajarkan matematika. Apalagi jika ibu tidak memiliki budget yang cukup untuk memasukkan anak ke tempat kursus matematika. Karena ibu sendiri bisa lho mengajarkan matematika kepada anak meskipun background ibu tidak berasal dari pendidikan anak atau guru.

Sebelumnya, perlu ibu ketahui apakah sudah waktunya bagi si kecil untuk belajar matematika. Ini pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum ibu mengajarkan anak matematika.

Usia Berapa Anak Belajar Menghitung?

Menghitung bagian dari matematika. Dan bisa dikatakan ini bagian yang paling mudah untuk diajarkan ke anak kecil sekalipun.

Namun, pada usia berapa ibu bisa mulai mengajarkan anak berhitung?

Sebenarnya, tidak ada patokan yang pasti sejak usia berapa anak bisa diajarkan menghitung. Hanya saja, secara umum, balita usia 4 tahun sudah bisa mulai belajar tentang simbol-simbol Jadi, pada usia ini, ibu bisa ajarkan tentang huruf dan juga angka.

Lalu, kapan bisa mulai belajar menghitung? Sesekali ibu bisa ajarkan menghitung. Jika ibu memulainya sejak usia 4 tahun dan ibu lakukan secara konsisten, maka usia 5 tahun, si kecil sudah mulai mengenai menghitung.

Tentu saja metode pembelajarannya tidak seperti di sekolah. Ibu harus tahhu cara mengajarkan menghitung pada anak kecil.

Akan tetapi, ibu tidak boleh membuat standar tertentu. Ibu harus ingat saat masih balita, si kecil hanya perlu mengenal angka dan huruf saja. Kalaupun ia sudah bisa berhitung, itu adalah reward. Pada intinya, anak suatu saat nanti bisa menghitung. Hanya saja, cepat atau lambatnya proses belajar menghitung anak ditentukan oleh faktor IQ dan juga metode pembelajaran yang ibu terapkan.

Metode Belajar Menghitung Untuk Anak

Sekarang pertanyaanya adalah bagaimana cara mengajarkan anak berhitung? Untuk balita, tentu tidak dengan cara menuliskan angka di kertas. Ini cara untuk anak yang sudah dewasa. Saat balita, menulis saja hal yang sulit, apalagi ditambah lagi dengan menghitung.

Yang mungkin untuk ibu lakukan adalah mengajarkan berhitung menggunakan benda. Contohnya saja kelereng. Ibu bisa siapkan beberapa kelereng. Lalu, ajarkan menghitung satu sampai 10. Lalu, mulailah untuk membuat dua lingkaran. Di dalam dua lingkaran tersebut, taruh beberapa kelereng dan ajarkan bagaimana jika kelereng di dalam dua lingkaran tersebut digabungkan. Ini cara yang tepat untuk mengajarkan menghitung untuk anak.

Ibu bisa melakukan improvisasi sendiri. Tidak hanya menggunakan kelereng, ibu bisa gunakan benda lainnya. Atau ibu bisa biasakan si kecil bermain congklak.

Bagaimana Mengajarkan Matematika untuk Anak Di Jepang?

Sangat tepat jika ibu belajar bagaimana anak-anak di Jepang diajari menghitung. Jepang menjadi salah satu negara di Asia yang penduduknya jenius. Tentu hal ini sangat terkait dengan sistem pembelajaran yang diterapkan di negara tersebut, seperti sistem pembelajaran matematika.

Akan tetapi, sebelum belajar bagaimana cara orang Jepang mengajarkan berhitung pada anak mereka, ibu harus tahu filosofi mengajar mereka.

  • Tidak Ada Les

Ini yang sangat membedakan. Di Indonesia, banyak orang tua yang akhirnya memasukkan anak mereka ke tempat les jika pada bidang tertentu anak mereka mengalami kesulitan.

  • Santai

Entah di rumah atau di sekolah, suasana belajar itu santai, tidak tegang dan tidak hanya duduk diam di atas bangku.

  • Belajar Berdasarkan Minat

Apakah si kecil berminat dalam matematika? Jika sepertinya ada minat dalam hal hitung menghitung, sangat tepat jika sejak dini ibu mengajarkan berhitung di rumah.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan menghitung orang Jepang?

Metode yang diterapkan adalah metode trial and error atau yang sering disebut dengan metode coba-coba. Bagaimana caranya?

Ibu bisa terapkan dengan cara bermain kelereng seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jadi, biarkan anak belajar berhitung dengan cara memasukkan kelereng pada dua lingkaran. Ganti jumlah kelereng di dalam lingkaran tersebut dan biarkan si kecil menghitung. Awalnya sering salah. Dan anak bisa cek sendiri dengan cara menggabungkan jumlah kelereng dari dua lingkaran.

Mungkin ibu bertanya mengapa metode coba-coba ini tepat? Pertanyaan ini sudah dijawab oleh Miyamoto, pemerhati dunia pendidikan di Jepang. Ia mengatakan pada dasarnya semua anak itu pintar matematika. Sayangnya, kepintaran tersebut tidak muncul lantaran lebih cepat bosan dan tidak tertarik ketika metode pembelajaran membosankan. Selama ini, pembelajaran matematika bersifat monoton. Artinya, guru menyampaikan cara bagaimana menghitung dan anak harus mengikuti cara tersebut, seolah anak tidak diberi kesempatan  untuk mencoba mencari cara yang berbeda.

Nah, dengan cara coba-coba atau trial and error, anak terstimulasi sendiri untuk mencari jawaban. Kelemahannya memang proses belajar menghitung ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Akan tetapi, cara ini tidak membuat anak bosan. Selain itu, cara ini juga akan meningkatkan kemampuan analisa anak sehingga ia akan terbiasa kritis terhadap hal apapun ketika dewasa nanti.

Sudah tahu kan bagaimana cara mengajarkan anak menghitung? Kini, tinggal ibu sendiri bagaimana komitmen ibu untuk membantu dan membimbing anak belajar menghitung. Yang pasti, perhatian dan waktu harus dicurahkan untuk sang buah hati jika ingin anak ibu cerdas dalam bidang matematika.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply