Mengajari Si Kecil Cara Bersosialisasi Melalui Permainan Anak Yang Mendidik

Mengajari Si Kecil Cara Bersosialisasi Melalui Permainan Anak Yang Mendidik

Ada sekian banyak permainan anak yang mendidik. Namun, permainan yang paling penting untuk dimainkan oleh sang buah hati permainan yang membuatnya mudah bersosialisasi.

Banyak anak yang ceria dan aktif di dalam rumah. Namun, ketika di luar rumah, ia menjadi anak yang berbeda. Pendiam dan penakut. Apalagi jika ia sudah waktunya sekolah. Karena ia tidak bisa ceria dan bersosialisasi dengan teman yang lain, perkembangannya pun tidak maksimal.

Maka dari itu, ibu perlu memilihkan permainan mendidik untuk anak yang secara tidak langsung mengajarkan si kecil tentang bagaimana cara bersosialisasi dengan orang lain. Berikut ini beberapa opsi permainan mendidik yang dimaksud.

Pesan Bersambung

Ini permainan yang cocok dimainkan oleh anak yang usianya mencapai 3-4 tahun. Tujuan permainan ini agar anak mau berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Caranya dengan membuat grup yang terdiri dari beberapa anak. Buat mereka berdiri di tempat yang jaraknya tidak terlalu dekat. Ibu bisa membuat spot dengan jarak sekitar 1-2 meter. Mintalan setiap anak mengisi spot tersebut.

Mulailah permainan dengan cara ibu menyampaikan sebuah pesan. Bisikkan pada telinga anak sebuah kalimat sederhana seperti “saya suka makan roti” atau kalimat sederhana lainnya. Mintalah anak membisikkan kalimat ke teman yang lain. Lakukan hingga semua mendapatkan giliran yang sama. Untuk mengetahui kalimat tersebut benar atau tidak, anak yang terakhir harus mengatakan kalimat yang dibisikkan tersebut dengan lantang.

Agar permainan anak edukatif ini semakin menarik, buat kalimat yang semakin kompleks dan lucu. Semakin lucu kalimat yang ibu pilihkan, anak-anak akan semakin senang. Secara tidak sadar, mereka akan saling mengenal satu dengan yang lain.

Memindahkan Karet

Ini merupakan permainan simple namun efektif untuk membuat anak satu dengan yang saling berinteraksi. Yang perlu ibu siapkan adalah sedotan dan karet.

Pertama-tama, mintalah anak-anak untuk menaruh sedotan pada mulut mereka. Lalu, taruh karet di sedotan salah satu anak. Mintalah anak tersebut memindahkan karet tanpa menggunakan tangan.

Permainan akan semakin seru jika dilakukan seperti lombat. Jadi, ibu bisa buat grup yang terdiri dari beberapa anak. Buatlah menjadi dua atau tiga grup yang berbeda. Pemenangnya adalah grup yang berhasil memindahkan karet paling cepat.

Cermin Diri

Permainan yang satu ini tidak perlu dimainkan oleh banyak anak. Asalkan ada dua anak, permainan ini bisa dilakukan.

Pada intinya, anak menirukan anak lain dalam melakukan gerakan atau melakukan pose tertentu. Seperti contoh, ketika anak satu berdiri dan mengangkat kaki kanannya, maka anak yang lainnya harus menirukan hal yang sama. Akan tetapi, bukan kaki kanannya yang diangkat melainkan kaki kiri. Konsepnya sama seperti seolah-olah sedang bercermin.

Game edukatif anak bisa membuat anak semakin akrab. Dengan demikian, anak bisa berinteraksi dengan mudah dengan satu dengan yang lain karena sudah terjalin keakraban.

Sendok Bola Estafet

Permaian ini hampir sama dengan memindahkan karet. Konsepnya sama. Hanya saja, alat yang digunakan adalah sendok dan bola. Jadi, anak memindahkan bola yang ditaruh di atas sendok dimulutnya.

Ibu harus membagi menjadi beberapa grup. Grup yang berhasil lebih cepat memindahkan bola dari anak no satu ke anak yang paling akhir tanpa jatuh adalah pemenangnya.

Itulah beberapa permainan edukatif yang bisa ibu pilihkan untuk si kecil. Permainan edukatif tidak hanya permainan untuk melatih otak saja. Lebih dari itu, permainan harus mampu membuat anak terbiasa bersosialisasi dengan teman yang lain karena suatu saat nanti anak ibu harus hidup bersama di masyarakat.

Jika ibu ingin mencari ide permainan edukatif untuk anak sesuai dengan usia sang buah hati, ibu bisa kunjungi www.friso.co.id. Di sana, banyak sekali inspirasi dan ide permainan mendidik untuk anak yang bisa ibu pilih. Tentunya, ibu bisa memilihkan permainan yang sesuai dengan kondisi. Ketika cuaca sedang hujan, ibu bisa menyiapkan permainan yang bisa dimainkan oleh si kecil di dalam rumah. Ada banyak sekali pilihan permainan sesuai dengan usia sang buah hati.

Yang pasti, bukan hanya game online atau game gadget saja yang menjadi satu-satunya pilihan. Sebisa mungkin, ibu jangan membiarkan anak terlalu lama bermain game di gadget. Sudah jelas para pakar perkembangan anak mengatakan game semacam itu bisa membuat anak egois. Anak sulit bersosialisasi diri dengan yang lain karena ia terbiasa dengan bermain sendirian.

Meskipun demikian, bukan berarti game gadget itu tidak boleh dimainkan oleh si kecil. Sekarang ini, ada beberapa aplikasi game edukatif yang didesain untuk meningkatkan kecerdasan anak. Ibu bisa memilihkan game semacam ini.

Akan tetapi, tetap saja ibu harus awasi. Jangan sampai anak kecanduan dengan game gadget. Harus ada porsi waktu di mana anak bermain aktif di luar. Ini sangat penting untuk memastikan perkembangan fisiknya optimal. Bahkan, permainan yang bisa membuat anak mampu bersosialisasi dengan orang lain harus lebih ditekankan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perkembangan kecerdasan anak bisa tidak optimal ketika ia pemalu dan tidak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya yang lain.

Tugas ibu sangatlah berat. Anak semakin dewasa, tugas ibu semakin kompleks. Ibu tidak hanya harus memastikan anak memiliki pertumbuhan fisik yang baik tapi juga pertumbuhan mental. Bukan hanya makanan yang sehat saja yang harus ibu berikan. Stimulus berupa permainan anak yang mendidik juga diperlukan.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply