Mainan Edukasi Anak Untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Mainan Edukasi Anak Untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Mainan edukasi anak memang ada banyak macamnya. Kemampuan anak-anak mengalami perkembangan pada periode emas yaitu usia anak di bawah lima tahun. Usia emas adalah proses anak mengalami perkembangan otak mencapai 80 persen dan terjadi satu kali seumur hidup anak. Pembinaan yang tepat sangat disarankan untuk mendapatkan perkembangan baik secara emosional, mental, sosial, intelektual dan juga moral. Dengan demikian anak akan memiliki sikap dan pola perilaku seseorang di kemudian hari.

Setiap orang tua harus dapat memahami dan mengetahui kemampuan anak yang masih bisa dikembangkan. Pada saat anak lahir telah memiliki kemampuan berbicara, berpikir, sosialisasi dan lainnya. Kemampuan tersebut dapat berkembang dan dimanfaatkan secara optimal dapat dirangsang melalui media atau cara sehingga optimal. Selain itu anak juga harus merasakan senang ketika mengalami perkembangan kemampuannya. Media atau cara yang dapat digunakan untuk merangsang perkembangan anak yaitu mengajak bermain.

Bermain bukan hal yang baru untuk bayi. Bermain merupakan naluri yang melekat pada diri anak semenjak bayi. Pada saat bayi sudah memainkan tangan dan jemari kaki, benda benda di sekitarnya, tertarik dengna gerakan mainan yang digantung atau memunculkan cahaya, memasukan benda ke mulutnya atau juga menirukan suara. Kegiatan kegiatan yang mengasyikan seperti itu yang akan membuat anak mengalami tumbuh kembang yang optimal.

Dengan permainan dapat penyesuain diri yang membantu anak dalam menguasai konflik dan cemas.  Bahkan permainan dapat membantu anak mengalami perkembangan kognitif. Permainan anak dan usia anak harus mengalami keseimbangan dalam pemilihan permainan yang tepat. Semakin usianya bertambah maka keterampilan permainan dapat semakin rumit.

Manfaat Dari Mainan Edukasi Anak

Kali ini kami akan membahas tentang manfaat permainan pada anak-anak. Sehingga permainan yang sesuai dengan usianya akan membantu dalam perkembangan kognitif yang optimal. Sehingga diperlukan pemahaman orang tua dalam mengasuh, merawat dan mendidik dalam memberikan pangasuhan untuk proses perkembangan tumbuh kembang khususnya balita.

Mainan yang diberikan pada anak merupakan hiburan yang menyenangkan disukai oleh anak. Hanya saja peran orang tua dapat mengarahkan sehingga permainan dapat dilakukan anak lebih optimal. Permainan akan menjadi pelepas bosan dan lelah bagi anak. Apalagi bila anak mengalami bosan dan ngambek maka permainan dapat menjadi alternatif untuk menghibur anak. Pada umumnya anak belum bisa menentukan permaiann yang dapat menentukan mainan baik untuk tumbuh kembangnya.

Mainan bagi anak menarik dilihat dari warna dan mengeluarkan bunyi membuat dia tertarik. Disinilah peranan orang tua yang harus pintar dalam memilih mainan untuk perkembangan anak. Mainan tidak hanya untuk hiburan saja akan tetapi memiliki fungsi edukasi sehingga mendapatkan manfaat dari mainan yang dapat mendidik anak mengalami perkembangan optimal. Stimulasi diperlukan untuk dapat membuat koneksi antar saraf yang terhubung dan membuka wawasan anak. Dalam mendukung stimulasi maka dapat mengenalkan anak pada mainan mainan edukatif.

Mainan edukatif dapat merangsang daya pikir dan kemampuan anak anda. Sehingga anak dapat memiliki kemampuan memecahkan masalah dan kosentrasi. Anda dapat memilih jenis permainan yang dapat memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada anak. Mainan yang bersifat edukatif membantu anak tumbuh kembang optimal apalagi pada usia balita yang membutuhkan rangsangan motorik dalam perkembangannya.

Meskipun sangat penting dikenalkan pada anak akan tetapi ketika anda memilih mainan edukatif sebaiknya tidak sembarangan. Anda harus cermat dalam memilih mainan, tingkat kerumitan dan bentuk dengan umur anak anda.Mainan edukatif dapat mengenal ragam dan variasi dengan bentuk dan warna dipilih sesuai kesukaan anak anda. Perhatikan pula ragam permainan sehingga dapat mengenal bermacam macam bentuk dan warna.

Mainan Edukasi Anak Dapat Memicu Ide Kreatif

Permainan untuk anak anak dapat memacu ide dan menggunakan kemampuan berkhayal juga kreativitas dengan membantu perkembangan kognitif dan memberikan kontribusi pada perkembangan intelegen anak. Dengan bermain maka dapat dijadikan kegiatan yang spontan dan dapat memberikan pembelajaran tanpa anak merasa terbebani. Pada aspek tubuh anak memiliki fisik yang terlatih karena gerakan tubuh anak yang sehat dan otot yang menjadi kuat.

Sedangkan manfaat untuk aspek motorik halus dan kasar anak akan menciptakan gerakan dan kordinasi mata, tangan dan kaki yang baik. Bagi perkembangan aspek motorik kasar dan halus maka permainan dapat menjadi salah satu untuk melepas ketegangan di dalam diri anak dan membuat perasaan dorongan yang membuat perasaan tenang pada anak. Anak mampu memahami diri sendiri dengan menentukan pilihan yang sedang anak mainkan maka anak belajar memilih di mana dan dengan siapa bermain.

Dengan terbentuk gambaran dan membuat anak mampu mengendalikan diri.  Misalnya dengan permainan yang dapat mengatur atau mewarnai dalam ragam bentuk yang berbeda. Anak dapat mengembangkan kepercayaan diri dengan mengembangkan fisik, sosial, keterampilan dan intelektual. Perkembangan keterampilan akan semakin nampak ketika anak dapat bersosialisasi dan bernegosiasi.

Membantu perkembangan mental anak. Ketika anak berimajinasi dan dapat mengeluarkan ide yang tersimpan di dalam diri anak. Anak dapat memulai mengekspresikan dan mendapatkan pengatahuan baru dari permainannya.Dapat meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres. Bermain dapat membantu anak dalam melepas stres dari kehidupan sehari hari bahkan dari rutinitas anak yang membosankan. Sehingga kreativitas akan berkembang melalui permainan.

Anak yang cenderung bermain kelompok dengan teman sebayanya akan mengurangi rasa cepat bosan akan aktivitasnya. Anak dapat mengembangkan sosialisasi dari mainan edukasi anak ini. Ketika bermain kelompok anak belajar bersosialisai dan mendapat pelajaran yang bernilai ketika memasuki kelompok seusianya. Inilah yang membuat anak memahami perasaan ketakutan dan terkait dari penolakan dari situasi yang akan dihadapi oleh anak.

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply