Lebih Menyenangkan Sekolah atau Kuliah? Ini dia 10 Perbedaan Keduanya

Lebih Menyenangkan Sekolah atau Kuliah? Ini dia 10 Perbedaan Keduanya

Bagi kamu yang masih bersekolah (SD, SMP, dan SMA), namun penasaran dengan rasanya berkuliah, atau kamu yang sedang menapaki dunia perkuliahan, maupun kamu yang sudah melewati proses sekolah serta kuliah, tetapi ingin bernostalgia, artikel ini cocok buat kamu. Apa sajakah perbedaan sekolah dan kuliah?

Beda metode belajar dan mengajar

Umumnya, saat memasuki usia bersekolah, kegiatan belajar dan mengajar didasarkan pada belajar secara pasif. Murid-murid sekolah lebih ditekankan untuk membangun pemahaman dan konsep, sehingga para gurulah yang sering berperan aktif mengajar. Murid hanya menerima ilmu saja. Seiring semakin tingginya tahapan sekolah, hal ini semakin berkurang, namun peran penting dalam mengajar tetaplah berada di guru.

Lain halnya dengan kuliah, mahasiswa dituntut aktif dalam melakukan proses belajar individu. Dosen hanya sedikit mengulas materi, sisanya mahasiswa mengeksplorasi materi sendiri, baik secara individu maupun berkelompok.

Saat kuliah, kamu perlu lari sprint semakin banyak

Bagi siswa sekolah yang sering terlambat, mempunyai bakat berlari dengan cepat, maupun siswa yang sekolahnya sudah menerapkan sistem moving class, kamu perlu bersyukur karena sedikit banyak kamu sudah memiliki bekal memasuki dunia perkuliahan.

Kuliah menggunakan sistem moving class yang membuat mahasiswa sering berpindah tempat untuk mengikuti suatu kelas. Tak jarang jarang jarak antar kelas sangat jauh, apalagi bagi fakultas yang memiliki dua gedung di daerah berlainan maupun fakultas yang kekurangan kemampuan menampung jumlah mahasiswa, sehingga terpaksa meminjam ruangan fakultas lain.

Ini itu urus sendiri (sedikit peran orangtua)

Jika di sekolah, urusan administrasi, pengambilan hasil studi, sampai kenakalan remaja diserahkan kepada orangtua. Di kuliah, hal-hal ini kamu lakukan sendiri. Hubungan pihak universitas hanya kepada mahasiswa, sisanya apakah mahasiswa tersebut akan menyampaikannya kepada orangtua atau tidak, ada di tangan mahasiswa itu sendiri.

Sakit, izin, atau alfa sama aja = tidak masuk = dosen masa bodo

Di rapor sekolah terdapat tulisan atau inisial sakit (S), izin (I), dan alfa (A). Nah, di kuliah ketiga hal tersebut tidak ada. Tidak hadir ya artinya tidak hadir. Namun, terkadang ujian susulan dapat diberikan ketika ada surat khusus, seperti surat resmi fakultas. Oleh karena itu, sering ada mahasiswa yang titip absen. Jangan ditiru ya.

Kuliah jarang ada guru les

Saat bersekolah, siswa dapat mengambil kursus/les di luar sekolah yang jenis beragam dan jumlahnya banyak, sedangkan mahasiswa kecil kemungkinannya. Jika dapat pun, harganya lebih tinggi dan diperlukan tingkat kedekatan khusus dengan pengajar. Itu pun biasanya bukan dosen yang mengajar, tetapi temanmu dengan kemampuan di atas rata-rata maupun asisten dosen dengan matakuliah yang diasistensikannya berlainan dengan matakuliah les mahasiswa (agar tidak melanggar etika).

Kuliah ada asistensi (ada asdos = asisten dosen = dosen tanpa ‘lisensi’)

Asistensi merupakan waktu belajar tambahan di luar kelas dosen oleh asisten dosen matakuliah yang mahasiswa ambil. Umumnya pembelajaran di kelas asistensi lebih bersifat teknis (banyak membahas latihan soal) dan bahasanya lebih mudah dipahami.

Kuliah lebih banyak lingkup pergaulan

Saat kuliah, mahasiswa dapat ‘belanja’ matakuliah di program studi dan fakultas lain. Selain itu, juga terdapat banyak kegiatan di tingkat universitas. Oleh karena itu, lingkup pergaulanmu akan semakin luas.

Tips:

Walaupun mahasiswa dapat ‘belanja’ matakuliah, sebaiknya tetap memertimbangkan minat, kemampuan, dan nilai guna matakuliah tersebut agar kamu tidak menyesal karena umumnya, saat kamu gagal pada suatu matakuliah, kamu hanya dapat mengulangnya. Nilai dapat dihapus apabila matakuliah tersebut juga dihapus. Salah-salah mengambil matakuliah dapat memengaruhi kelulusanmu loh.

Kuliah lebih bebas

Mahasiswa dapat mengatur jadwal kuliahnya sendiri (asalkan berhasil saat rebutan kelas), kecuali beberapa fakultas dan universitas yang ada sistem paket.

Angkatan tidak menentukan umur

Jika saat bersekolah rentang umur satu siswa dengan siswa lainnya tidak berbeda jauh, saat kuliah, kamu tidak dapat menjamin hal ini. Bisa jadi rekan mahasiswamu sudah berstatus lain denganmu yang hanya memiliki status mahasiswa.

Semakin berat beban dan tuntutan dari orangtua dan keluarga

Seiring bertambahnya usia, manusia semakin dituntut menguasai ini dan itu. Begitupun saat sudah menjadi mahasiswa. Orangtua dan keluargamu kemungkinan besar akan semakin menuntut dan akan lebih banyak pertanyaan “Kapan lulus?”, “Mau kerja dimana?”, “Apa targetmu?”, dan lain-lain.

Sudahkah kamu memutuskan mana yang lebih menyenangkan? Sekolah atau kuliah? Namun, jangan lupa ya, setiap orang pasti ada waktunya untuk dewasa, baik dalam hal usia, pikiran, maupun mental.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply