Kiat Untuk Melatih Anak Berbicara Lebih Fasih Sejak Dini

Kiat Untuk Melatih Anak Berbicara Lebih Fasih Sejak Dini

Melatih anak berbicara bisa dilakukan semenjak bayi dilahirkan. Meskipun bayi belum bisa mengucapkan satu patah katapun, melatihnya agar bisa berbicara tetap bagus untuk dilakukan.

Ada beberapa tahapan dimana anak akan mampu melafalkan secara fasih. Tentu saja, Anda sebagai orang tua perlu bersabar sampai waktunya tiba.

Untuk waktunya sendiri, pengalaman orang tua akan berbeda-beda. Ada yang menemui anak usia 2 tahun mampu merangkai kata-kata sederhana. Ada juga yang menemukan jika anaknya belum mau berbicara di usia tersebut.

Keadaan yang terakhir ini merupakan bagian dari keterlambatan bicara anak. Salah satu penyebab utamanya adalah orang tua tidak melatih anaknya sejak dini untuk bicara.

Supaya tidak terjadi keterlambatan bahasa, sering-seringlah Anda melatih anak untuk mengucapkan berbagai kata.

Bagaimana Cara Melatih Bicara Anak Kecil?

Berbicara menjadi bagian terpenting dari interaksi sosial. Pelatihan sederhana yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya ini akan berpengaruh pada kehidupan anak di masa mendatang.

Ya, melatih bicara anak kecil ketika masih berusia di bawah 1 tahun sama artinya membangunkan kemampuan komunikasi sekaligus interaksi sosialnya.

Pada waktu melatih anak, terkadang anak diam karena masih sulit untuk melafalkan kata. Tetapi ini bukan berarti jika anak tidak bisa melakukannya.

Perlu waktu yang cukup agar anak mampu mengucapkan kata sederhana. Dan ini perlu dilatih berulang-ulang oleh orang tuanya.

Seringnya orang tua mengulangi perkataannya menjadikan anak semakin paham. Hal ini dikarenakan oleh kata-kata yang diucapkan akan tersimpan dalam memori anak.

Suatu saat nanti, anak akan mampu menggunakannya untuk berkomunikasi. Tentu saja, komunikasinya akan bertahap semisal mengucapkan kata ayah dan lain sebagainya.

Menyadari adanya tahapan ini, tentu Anda perlu bersabar ketika melatih anak untuk bicara. Minimal Anda memperbanyak kosakata anak di memorinya terlebih dahulu. Bagaimana cara melakukannya?

  • Seringlah berbicara pada anak meskipun belum waktunya bicara

Cara agar anak memperbanyak kosa kata adalah dengan membiasakan anak dalam mendengarkan Anda bicara. Anda bisa mengajak anak terus bicara saat masih bayi.

Meskipun anak belum mampu bicara satu patah katapun, namun cara ini cukup ampuh untuk membuat anak mudah bicara.

Pasalnya, anak telah familiar dengan kata-kata yang diperdengarkan sebelumnya. Dan ini menjadi keuntungan buat Anda supaya anak tidak terlambat bicara nantinya.

  • Bicaralah dengan jelas namun lembut

Normalnya anak lebih suka mendengarkan suara yang lembut. Anak akan memperhatikan dengan seksama suara tersebut. Sebaliknya, anak tidak suka dengan suara yang mengganggu.

Untuk itu, cara melatih anak agar mau bicara adalah dengan kelembutan kata-kata. Nada suaranya rendah tetapi jelas pelafalannya.

  • Sebut namanya ketika mau berbicara dan dapatkan kontak mata secara langsung

Ketika Anda mau mengajak bicara anak, sebutlah namanya terlebih dahulu. Upayakan terus untuk menyebut nama kesayangan anak.

Dengan menyebut namanya, anak akan kembali memperhatikan apa yang Anda lakukan. Dan di waktu berbicara, upayakan terjadi kontak mata secara langsung.

Kontak langsung ini bisa menandai kalau anak sedang memperhatikan. Jika sudah mengalihkan matanya ke arah yang lain, Anda bisa berhenti untuk bicara. Karena kemungkinannya anak sudah bosan untuk diajak bicara.

  • Kenalkan anak dengan diri sendiri dan benda sekitar

Dalam mengajari anak bicara, Anda bisa memulainya dengan mengenalkan diri anak. Contoh paling sederhana adalah mengenalkan yang namanya hidung, mata sampai anggota tubuh lainnya.

Begitu pula jika anak sudah mulai tanggap, Anda bisa mengenalkan benda-benda di sekitar rumah. Contohnya adalah kursi, meja dan lain sebagainya.

Kata-kata sederhana ini akan mudah diingat, bahkan mudah dilafalkan oleh anak. Jadi, anak akan semakin mudah untuk bicara.

  • Berikan perhatian dan tanggapan ketika bayi mulai bicara

Ketika bayi sudah mulai bicara sepatah dua patah kata, pastikan Anda memperhatikannya dengan menatap mata anak. Ini dimaksudkan agar anak merasa dihargai sehingga anak akan sering bicara.

Kemudian yang tak kalah penting adalah memberikan tanggapan/balasan untuk apa yang dikatakan anak. Tanggapan ini bisa berupa pengulangan kata yang kemungkinan salah diucapkan oleh anak.

Atau bisa juga dengan membalas apa yang dikatakan oleh anak. Tentunya balasan kata ini harus sesuai, lembut penuh perhatian pada anak.

Bagaimana Jika Anak Masih Belum Mau Bicara?

Memang telah banyak kasus dimana anak terlambat bicara. Tapi Anda perlu memahami alasan kenapa anak belum mau bicara walaupun sudah berusia 2 tahun lebih.

Diantara penyebab anak kesulitan untuk bicara adalah karena Anda menerapkan bilingual di rumah, kurang stimulasi, terjadi masalah pendengaran.

Solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan mengubah cara Anda dalam berbicara. Fokuslah pada satu bahasa saja ketika berbicara dengan anak agar anak tidak mengalami kebingungan.

Kemudian berikan stimulasi sesering mungkin agar anak mau bicara. Tentu saja, berikan pancingan semisal mengajak bicara ketika bermain.

Di waktu tersebut, bicaralah dengan nada lembut. Jika tidak, maka dikhawatirkan keterlambatan bicara lantaran anak mendengar bentakan atau nada suara keras. Akhirnya, anak tidak berani berbicara/pendiam sampai dewasa.

Selain itu, solusinya adalah membawanya ke dokter. Ini untuk mengetahui apakah anak mengalami masalah pendengaran atau tidak. Jika benar terjadi, maka penanganan khusus harusnya dilakukan oleh orang tua.

Jika tidak, Anda cukup memberikan perhatian lebih pada anak, kemudian ajaklah untuk terus bicara agar kemampuan bahasanya terus meningkat.

Kesimpulannya, melatih anak berbicara yang tepat adalah jika dilakukan sesering mungkin, dengan nada lembut dan perhatian besar agar anak terangsang untuk mau bicara lebih cepat.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply