Ketahui Tanda Keracunan Makanan Dan Lakukan Penanganan Secepatanya

Ketahui Tanda Keracunan Makanan Dan Lakukan Penanganan Secepatanya

Diare sering dianggap sebagai satu-satunya tanda keracunan makanan yang dialami oleh anak. Padahal, tidak. Ada lagi hal yang menjadi gejala anak mengalami keracunan.

Contohnya saja demam. Banyak yang mengira demam itu disebabkan oleh kondisi kesehatan anak yang kurang fit. Memang ini bisa terjadi. Hanya saja, bukan tidak mungkin demam yang dialami oleh sang buah hati lebih disebabkan adanya bakteri yang masuk ke dalam sistem pencernaan. Kemudian, bakteri tersebut melakukan kegiatan yang membuat anak mengalami keracunan. Akibatnya, suhu tubuh meningkat tajam.

Tanda anak keracunan makanan lainnya adalah hilangnya gairah. Umumnya, balita itu senang sekali melakukan aktivitas. Apalagi jika balita ibu baru mulai belajar jalan. Ia sangat excited sekali untuk bisa sesegera mungkin jalan dengan lancar. Namun, ketika ia keracunan makanan, tubuhnya menjadi sangat lemas.

Selera makan hilang disertai dengan diare merupakan tanda keracunan makanan yang begitu parah. Jika hal tersebut terjadi pada sang buah hati, sebaiknya segera lakukan tindakan yang tepat. Tidak ada hal lain yang bisa ibu lakukan selain menghubungi dokter segera. Atau, ibu bisa memberikan pertolongan pertama berupa pemberian air mineral yang banyak dan tenangkan si kecil. Ibu juga bisa konsultasi dengan dokter secara online di www.ibudanbalita.com. Setidaknya, ibu bisa mendapatkan masukan tentang tindakan apa yang sebaiknya ibu lakukan agar keracunan makanan yang dialami oleh sang buah hati tidak semakin parah.

Penyebab Anak Mengalami Keracunan Makanan

Mungkin ibu merasa sudah memastikan makanan yang ibu siapkan untuk si kecil merupakan makanan yang sehat, bergizi tinggi, dan juga higienis. Namun, bagaimana dengan tempat makan anak? Apakah ibu yakin tempat makan anak dicuci dengan bersih dan higienis?

Kebanyakan orang tua hanya fokus pada kebersihan bahan makanan untuk anak. Sementara itu, mereka lupa untuk memastikan tempat makannya juga bersih dan higienis.

Selain itu, ada juga makanan yang ternyata sangat sering menyebabkan anak keracunan makanan. Contohnya saja telur. Mungkin selama ini ibu memberikan makanan berupa telur dan tidak ada efek samping yang ditimbulkan. Namun, jika suatu ketika anak mengalami diare, bisa saja telur yang ibu berikan itulah yang menjadi penyebabnya.

Keju, tauge, daging, serta seafood juga bisa lho menyebabkan anak keracunan. Maka dari itu, jangan mengaggap makanan sehat dan bergizi tinggi itu 100% aman.

Untuk mencegah anak mengalami keracunan, ada beberapa hal yang perlu ibu lakukan.

  • Proses Memasak

Pastikan ibu memasak bahan makanan benar-benar matang. Memasak secara matang mencegah masih adanya bakteri yang menempel pada bahan makanan tersebut.

  • Penyimpanan Bahan Makanan

Usahakan agar ibu tidak menyimpan makanan terlalu lama di udara bebas. Jika ibu ingin menyimpan makanan dalam kurun waktu yang cukup lama, ibu bisa taruh bahan makanan tersebut ke dalam kulkas.

  • Tersentuh Orang Sakit

Siapakah yang membuatkan makanan untuk sang buah hati? Jika yang buat adalah pembantu rumah tangga ibu, maka pastikan ia tidak sedang sakit. Percuma saja jika bahan makanan sudah bersih namun disentuh oleh tangan orang sakit. Sangat mungkin terjadi di mana bakteri atau virus pindah ke makanan saat orang tersebut memasak. Maka dari itu, sebaiknya orang memasak makanan untuk anak adalah orang yang benar-benar sehat.

Setidaknya dua hal tersebut yang bisa ibu lakukan untuk mencegah keracunan makanan. Semoga, ibu tidak lagi melihat munculnya gejala anak keracunan makanan.

Anak Keracunan Susu

Tidak hanya makanan saja yang menyebabkan anak mengalami keracunan. Susu pun bisa. Kasus semacam ini memang sudah jarang terjadi. Pada waktu dulu, ada produk susu balita yang justru membuat anak mengalami keracunan setelah mengkonsumsinya. Usut punya usut, ternyata ada bakteri yang mengkontaminasi susu tersebut. Akhirnya, produk susu tersebut ditarik dari peredaran.

Kasus semacam itu tidak akan terjadi pada susu balita Frisian Flag. Susu ini telah melewati proses yang sangat ketat untuk memastikan kandungan nutrisinya tetap bagus dan tanpa terkontaminasi bakteri.

Akan tetapi, ibu juga harus melakukan usaha. Ibu harus menyimpan susu tersebut di tempat yang tidak lembab. Pasalnya, tempat yang lembab membuat bakteri semakin mudah dan mengkontaminasi susu.

Selain itu, ibu juga perlu tutup rapat-rapat wadah susu balita tersebut. Ibu bisa gunakan wadah yang ada tutupnya. Tutup rapat agar tidak ada bakteri yang bisa masuk ke dalam wadah susu tersebut.

Selain susu, ibu juga harus perhatikan botol atau gelas yang ibu gunakan. Apakah botol atau gelas tersebut sudah dicuci dengan bersih dan higienis? Jika masih ada sisa sabun, bukan bukan tidak mungkin hal tersebutlah yang menyebabkan anak mengalami keracunan.

Pada intinya, ibu harus memastikan kehigienisan makanan dan minuman sang buah hati. Ini juga berkaitan dengan alat makan dan minum yang digunakan. Oleh sebab itu, ibu harus benar-benar memberikan perhatian ekstra untuk semua yang berkaitan dengan sang buah hati.

Itulah beberapa hal yang perlu ibu perhatikan mengenai kasus keracunan makanan pada anak. Kini, ibu tidak perlu panik jika anak mengalami hal semacam itu karena ibu sudah tahu apa saja yang perlu ibu lakukan. Selain itu, kasus semacam ini seharusnya tidak perlu terjadi setelah ibu mengetahui bagaimana pencegahan yang perlu dilakukan. Jika muncul sedikit tanda keracunan makanan pada anak, segera beri pertolongan agar hal tersebut tidak semakin parah.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply