Kesalahan Sajian Makanan Bayi 9 Bulan Banyak Orang Tua Tak Sadari

Kesalahan Sajian Makanan Bayi 9 Bulan Banyak Orang Tua Tak Sadari

Makanan bayi 9 bulan tergolong hal yang musti peroleh perhatian lebih di kalangan orang tua. Pasalnya, walau gigi bayi sudah tumbuh atau perkembangan utama seperti merangkak cepat sudah dicapai bukan berarti saatnya bernafas lega. Panjangnya perjalanan tumbuh kembang bayi membuat setiap tahap begitu penting dengan akurasi tinggi, menuntut kesalahan minim.

“Orang tua sempurna hanyalah mitos”

Kalimat di atas memang ada benarnya tapi bukan jadi alasan untuk lari dari kesalahan yang merusak kesehatan bayi. Dalam konteks makanan sekalipun, beberapa atau bahkan mayoritas orang tua tak luput dari salah. Kendati demikian, tidak pernah yang namanya terlambat untuk koreksi diri. Di harapkan, usai membaca daftar makanan berbahaya untuk bayi 9 bulan berikut ini, perkembangan si kecil akan kembali pada jalur yang benar.

  • Jus apel kemasan

Kemasan jus apel terpampang di deretan rak produk, lengkap dengan gambar senyum manis yang meyakinkan konsumen bahwa apel super sehat. Jangan salah dulu, terkadang senyum hanyalah imajinasi fana untuk menutupi bahaya di baliknya. Ya, banyak produk jus apel kemasan justru jauh dari kata sehat.

Demi mempertahankan rasa, dan kualitas dalam jangka waktu tidak sebentar, produsen jus apel kerap memutar otak. Salah satu solusi yang digunakan adalah menambahkan pengawet atau gula yang tinggi. Harapannya tentu saja, rasa segar di peroleh dengan cepat, lengkap dengan goyangan menggoda di lidah. Ketika mendapat tinjauan ulang, jalur tersebut tidak seratus persen tepat.

Gula dapat merusak kesehatan dalam jangka panjang. Mungkin, sekilas bayi memperoleh vitamin dan mineral dari dalam kandungan apel. Sayangnya, rasa manis bagai mengikat selera bayi, sehingga saat tumbuh dewasa kelak, kebiasaan konsumsi makanan manis sulit dihilangkan. Tentunya tak perlu dijelaskan panjang lebar efek domino dari penyakit yang siap menyerang tubuh manusia melalui jalur ‘kelebihan gula’.

  • Nugget instant

Jaman serba praktis membuat banyak orang konsumsi makanan instant semacam nugget instant. Menimbang segi efisiensi, memang nugget solusi mudah dan cepat dalam menyiapkan sajian anak. Rasanya yang enak berhasil membujuk anak untuk menghabiskan makanan di piring. Ditambah lagi kebanyakan nugget di-cap daging hewan asli, membuat banyak orang tua merasa nugget tak ada bedanya dengan bahan segar.

Mari ditinjau kembali mengenai pemberian nugget sebagai makanan harian si kecil. Nugget tergolong makanan yang jauh lebih kaya garam dibanding nutrisi lain. Meski nugget mengandung daging, bukan berarti bergizi. Sebagian besar daging yang digunakan dalam nugget sudah melalui proses yang mungkin saja menghilangkan manfaat alaminya.

  • Minuman bersoda

Iklan minuman soda kerap asosiasikan merek dengan rasa senang dan segar. Ya, mengingat minuman soda seolah bikin mata melek seketika tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam, popularitasnya melejit seketika. Tak jarang, fenomena ayah bunda memberikan soda pada si kecil, walaupun hanya sedikit, terlihat di beragam tempat.

Enaknya minum soda tidak selalu sepadan dengan resiko yang ditanggung terutama bagi si kecil. Soda mengandung gula yang cukup tinggi, ditambah penelitian terkini menunjukkan soda merusak komponen tulang. Ingat, tulang tidak hanya tengkorak, tulang betis, dan tangan, sejatinya gigi termasuk tulang. Bisa dibayangkan betapa banyak bencana yang ditimbulkan hanya dengan ekspos minuman bersoda sejak dini.

  • Permen rasa buah

Ironis bila menyaksikkan orang tua memberikan permen rasa buah untuk bayi dengan dalih kaya akan vitamin dan nutrisi. Tak bisa di salahkan, toh kandungan di balik bungkus permen memang mencantumkan terbuat dari buah asli atau seratus persen jus buah. Namun, layaknya produk yang lain, ada kalanya orang tua harus benar-benar berpikir matang nan masak.

Bahasa Indonesia klasik mencantumkan permen sebagai kembang gula. Dalam bahasa jawa, kembang berarti bunga, yang berarti pula bunga gula. Tidak salah menggambarkan gula sebagai kembang, karena memang dasar permen adalah gula. Dalam satu bungkus permen, meski dengan klaim buah asli sekalipun tidak menjamin permen tersebut lebih sehat. Justru, anak terancam tidak hanya dari kadar gula, tapi kondisi mulut pula.

  • Saus tomat

Nyemil kentang goreng pakai saus tomat, atau makan ayam didampingi saus sambal, duh nikmat rasanya.

Orang tua banyak memperkenalkan saus sebagai penambah rasa hidangan si kecil. Dapat ditebak, banyak anak memilih saus sebagai penyedap rasa hingga dirinya beranjak dewasa. Kalimat kurang kalau tidak pakai saus tak lagi asing didengar. Kendati demikian, saus yang nampak biasa saja ternyata mengundang malapetaka.

Saus tomat mengandung gula dan garam yang tidak terlalu besar pada tiap tetesnya. Tapi, pernahkan ayah bunda melihat orang makan menggunakan saus hanya satu tetes? Pastinya jarang sekali ditemui, bukan?

Bahaya saus tomat ketika disajikan bersama hidangan sarapan, makan siang, dan malam bagai jerat benang. Awalnya mungkin bayi tidak mendapat masalah usai konsumsi makanan yang didampingi tomat. Namun, saat beranjak dewasa, akan sangat sulit bagi dirinya untuk lepas dari ikatan saus, mungkin sampai cucu cicit kelak.

Usahakan orang tua berpikir dua kali sebelum mengenalkan saus pada si kecil. Kecuali, tujuan pemakaian saus adalah membujuk buah hati konsumsi sayur mentah. Lain cerita dengan makanan pada umumnya, sayur mentah tergolong pahit dan hambar sehingga dibutuhkan dorongan dari saus. Tentunya, orang tua harus yakin akan keseimbangan penyajian makanan bayi 9 bulan.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply