Kenapa Masih Banyak Yang Menyangsikan Manfaat Imunisasi Bayi

Kenapa Masih Banyak Yang Menyangsikan Manfaat Imunisasi Bayi

Ibu masih ingat kan dulu pernah ada berita tentang vaksin palsu? Banyak orang tua yang melakukan protes. Dan dari situ, kita bisa menyimpulkan banyak orang tua yang mengerti manfaat imunisasi bayi. Mereka yakin vaksin itu sangat diperlukan oleh bayi mereka.

Di sisi lain, jumlah orang yang tidak mau anak mereka mendapatkan vaksin atau imunisasi juga tidak sedikit. Mereka memiliki alasan yang berbeda. Mungkin ibu selama ini tahu jika mereka menggunakan alasan agama. Ya, ini alasan yang paling sering dilontarkan. Mereka menganggap vaksin itu diambil dari hewan yang menurut mereka najis atau haram untuk dimasukkan ke tubuh manusia. Dan alasan seperti itulah yang membuat mereka yakin tidak mau memberikan imunisasi kepada sang buah hati.

Ada juga alasan lainnya selain alasan agama. Apa saja itu?

Alasan Efek Samping

Ini alasan yang dikemukakan oleh orang yang sedikit banyak tahu tentang medis. Mereka mungkin memiliki latar belakang pendidikan kesehatan atau mereka mencaritahu hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan bayi.

Memang beberapa jenis imunisasi memicu munculnya efek samping. Yang paling sering terjadi adalah panas. Suhu tubuh yang tinggi ini biasanya dialami oleh bayi yang baru saja mendapatkan vaksin campak.

Namun, tidak itu saja yang menjadi efek samping imunisasi. Ada yang mengakibatkan efek samping berupa mual dan kehilangan nafsu makan. Dan efek samping yang seperti ini biasanya terjadi pada kurun waktu yang lama. Inilah yang menjadi alasan mengapa beberapa orang tidak ingin bayi mereka mendapatkan vaksinasi meskipun mereka tahu manfaat vaksinasi bayi.

Khawatir Bayi Mengalami Autisme

Ini hal yang mungkin tidak banyak orang tidak tahu. Ternyata, ada risiko di mana bayi bisa mengalami autisme ketika mendapatkan vaksinasi. Namun, para ahli kesehatan mencoba menampik rumor semacam itu. Sayangnya, pendapat mereka kurang begitu kuat mengingat mereka tidak mengerti betul apa yang menyebabkan anak mengalami autisme.

Isu seperti ini memang lebih bersifat gosip. Hanya saja, tidak sedikit orang tua yang menanggap serius tentang hal ini. Ini menjadi tugas para pemerhati kesehatan bayi agar bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka harus memberikan penjelasan apa penyabab autis dan pastikan vaksinasi bukan salah satu faktor penyebabnya.

Adanya Zat Pengawet

Bagi orang tua yang kritis, mereka akan mengajukan pertanyaan ini. Mengapa dokter melarang bayi mendapatkan makanan yang mengandung zat pengawet namun mereka memberikan vaksinasi yang mengandung zat pengawet. Mungkin saja ibu belum mengerti tentang hal ini. Namun, ini adalah suatu hal yang benar bahawasannya ada zat pengawet yang ada di dalam vaksin.

Namun, ini harus dijelaskan lebih lanjut. Memang ada zat pengawet pada vaksin seperti thimerosal. Hanya saja, para ahli kesehatan mengatakan zat pengawet tersebut tidak berbahaya.

Dan untuk lebih jelas lagi, ibu bisa ikut ke dalam forum ibu dan balita agar ibu lebih memahami tentang makanan sehat untuk anak. Ternyata, ada lho makanan yang mengandung bahan pengawet yang tidak berbahaya. Salah satunya jika bahan pengawet tersebut seperti yang ada pada vaksin, yaitu thimerosal.

Kong Kali Kong Pemerintah Dengan Produsen Vaksin

Ini yang lebih berbahaya. Bisa dikatakan orang tua yang tidak mau memberikan vaksin kepada anak mereka karena alasan yang satu ini, mereka benar-benar orang yang skeptis. Tidak bisa dipungkuri memang ada rumor yang menyebutkan bawasannya program vaksinasi atau imunisasi ini hanya konspirasi antara pemerintah dengan produsen. Dengan menjelaskan manfaat vaksinasi bayi itu banyak sehingga semua bayi harus divaksin, pemerintah dianggap telah berbisnis dengan produsen vaksin.

Apakah ini benar? Jika dilihat dari niatnya, tentu saja tidak benar. Pemerintah memiliki anggaran untuk membuat bayi sehat. Dan ini menjadi tanggungjawab pemerintah. Itulah mengapa pemerintah melakukan imunisasi gratis. Anggaran dari negara digunakan untuk membeli vaksin lantaran ini hal yang penting untuk generasi penerus bangsa. Apakah ada hal yang terdengar seperti konspirasi?

Terlepas dari itu semua, tentu diperlukan solusi yang tepat agar masyarakat secara kesuruhan mau membawa bayi mereka untuk mendapatkan imunisasi. Ini sudah difasilitasi oleh pemerintah. Semuanya gratis.

Yang paling sulit memang menyadarkan para orang tua yang menganggap vaksin itu haram sehingga bayi mereka tidak perlu divaksin. Ada beberapa daerah yang secara umum menolak vaksinasi karena alasan ini. Untuk menjelaskan kepada mereka, tidak diperlukan lagi pendekatan yang bersifat ilmiah. Sepertinya, para pemuka agama yang cenderung didengar oleh masyarakat harus dilibatnya untuk menghapus stigma bahwa vaksin itu haram. Bagaimana pun juga, manfaat imunisasi untuk bayi itu sangat banyak. Dan ini untuk masa depan bayi juga.

Tentu ibu tidak ingin melihat bayi atau bayi saudara dan tetangga mengalami masalah seperti yang dialami oleh bayi yang berada di Afrika. Pada saat ini, banyak anak kecil yang meninggal karena tubuhnya tidak kebal terhadap penyakit. Hal ini disebabkan semenjak kecil mereka tidak mendapatkan vaksinasi.

Pendekatan personal bisa dilakukan oleh para pemuka agama. Sementara itu, pendekatan ilmiah bisa dilakukan oleh para ahli kesehatan anak dengan cara terus menyebarkan informasi penting mengenai pentingnya imunisasi. Mereka bisa menyampaikan hal tersebut melalui media apapun, salah satunya melalui blog atau website. Ini seperti website www.ibudanbalita.com yang terus menyebarkan informasi mengenai manfaat imunisasi bayi.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply