Kenali Resiko dan Kelebihan Baby Led Weaning

Kenali Resiko dan Kelebihan Baby Led Weaning

Baby Led Weaning tengah menaiki tangga kepopuleran di kalangan bunda Indonesia. Perbincangan hangat mengenai betapa metode tersebut akan mempermudah hidup bunda dalam menyapih si kecil. Sayangnya, terkadang manusia hanya asal ikut serta, alias mencontek tanpa mengetahui lebih dalam apa akibat dari baby led weaning.

Sebelumnya, mungkin tidak semua pembaca yang mampir membaca artikel ini sudah menerapkan metode led weaning. Pada dasarnya adalah pemberian makanan penyapih tanpa disuapi. Ya, berhubung tidak disuapi otomatis bayi makan sendiri kalau ingin memuaskan rasa lapar. Eropa merupakan salah satu negara yang sangat meminati praktek baby led. Budaya yang keras dan serba individualis membuat led weaning dianggap mampu mendidik. Benarkah?

Tidak ada sesuatu yang sempurna. Segala kesempurnaan hanyalah milik tuhan sebetulnya bukan kalimat yang salah. Ada kelebihan baby led weaning dan ada pula kekurangannya. Lagipula, bila tidak dipertimbangkan dengan baik akan berbuah malapetaka. Nah, langsung saja masuk dalam penjelasan pertimbangan melakukan baby led weaning berdasarkan kelebihan dan kekurangannya.

Baby akan merasa..

Jarang alergi.
Berhubung bayi akan menghadapi tekstur makanan yang keras dan tidak halus, maka rasa makanan tersebut akan bertahan cukup lama. Dalam artian, indera pengecap bayi benar-benar mendapat pengalaman merasakan makanan padat layaknya orang dewasa. Berbeda dengan bubur, bayi harus bertahan dengan beragam komponen penyusunan rasa dalam makanan.

Sebetulnya, sebagian besar alergi merupakan reaksi kaget tubuh ketika menghadapi sesuatu di luar kebiasaan. Berhubung dengan makanan led weaning si kecil dipaksa merasakan beragam tekstur secara bersamaan, maka tubuh terlatih untuk menghadapi kemungkinan tidak pasti. Bahkan penelitian menunjukkan bayi yang diberi selai kacang dan ikan dengan cara led weaning mengalami penurunan resiko terjangkit alergi.

Pencernaan kokoh
Diare, muntah, dan mual sepertinya berita basi di kalangan bayi, terutama mereka yang disapih. Ya, memang pencernaan bayi bisa dibilang sangatlah lemah, tidak hanya dalam mengolah bahan makanan namun juga mencerna makanan itu sendiri. Umumnya orang mengira bubur bayi yang cair nan lembut tentu memudahkan usus, padahal tidak demikian.

Tekstur yang terlalu cair membuat metabolisme si kecil terlalu lancar. Sedangkan, pada led weaning, bayi dipaksa mengkunyah. Walaupun hanya bermodal gigi satu sampai dua biji, atau malah tidak ada sama sekali, setidaknya bayi berusaha memperhalus makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, pencernaan terus berusaha fleksibel dalam menanggapi makanan yang masuk.

Koordinasi bayi semakin baik
Hidup manusia tidak lepas dari mengenggam. Mulai dari mengenggam pensil, buku, handuk, tas, sampai dengan tangan orang terkasih membutuhkan kemampuan kerja sama otak dan otot. Ternyata, kegiatan yang sepertinya sangat mudah dan tidak menyulitkan ini menyimpan latihan mati-matian pada awalnya.

Terhindar dari obesitas

Lucu tapi nyata, ternyata memberi makanan dalam bentuk padat mampu mengurangi kemungkinan tubuh terserang berat badan berlebih. Bahkan, beberapa kasus justru menunjukkan bayi yang diberi makanan cenderung padat terhindar dari obesitas dibanding yang tidak. Sungguh fakta menarik yang patut menjadi pertimbangan.

Perlu diketahui, tidak ada yang salah dengan pemberian makanan instant untuk pengenalan. Kendati demikian selalu baca kandungan yang tercantum pada label kemasan bagian belakang. Jangan sampai orang tua salah memberi dan malah berujung pada bayi alergi, atau mungkin salah memasukkan asupan nutrisi seimbang.

Tapi, si kecil beresiko

Tersedak
Kematian yang sangat tak diinginkan bisa tambah parah dengan kondisi meninggal yang membuat elus dada. Ya, angka kematian karena tersedak cukup menarik perhatian meskipun mungkin banyak orang tidak menyadari resiko satu ini bisa terjadi pada buah hati. Jangan menunggu sampai terjadi, segera lakukan langkah pencegahan.

Memilih bahan yang tepat untuk metode led weaning sangat disarankan. Berhubung si kecil tidak mampu mengkunyah makanan seahli orang dewasa, maka jangan berikan makanan padat yang berukuran kecil. Kacang misalkan, bentuknya yang kecil justru menyusahkan si kecil dalam proses kunyah, sehingga berakibat masuk ke dalam tenggorokan tanpa kunyahan.

Berantakan
Namanya bayi belajar makan sendiri, sudah pasti akan berantakan. Jangan kaget bila menemukan si kecil belepotan dengan makanan yang tersebar kemana-mana. Percayalah, secerdas apapun bayi ayah bunda, kalau sedang makan pasti akan sulit rapih.

Tidak perlu berkeluh kesah terhadap kondisi si kecil yang buat tugas beberes orang tua bertambah. Ingat, dibalik pemandangan‘kapal pecah’ tersebut, tersembunyi perkembangan yang setiap harinya terus bertambah.

Alih-alih terus menggerutu tiap kali si kecil buat berantakan, sediakan lingkungan yang meringankan beban bersih-bersih bunda. Celemek untuk bayi merupakan pilihan tepat untuk menampung tetesan makanan dari mulut. Gelar lapak anti air sangat mungkin dipakai guna memudahkan bunda atau ayah saat harus melap tetesan atau mungin rempah dari makanan si kecil.

Kelebihan zat besi
Zat besi merupakan mineral yang bertanggung jawab atas kelancaran darah tubuh manusia. Bayi sendiri mendapat asupan zat besi dari sesi menyusui. Berhubung sebagian besar makanan mengandung zat besi, sangatlah tepat kalau orang tua mulai perhatikan kadar zat besi dalam diri anak. Jangan sampai si kecil kelebihan zat besi dan jatuh sakit.

Sebagai orang tua memberikan yang terbaik adalah hal wajar, tinggal bagaimana prakteknya. Berhubung sudah lebih memahami pertimbangan yang ada, selanjutnya adalah keputusan orang tua. Segala sesuatu memang bak pisau bermata dua, memiliki bahaya dan manfaat. Baby led weaning juga demikian, jadi pembaca harus hati-hati ya.(HN)

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply