Kenali Jenis Gangguan Kesehatan Pencernaan Anak

Kenali Jenis Gangguan Kesehatan Pencernaan Anak

Buah hati ayah bunda tentu menjadi pusat perhatian orang tua manapun yang memang sayang anak. Melihat tawa ceria, dan perhatian kecil menyentuh hati ayah atau bunda menjadikan kasih sayang membesar. Tidak ingin rasanya jika anak berhenti menunjukkan raut muka bahagia dan berganti ekspreksi sakit karena gangguan kesehatan pencernaan anak.

Rasa ingin tahu membunuh kucing tapi pengetahuan yang didapat sepadan dengan kematiannya. Kiasan barat satu ini sangat tepat menggambarkan betapa pentingnya pengetahuan orang tua. Daripada menghindari kenyatahaan pahit menghadang di depan, sebaiknya ayah bunda memang mencari tahu sebelum terlambat. Seseorang yang telah bersiap untuk kemungkinan terburuk, akan lebih sulit tersakiti.

Kesehatan anak prioritas utama ayah dan bunda. Dibanding menunggu anak sakit baru tergopoh gopoh mengetuk pintu dokter, lebih baik bunda dan ayah mampu identifikasi penyakit pencernaan dari awal. Anak kecil sangat rentan terkena penyakit pencernaan, entah dari salah makan makan, kuman, virus, dan banyak lagi. Berikut ini daftar gangguaan kesehatan pencernaan anak yang umum terjadi:

Penyakit Celiac

Salah satu penyakit yang cukup umum menjangkit anak kecil namun juga berbahaya disebut penyakit celiac. Ketika sistem ketahan tubuh bereaksi pada tipe protein bernama gluten, maka kemungkinan besar celiac menghampiri dengan senang hati.

Jika anak terlalu banyak konsumsi makanan berkandungan gluten, secara perlahan sistem pertahan tubuh merusak pembatas usus kecil. Ibarat bendungan yang berhasil ditembus, air akan tumpah menjadikan penduduk di sekitar tidak mampu bekerja, dalam hal ini tubuh tidak bisa menyerap protein, mineral, dan nutrisi lain dari makanan. Secara tidak langsung, pertumbuhan anak terhambat total atau bahkan terhenti.

Diet gluten sedang naik daun akibat promosi dari selebritas. Gluten banyak terkandung dalam nasi, roti, dan makanan olahan gandum, yang mana gizi dalamnya berguna namun juga mengancam. Perlu ditekankan tidak ada yang salah dengan makan roti, yang perlu diperiksa adalah kemampuan anak mencerna yang baik dan membuang yang jahat.

Perhatikan gerak gerik anak yang senang mengkonsumsi makanan dengan potensi kandungan gluten. Kulit gatal – gatal disertai rasa terbakar pada mulut adalah gejala utama yang bisa dilihat orang tua. Setelah rangkaian pemeriksaan, akan ditemukan bahwa zat besi menurun drastis pada penderita celiac.

Sindrom Iritasi Usus

Iritasi, suatu kata yang dibenci orang dewasa maupun anak – anak. Bagaimana tidak ? rasa iritasi begitu menganggu, sepertinya kecil tapi kalau sudah perih menganggu bukan main. Iritasi tidak selalu terlihat namun ada yang kasat mata, contohnya iritasi pada perut yang dalam hal ini iritasi usus.

Sindrom iritasi usus termasuk penyakit kronis, pasalnya, berbeda dengan penyakit pencernaan lain Sindrom iritasi usus berjangka lama dan menyerang baik usus besar maupun kecil. Penderita Sindrom iritasi usus bisa merasakan perut tercerna kadang terlalu cepat, kadang terlalu pelan, dan setiap hari selalu berbeda. Pada anak, kemungkinan besar jawaban jujur akan apa yang dirasakan bisa keluar jadi jangan ragu bertanya.

Penderita Sindrom iritasi usus tidak akan mampu menyerap kadar air dari makanan sehingga menyebabkan diare dan konstipasi pada anak. Sekilas iritasi dan inflamasi pada pencernaan terlihat sama meskipun berbeda. Parahnya lagi, iritasi pada perut belum diketahui pasti apa penyebabnya. Ayah dan bunda harus melihat dan berkomunikasi dengan anak supaya tahu apa yang sedang diderita.

Penyakit Inflamasi Usus Besar

Saat usus besar maupun kecil terkena inflamasi, penderita akan merasakan rasa bengkak dan perih bukan main. Diare, muntah tiap saat, mual, kram perut, sampai dengan kehilangan berat badan hanya segelintir resiko penyakit inflamasi usus besar. Tambah repot lagi kalau ayah bunda tahu penyakit inflamasi usus besar terbagi dua yakni penyakit Chron dan ulcer.

Chron berfokus pada dinding pencernaan. Ketika terserang inflamasi jenis chron, secara otomatis dinding pencernaan menebal seperti ruang kedap suara, hanya saja tidak pada semua area. Kala anak terserang inflamasi chron, dirinya akan malas makan, sakit perut, muntah, mencret berdarah, dan juga iritasi pada mulut.

Serupa namun tak sama dengan saudaranya, ulcer hanya menyerang usus besar. Karena ulcer spesialis usus besar, dinding yang terganggu hanya pada bagian usus besar dan memiliki efek sama dengan chron. Gejalanya ulcer termasuk mirip dengan chron yakni sakit perut, diare, anus berdarah, berat badan berkurang, dan kurang nafsu makan.

Penting diketahui, tidak ada yang salah dengan orang tua. Terkadang musibah berupa penyakit bisa datang kapan saja. Antisipasi tentu saja diperlukan supaya kesehatan anak tetap terjaga dan penyakit teratasi dengan cepat. Faktor yang menghambat kecepatan sembuh salah satunya adalah ketidak tahuan yang artikel ini coba kurangi.

Masih banyak lagi jenis penyakit pada pencernaan anak yang bisa menyerang kapan saja. Gerak gerik anak bisa mencerminkan kondisinya. Kalau anak tipe periang, perubahan sikap yang drastis patut dipertanyakan. Diam anak bisa menimbulkan banyak pertanyaan karena terkadang mengungkapkan rasa sakit pada orang tua bukan keahliannya. Ayah bunda harus segera sadari ‘kode’ anak sadar atau tidak.

Terakhir, Mencegah selalu lebih baik dibanding mengobati. Tidak perlu menunggu anak benar – benar sakit jika memang bisa diatasi dari awal dengan pengetahuan yang ada. Pemeriksaan rutin dan pemenuhan gizi sangat membantu pertahanan tubuh anak terjaga. Kalau bisa, pilih susu pertumbuhan anak yang dapat membantu tingkatkan kesehatan pencernaan anak.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply