Kenali Infeksi Pencernaan Pada Balita Beserta Cara Menanganinya

Kenali Infeksi Pencernaan Pada Balita Beserta Cara Menanganinya

Kasus infeksi pencernaan pada balita sudah sangat banyak dan terkadang meresahkan sehingga Anda sebagai orang tua perlu mewaspadainya.

Sistem pencernaan merupakan sistem paling penting untuk menunjang pertumbuhan anak. Karena memang pencernaan menjadi pintu masuk dari nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Awal mulanya, makanan akan masuk melalui mulut. Kemudian makanan diserap/diolah menjadi semacam nutrisi yang akan disalurkan ke seluruh tubuh.

Ketika sistem pencernaan bermasalah, makanan yang masuk akan lambat dicerna. Apalagi sampai dipecah menjadi berbagai macam nutrisi yang akan disalurkan.

Pada kasus pencernaan, infeksi pencernaan pada anak memang menjadi masalah paling biasa. Ada yang sifatnya ringan, dan ada juga yang berat.

Keduanya tetap perlu penanganan. Karena penanganan ini akan menjadikan anak kembali sehat, mau makan kembali. Akhirnya, permasalahan pada tumbuh kembang anak bisa diminimalisir.

Di sini, kami akan mengulas tentang infeksi pencernaan, penyebab beserta cara menanganinya. Jadi, mari temukan informasinya di bawah ini!

Infeksi Pencernaan Pada Anak

Infeksi pencernaan merupakan kondisi dimana terjadinya permasalahan kesehatan yang melekat pada sistem pencernaan. Buah dari permasalahan ini adalah tidak sempurnanya makanan dicerna di dalam organ tersebut.

Setelah sistem pencernaan terganggu, nafsu makan anak orang yang menderita masalah tersebut akan menurun. Akibatnya, nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak terpenuhi.

Ketika masalah ini terjadi pada anak yang berada di usia pertumbuhan, maka tumbuh kembangnya jelas akan terhambat.

Kemudian permasalahan yang akan terjadi selain itu adalah kekurangan gizi, munculnya berbagai penyakit yang membahayakan kesehatannya.

Penyebab Terjadinya Infeksi Pencernaan Pada Anak-Anak

Keluhan masalah pencernaan pada anak memang bukan barang baru. Hampir setiap orang tua pernah merasakannya.

Permasalahan ini tentu bukan tanpa sebab. Penyebab utamanya adalah karena kuman atau virus yang masuk ke dalam sistem pencernaan.

Kuman/virus tadi menempel, kemudian membuat organ pencernaan meradang. Akibat yang ditimbulkan adalah rasa sakit.

Lalu darimana kuman itu muncul? Jawabannya tentu saja dari lingkungan dimana anak tersebut tinggal.

Lingkungan rumah yang kurang bersih tentu menjadi sarang kuman. Dan bila anak bermain atau beraktifitas, kecenderungan terjadinya kontak langsung dengan kuman sangatlah besar.

Kuman dibawa masuk, bahkan bersamaan dengan makanan yang dikonsumsi. Akhirnya, anak akan mengalami permasalahan pada saluran pencernaannya.

Tanda-Tanda Anak Mengalami Masalah Pada Sistem Pencernaannya

Infeksi pada sistem pencernaan anak sebenarnya bisa dikenali dengan sangat mudah. Contohnya adalah keengganan anak untuk mengkonsumsi makanan.

Hal ini bermula dari demam dan muntah-muntah. Bahasa kedokterannya adalah gastroenteritis.

Infeksi saluran pencernaan ini sebenarnya sangatlah lumrah, apalagi jika terjadi pada anak-anak yang notabenenya masih sangat rentan.

Tanda yang paling normal adalah munculnya demam. Bahkan dalam beberapa kasus, anak akan memuntahkan apa yang dikonsumsinya.

Ketika anak Anda mengalami masalah seperti ini, Anda sebenarnya tidak perlu khawatir berlebihan. Karena kasus seperti ini normal, dan dalam beberapa hari akan sembuh sendiri.

Yang perlu orang tua lakukan adalah tetap menenangkan anak, mencari cara yang lumrah supaya anak tetap mau mengkonsumsi makanan. Tentunya makanan yang dikonsumsi harus bergizi dan bersih.

Selain demam dan muntah-muntah, tanda infeksi pencernaan balita adalah diare. Diare ini terjadi karena memang sistem pencernaannya tidak berjalan dengan semestinya.

Diare ini juga bebarengan dengan demam. Hanya saja jika diare yang dikeluarkan bercampur darah, maka Anda harus melakukan penanganan lebih lanjut.

Cara Menangani Infeksi Pencernaan Terhadap Anak

Ketika anak sedang bermasalah dengan sistem pencernaannya, Anda tentu masih diharuskan memberikan asupan nutrisi. Artinya, anak tetap harus makan meskipun tidak mau.

Di sini, Anda perlu menyeleksi jenis makanan yang akan diberikan. Pastikan Anda memberikan makanan yang kaya akan gizi.

Sebaliknya, jauhi makanan yang bersantan, makanan olahan pabrik, serta makanan yang digoreng.

Pasalnya, makanan seperti itu membuat diare dan muntah semakin parah. Bahkan anak-anak akan menolak untuk mengkonsumsinya.

Selain itu, Anda juga perlu memberikan banyak cairan pada anak. Cairan ini memang sangat penting, terutama jika infeksi tadi membuat anak dehidrasi (masalah infeksi pencernaan berat).

Cairan tersebut bisa asi atau air mineral. Kemudian Anda bisa mengkombinasikannya dengan oralit agar anak Anda tidak kehilangan cairan dengan cepat.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah antibiotik juga dibutuhkan untuk menangani infeksi pencernaan?

Pemberian antibiotik ini memang kadang diperlukan. Tentunya dengan catatan jika masalah pencernaan tersebut ditimbulkan oleh bakteri/bukan virus.

Karena dikhawatirkan kalau bakteri dibiarkan akan membuat masalahnya semakin berlarut-larut. Akhirnya, masalahnya menjadi lebih pelik seperti komplikasi.

Dengan memberikan antibiotika tadi, benih-benih penyakit yang berasal dari bakteri bisa dituntaskan.

Namun perlu dipahami, Anda perlu memeriksakan terlebih dahulu kesehatannya pada dokter agar diketahui penyebab aslinya.

Ketika pencernaan bermasalah tadi memang murni dari bakteri, maka itulah waktu yang tepat untuk memberikan antibiotik.

Anda tidak perlu mencari cara lain, Anda hanya perlu mengikuti apa yang disarankan oleh dokter.

Sementara jika penyebabnya bukan berasal dari bakteri, tentu Anda bisa meninggalkan pemanfaatan antibiotika.

Setelah sembuh dari masalah infeksi pencernaan terhadap balita, pastikan untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Anda bisa memulainya dengan rajin membersihkan area dimana anak sering bermain. Kemudian mencuci bersih alat-alat makannya.

Yang terpenting, ajari anak untuk menjaga kebersihan juga. Misalnya dengan mengajari anak untuk cuci tangan sebelum makan dan lain sebagainya.

Kesimpulannya, kebersihan lingkungan menjadi awal yang baik untuk menghindari permasalahan kesehatan. Jadi, mari biasakan bersih dan katakana selamat tinggal pada infeksi pencernaan pada balita.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply