Hati-Hati Dengan Kandungan Selenium Berlebihan Di Dalam Susu Balita

Hati-Hati Dengan Kandungan Selenium Berlebihan Di Dalam Susu Balita

Salah satu keunggulan dari susu balita yang terbaik adalah kandungan selenium yang pas. Artinya, selenium tidak terlalu berlebihan dan juga tidak terlalu sedikit. Mungkin ibu sudah tahu apa saja manfaat selenium ini untuk perkembangan balita. Akan tetapi, ibu harus tahu juga bawasannya kelebihan selenium bisa berakibat buruk untuk kesehatan sang buah hati.

Akibat Kelebihan Selenium

Sebenarnya, selenium tidak hanya dibutuhkan oleh balita. Lebih dari itu, selenium juga baik untuk semua orang, terlepas itu usianya masih balita atau sudah dewasa.

Yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan selenium. Setiap orang sesuai dengan usia membutuhkan selenium dengan kadar yang berbeda. Untuk balita, kebutuhan selenium hanya sekitar 10-17 mcg. Jadi, tidak salah jika ibu memilih susu Frisian Flag Jelajah karena kandungan seleniumnya tidak berlebihan.

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan jika selenium berlebihan adalah keracunan. Hal ini dijelaskan oleh pakar kesehatan balita yang mengatakan selenium yang berlebihan bisa merusak organ tubuh tubuh tertentu. Masyarakat umum memahaminya sebagai gejala keracunan.

Tentu saja ibu tidak ingin balita ibu mengalami hal buruk ini, bukan? Oleh sebab itu, sebaiknya ibu pastikan susu yang ibu berikan untuk si kecil merupakan susu untuk balita yang terbaik.

Sebenarnya, keracunan bukan satu-satunya efek buruk yang ditimbulkan karena kelebihan selenium. Akibat lain yang disebabkan oleh kelebihan selenium antara lain:

  • Diare

Mungkin ibu pernah lihat balita diare karena mengkonsumsi susu. Hal ini bisa disebabkan karena bakteri yang mungkin mengkontaminasi susu. Atau, ada bakteri yang melekat pada botol susu sehingga ketika susu dikonsumsi oleh si kecil, maka bakteri juga akan ikut masuk ke dalam tubuhnya.

Namun, diare juga bisa disebabkan karena kandungan selenium yang terlalu banyak di dalam susu. Agar terhindar dari hal tersebut, sebaiknya ibu memilih susu balita terbaik yang kandungan seleniumnya sesuai dengan kebutuhan si kecil. Selain itu, pastikan ibu membuatkan susu sesuai dengan takaran yang ada pada instruksi penyajian pada bungkus susu.

  • Kelainan Ginjal

Mungkin gejala yang satu ini tidak akan terlihat secara jelas. Ada gejala namun gejala tersebut dokter yang lebih mengetahui. Kelainan ginjal ini sering dikarenakan karena kinjerja ginjal terlalu berat lantaran ada kandungan nutrisi yang berlebihan. Salah satunya ketika selenium terlalu terlalu berlebihan.

  • Tubuh Lesu

Seharusnya, susu membuat badan balita sehat sehingga ia mendapatkan energi yang cukup dan akhirnya ia beraktivitas dengan penuh semangat. Namun, lain hal jika ibu memilih asal susu balita. Bukannya badan si kecil sehat dan kuat, tapi justru ia lesu dan tidak bersemangat.

Tentu banyak faktor penyebab anak terlihat lemah dan lesu. Bukan berarti hal tersebut disebabkan susu yang kandungan selenium terlalu banyak. Diperlukan observasi yang dilakukan oleh dokter anak untuk mengetahui apa penyebab tubuh balita lesu.

Tentunya masih banyak lagi hal buruk yang bisa terjadi jika balita mendapatkan selenium berlebihan. Ibu bisa ikuti forum ibu dan balita untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap lagi. Di forum tersebut, ibu juga bebas bertanya apa saja yang berkaitan dengan kesehatan bayi dan balita. Jadi, tidak salah jika ibu memiliki waktu luang, ibu mengunjungi dan ikut berdiskusi di forum tersebut.

Menghindari Kelebihan Selenium

Sebenarnya kandungan selenium tidak hanya didapatkan dari susu saja. Ada makanan juga yang kandungan seleniumnya cukup tinggi. Untuk itu, ada hal yang perlu ibu ketahui agar balita ibu terhindar dari kelebihan selenium.

  1. Kenali Makanan Yang Tinggi Selenium

Dengan mengetahui makanan yang kandungan seleniumnya tinggi, ibu bisa melakukan antisipasi. Setidaknya, ibu tidak terlalu sering memberikan makanan tersebut atau menyajikan menu makanan tersebut dalam jumlah yang terlalu banyak.

Ikan salmon menjadi salah satu makanan yang kandungan seleniumnya paling tinggi, yaitu mencapai 41,4 mcg per 100 gram. Telur dan daging sapi juga termasuk ke dalam makanan yang mengandung selenium meskipun kadarnya rendah.

  1. Memberikan Makanan Yang Bervariasi

Cara yang paling mudah untuk mencegah hal buruk terjadi akibat kelebihan selenium adalah dengan memberikan menu makanan yang bervariasi. Selain itu, hal ini juga akan membuat anak lebih lahap dalam mengkonsumsi makanan. Karena makanan yang variatif, anak tidak mudah bosan yang sering membuat anak kehilangan nafsu makan.

  1. Memilih Susu Yang Terbaik

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada susu terbaik balita yang harus menjadi pilihan ibu, yaitu susu Frisian Flag Jelajah. Ini adalah susu yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi balita usia 1-3 tahun. Salah satu kandungan nutrisi di dalam susu ini adalah selenium. Akan tetapi, kandungan selenium sudah disesuaikan dengan yang direkomendasikan oleh pakar perkembangan balita.

Itupun ada satu catatan lagi. Ibu harus pastikan memberikan susu sesuai dengan aturan. Menurut ahli kesehatan balita, susu sebaiknya tidak boleh diberikan lebih dari tiga botol setiap hari. Selain itu, takaran susunya juga harus diperhatikan. Takaran yang berlebihan bisa membuat balita mendapatkan nutrisi yang berlebihan, tak terkecuali nutrisi berupa selenium.

Selenium memang dibutuhkan untuk balita khususnya untuk menjaga kesehatan. Pasalnya, selenium juga berperan sebagai antioksidan. Akan tetapi, hal yang baik pun akan menjadi buruk jika berlebihan. Untuk itu, ibu harus pastikan susu balita yang ibu pilih mengandung nutrisi yang cukup, tidak berlebihan, khususnya kandungan berupa selenium.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply