Jaga Grafik Berat Badan Anak Ideal dengan Cara Berikut

Jaga Grafik Berat Badan Anak Ideal dengan Cara Berikut

Grafik berat badan anak telah menjadi takaran standard kesehatan. Hal ini terlihat jelas pada saat orang tua menjalani pemeriksaan rutin untuk si kecil. Petugas atau biasa disebut suster selalu meminta si kecil naik ke atas timbangan dan mengukur tinggi tubuh saat ini. Alasannya, mudah saja, setidaknya kadar BMI memang pas dan tidak kurang atau lebih.

Body Mass Index merupakan takaran internasional untuk menentukan kualitas berat seseorang. Dengan membandingkan tinggi dengan berat badan, dapat diketahui bila anak kekurangan atau malah obesitas. Manapun itu, seharusnya orang tua sadar cara terbaik mencapai tubuh ideal adalah diet yang sehat. Jangan gampang menelan mentah mitos, beberapa fakta berikut bisa merubah pola pikir ayah bunda.

Lemak: sahabat atau musuh?

Di kala jatuh, memang rasa nyeri akan melanda, namun hanya akan berlangsung beberapa menit saja. Kadang orang-orang tidak menyadari siapakah pahlawan yang meredam rasa sakit. Ternyata, bagian tubuh yang berfungsi minimalisir cidera akibat tabrakan adalah lemak!

Ya, lemak seringkali dimusuhi hanya karena diagnosa umum kalau gendut berarti kebanyakan lemak. Produk dengan fungsi bakar lemak langsung laris di pasaran, pokoknya lemak harus pergi. Kendati demikian lemak berperan penting dalam hidup manusia.

Tidak hanya di kala jatuh, lemak juga menyelamatkan hidup seseorang dari faktor lain. Pada udara dingin, manusia hanya bisa bertahan beberapa menit hingga detik saja sebelum terkena hipertomia. Untung saja, lapisan lemak bertanggung jawab menghangatkan tubuh sehingga daerah dingin sekalipun bisa ditempati. Bahkan, ketika kehabisan energi, lemak justru menjadi prioritas dimana tubuh lebih memilih untuk ‘konsumsi’ otot.

Hidup ini ibarat koin, selalu memiliki dua sisi: baik dan buruk. Lemak bukan pengecualian, bagian tubuh satu ini punya dua jenis yakni buruk dan jahat, atau dikenal dengan sebutan saturated fat (lemak jenuh) dan unsaturated fat (lemak tidak jenuh).

Lemak jenuh adalah tipe lemak yang sangat sulit dihancurkan, percobaan ilmiah membuktikkan lemak jenuh tidak mampu larus dengan air. Beda sekali dengan saudaranya, yakni lemak tidak jenuh atau lemak baik. Dikatakan baik karena, lemak tidak jenuh sangat mampu dibakar tubuh dan berfungsi sebagai pendorong energi. Jangan sampai salah, ya.

Menjaga grafik berat anak selalu dalam posisi ideal membutuhkan pemilihan lemak yang baik. Misalkan saja, sering konsumsi alpukat sebagai asupan lemak baik. Tapi, jangan lantas mengatakan junk food atau makanan cepat saji tidak masalah, karena di dalam tipe kuliner tersebut terkandung lemak jahat yang cukup berbahaya.

Asupan tulang itu penting
Tubuh manusia terbagi menjadi tiga lapisan: Tulang, otot, dan kulit. Ketiga lapisan tersebut berintegrasi satu sama lain sehingga membentuk seseorang. Ditinjau lebih lanjut, tidak ada yang lebih penting dibanding yang lain, semuanya sama pentingnya. Kendati demikian berhubung hanya kulit dan otot saja yang terlihat oleh mata, maka tulang sering dilupakan.

Ibarat bangunan, tulang adalah fondasi atau kerangka. Tanpa tulang yang sehat dan kuat dapat dipastikan kalau fungsi tubuh tidak akan baik seratus persen. Bahkan, organ dalam akan sangat terancam mengingat hanya tulang pelindung terkuat.

Tulang tidak meminta banyak hal. Secara garis besar hanya 2 kandungan yang dirinya butuhkan yakni kalsium dan vitamin D. Sumber inilah yang akan membantu perkembangan tulang mencapai tingkat maksimal. Apalagi dengan produk susu inovatif yang dijual di pasaran, tulang sangat mudah peroleh sumber nutrisi. Lebih baik berat badan anak bertambah karena tulang dibanding tulang ringan namun tak berkualitas.

Tak perlu musuhi karbohidrat

Sumber energi terbesar sebetulnya terletak pada karbohidrat. Rumor yang bertebaran memang, seolah memusuhi karbohidrat dalam lapisan level yang entah berapa tebal. Padahal, di akhir hari, seorang anak akan membutuhkan karbohidrat. Bayangkan saja, waktu bermain anak mustahil dihabiskan untuk diam saja di satu tempat, minimal tangannya akan bergerak.

Energi dalam tubuh adalah aset berharga yang layak dipertahankan. Pertanyaannya, apakah orang tua darimana sumber energi. Jawaban yang tepat, tak lain dan tak bukan adalah karbohidrat! Ya, kandungan nasi inilah yang akan buat anak bebas bergerak tanpa khawatir jatuh sakit. Pilih sumber karbohidrat baik seperti nasi atau roti gandum.

Batasi gula
Gula, sungguh sahabat semua orang, kecuali mereka yang tak suka gula. Manisnya gula buat lidah seolah meleleh senang. Bahan makanan bergula sangatlah populer dengan tingkat permintaan tinggi. Memang gula terbilang komponen yang cukup penting, dengan catatan tergantung jenisnya.

Sama halnya dengan lemak, ada gula baik dan gula jahat. Gula yang jahat adalah tipe gula yang menaikkan tekanan darah secara cepat sehingga tubuh terasa enerjik untuk waktu yang singkat. Sedangkan, gula baik adalah tipe gula yang dicerna perlahan namun mampu berikan dorongan energi untuk waktu lebih lama. Buah merupakan sumber yang sangat baik.

Olahraga itu wajib

Makanan yang masuk tidak artinya kalau tidak dibakar dengan menggunakan olahraga. Ya, kegiatan olah tubuh tidak hanya membuat pikiran segar namun juga badan jauh lebih sehat. Jangan sampai buah hati ayah bunda terjebak pola hidup modern yang hanya bisa duduk di depan televisi.

Seorang anak harus mampu bergerak seiring dengan asupan nutrisi dan gizi yang masuk. Tubuh menjadi lebih terlatih dan seimbang. Jangan lupa pantau grafik berat badan anak supaya pengaturan jam olah tubuh dengan makanan tetap pada jalur yang benar.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply