Jadwal Imunisasi Sebelum Usia Si Kecil Menjadi Balita

Jadwal Imunisasi Sebelum Usia Si Kecil Menjadi Balita

Semakin banyak orang tua yang akhirnya setuju dengan imunisasi dan mencari tahu jadwal imunisasi untuk si kecil. Hal ini disebabkan keterbukaan mereka untuk mencaritahu apa sebenarnya imunisasi itu.

Awalnya, mereka tidak mau memberikan imunisasi untuk sang buah hati karena mereka mendapatkan informasi yang salah. Yang mereka dengar adalah bahwasannya vaksin yang digunakan untuk imunisasi berasal dari hewan yang haram seperti babi. Karena penjelasan ilmiah dari para ahli kesehatan melalui berbagai media, termasuk www.ibudanbalita.com, dan juga bantuan dari berbagai tokoh masyarakat, maka kini semakin banyak orang tua yang sadar.

Lebih dari itu, imunisasi merupakan langkah pencegahan. Mereka pasti setuju jika mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Dan salah satu langkah pencegahan dengan melakukan imunisasi.

Setidaknya ibu yang sekarang memiliki bayi harus tahu kapan waktu imunisasi untuk bayi yang usianya belum mencapai 1 tahun. Namun, itu bukan berarti imunisasi itu hanya sampai usia balita saja ya bu.

Jadwal Memberikan Imunisasi Kepada Bayi

ada 5 jenis imunisasi yang seharusnya didapatkan oleh bayi sebelum usianya menginjak 1 tahun. Apa saja itu?

  1. Imunisasi BCG

Sebelumnya, ibu harus tahu dulu apa itu BCG. Ini merupakan singkatan dari Bacillus Calmette-Guerin. Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit TB yang sekarang ini menjadi penyakit yang sangat berbahaya. Dan ibu harus tahu penyakit TB ini mudah menular, terutama pada bayi yang masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Itulah mengapa orang tua yang pernah mengalami TB harus dipastikan dulu penyakit tersebut sudah sembuh total agar tidak ada bakteri yang menular dan berpindah ke si kecil.

Lalu, kapan imunisasi BCG ini dilakukan? Imunisasi BCG ini dilakukan sekali seumur hidup, yaitu saat bayi berusia 1 bulan. Jika ibu lupa, ibu masih bisa tetap membawa si kecil ke puskesmas atau klinik anak ketika si kecil berusia 2 atau 3 bulan agar segera mendapatkan imunisasi BCG.

  1. Imunisasi Hepatitis B

Penyakit yang berbahaya selanjutnya adalah hepatitis B. Bahkan, para ahli kesehatan mengatakan penyakit yang satu ini jauh lebih berbahaya daripada TB. Pasalnya, penderita hepatitis B tidak menyadari jika ia terserang penyakit. Penyakit yang satu ini tidak menunjukkan gejala yang jelas. Kelihatannya penderita sehat padahal ada infeksi pada hati. Penyakit ini baru ketahuan ketika hati sudah terinfeksi dan kondisi kesehatannya sangat buruk.

Ibu juga harus tahu hepatitis B ini merupakan penyakit yang mematikan. Maka dari itu, pencegahan harus dilakukan dengan memberikan vaksinasi atau imunisasi hepatitis B kepada bayi. Waktunya biasanya dilakukan saat bayi baru berusia beberapa hari atau bisa diberikan pada usianya yang 1 bulan.

  1. Imunisasi Polio

Mungkin ibu paling sering dengan istilah yang satu ini. Ya, dibandingkan dengan jenis imunisasi lainnya, imunisasi ini lebih familiar di telinga masyarakat. Apalagi banyak kasus polio yang diekspos di media sehingga masyarakat merasa penting sekali untuk mencegah penyakit polio ini. Dengan cara apa? Salah satunya dengan memberikan vaksinasi polio kepada si kecil.

Imunisasi polio ini paling sering diberikan ketika bayi berusia 2 bulan. Lalu, jadwal pemberian imunisasi polio ini diulang lagi diusianya yang ke 4 bulan dan 6 bulan.

  1. Imunisasi DPT

DPT ini singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Ini merupakan salah satu imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah hingga saat ini karena ketiga penyakit tersebut sangat berbahaya.

Ibu pasti sudah tahu bahwasannya bayi itu masih rentan terhadap penyakit. Adanya bakteri sedikit saja bisa masuk dan mengganggu kondisi kesehatan si kecil. Difteri bisa mengganggu tenggorokan. Pertusis menyerang sistem pernafasan. Sementara itu, tetanus, seperti yang banyak orang ketahui bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Pencegahan wajib dilakukan. Untuk itu, pastikan si kecil mendapatkan imunisasi DPT di usianya yang ke 2,4 dan 6 bulan. Dan imunisasi yang sama akan diberikan ketika balita nanti.

  1. Imunisasi Campak

Campak merupakan penyakit yang hanya dicegah dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh si kecil. Jadi, imunisasi menjadi hal yang harus dilakukan jika bayi tidak mau terkena campak.

Pemberian imunisasi campak ini dilakukan ketika usia si kecil 9 bulan. Ibu tidak perlu khawatir jika bayi ibu tiba-tiba panas di malam hari. Ini merupakan efek samping yang normal terjadi setelah bayi mendapatkan vaksinasi campak. Ibu bisa meminumkan obat penurun panas yang diberikan oleh bidan atau dokter anak.

Itulah kelima jenis imunisasi lengkap dengan jadwal pelaksanaannya.

Imunisasi Yang Disarankan Untuk Dilakukan

Kelima imunisasi tersebut di atas harus diberikan kepada bayi. Namun, ada juga lho jenis imunisasi opsional. Artinya, imunisasi tersebut boleh diberikan boleh juga tidak.

Salah satunya adalah imunisasi Hib. Ini untuk mengantisipasi anak mengalami radang selaput otak. Penyakit ini sangat terjadi di Indonesia. Mungkin ini yang menjadi alasan mengapa imunisasi ini tidak diwajibkan. Selain itu, harganya juga relatif mahal.

Imunisasi MMR, tifoid, varisela, dan hepatitis A juga termasuk ke dalam imunisasi tidak wajib. Mungkin suatu saat nanti ketika penyakit sering menyerang anak-anak, pemerintah akan mewajibkan dan menggratiskan lagi pemberian imunasasi tersebut.

Terlepas dari hal tersebut, ibu harus menjadi agen perubahan. Ketika sudah tahu apa manfaat imunasasi dan paham vaksin yang digunakan itu bagus, tidak berbahaya seperti yang disangkakan oleh sebagian masyarakat, ibu harus menularkan informasi ini kepada siapa saja yang mempunyai bayi. Ibu juga perlu memberitahukan jadwal imunisasi kepada mereka.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply