Ingin Memiliki Anak Dengan Rasa Empati Tinggi! Praktekkan Tips Mengajari Anak Berempati Bertikut ini

Ingin Memiliki Anak Dengan Rasa Empati Tinggi! Praktekkan Tips Mengajari Anak Berempati Bertikut ini

Mengajari anak berempati sebenarnya susah-susah gampang untuk dilakukan. Pada dasarnya anak bisa sangat mudah untuk diajari apa saja. Tetapi tentunya jika pendekatannya dilakukan dengan cara yang tepat.

Setiap orang tua pastinya ingin memiliki anak yang punya rasa empati tinggi serta memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap orang lain. Maka dari itu mengenalkan rasa empati pada anak harus dilakukan sejak dari dini.

Bahkan salah satu studi di Universitas Califormia menemukan jika ternyata anak usia 18 bulan sebenarnya sudah mampu menguasai komponen kunci dari empati yakni kemampuan dalam memahami perasaan orang lain.

Dan pada usia 4 tahun, anak akan berubah dari membuat gerakan fisik yang menandakan jika mereka peduli serta mulai berpikir tentang perasaan orang lain yang terhubung dengan perasaannya.

Umumnya proses tersebut terjadi secara alami. Tetapi meskipun demikian, orang tua juga harus mengusahakannya supaya proses tersebut bisa berjalan secara optimal. Caranya adalah dengan mengajarkan anak berempati.

Mengenal dan Mengelola Emosi Sendiri

Mengajarkan rasa empati pada anak bisa dimulai dari mengenal dan mengelola emosinya terlebih dahulu. Sebab empati ini membutuhkan pengelolaan emosi diri sendiri.

Untuk memulainya, Anda bisa mengajak anak untuk mengenali emosi yang sedang dirasakan supaya lebih mudah merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dalam hal ini, banyak cara yang sebenarnya bisa Anda lakukan.

Contohnya saja Anda bisa memnyediakan kumpulan stiker bergambar ekspresi emosi dasar (sedih. Marah, dan senang). Setiap hari mintalah si kecil untuk memilih salah satu stiker yang menggambarkan perasaannya saat itu.

Dan jika memang sudah memungkinkan, bujuk si kecil untuk menceritakan juga alasan dari kartu ekspresi yang diambilnya tadi (sedih, senang, ataupun marah).

Setelah itu, mengenalkan empati pada anak bisa dilanjutkan dengan mengajarinya untuk mengelola emosinya sendiri. Latihan mengelola emsoi seperti ini merupakan proses jangka panjang dan bahkan bisa berlanjut hingga dewasa.  

Interaksi dengan Orang Lain

Seperti apa si kecil berinteraksi dengan orang lain bisa menjadi petunjuk apakah dirinya sudah mengembangkan sikap empatinya ataukah belum. Dan dengan cara ini, Anda bisa mengajari si kecil berempati.

Jika anak melakukan hal-hal yang menjurus sikap kasar atau tidak sopan, Anda bisa seketika menegurnya. Tanamkan bahwa sikap seperti itu merupakan sikap yang tidak baik serta tidak boleh untuk diulanginya lagi. Jangan sampai Anda melakukan pembiyaran.

Sebaiknya jadikan pekerjaan rumah tangga sebagi bagian dari aktivitas keseharian dari seluruh anggota keluarga, termasuk juga si kecil. Sebaiknya berikan si kecil tanggung jawab ringan, misalnya saja seperti membersihkan tempat tidur dan juga mainannya sendiri.

Mengajari balita berempati selanjutnya bisa dilakukan dengan cara selalu mengingatkan si kecil untuk jangan sampai menyapa temannya dengan panggilan yang tidak menyenangkan, apalagi dengan kata-kata kasar dan cenderung mengolok-olok. Ajaklah si kecil membayangkan jika kondisi itu terjadi pada dirinya.

Jangan terlalu memanjakannya. Beri konsekuensi pada saat si kecil melanggar ketentuan dan peraturan tertentu. Dan yang paling penting adalah sesuaikan konsekuensi ini dengan usianya.

Jangan lupa untuk memberikan pujian atas sikap serta tindakan yang baik. Meskipun orang lain sekalipun yang melakukannya. Hal seperti ini sangat efektif guna menanamkan kepada diri anak bahwa perbuatan tersebut adalah baik dan pasti akan disukai oleh orang lain.

Mengajari anak untuk berempati juga bisa Anda lakukan lewat olahraga. Mengikutsertakannya ke dalam jenis olahraga beregu bisa membuatnya belajar untuk mau bekerja sama, belajar untuk berusaha menang, belajar untuk menunggu, dan juga belajar untuk menerima kekalahan.

Selain  itu, Anda juga bisa mengajak si kecil untuk mengajaknya melakukan hal-hal sederhana untuk orang lain yang ada di sekitarnya. Contohnya saja seperti menjenguk tetangga yang sakit, memberikan makanan kepada tetangganya, dan lain sebagainya.

Ingat Anak Adalah Peniru Terbaik

Sebenarnya mengajari balita untuk berempati medianya tidak perlu yang sulit-sulit, dalam hal ini Anda adalah media yang paling tepat. Kenapa, sebab anak adalah peniru terbaik yang ada di dunia ini.

Jadi sebenarnya diri Anda sendiri merupakan teladan bagi anak dalam berempati. Maka dari itu apakah keseharian Anda sudah mencermikan hal-hal seperti yang ada di bawah ini.

Berbicara dengan tanang serta menggunakan kata yang baik kepada anak. Hal seperti ini sebenarnya bisa menjadi contoh utama untuk anak bersikap di masa mendatang. Dan pada saat si kecil berbuat salah ataupun marah, bersikaplah dengan tegas. Ingat juga bawa sikap tegas berbeda dengan kasar.

Dan ketika Anda ada salah dengan si kecil, maka segeralah untuk seketika meminta maaf kepadanya. Anak akan belajar bahwa siapapaun bisa berbuat salah namun yang paling penting adalah berani meminta maaf.

Sebenarnya masih banyak sekali hal-hal lain yang bisa Anda jadikan sebagai strategi pada saat mengajarkan balita berempati. Tetapi terlepas dari semua itu, hal yang lebih penting dari semua itu adalah bagaimana diri Anda bisa menjadi contoh yang baik bagi anak.

Sebab sudah pasti sikap keseharian Anda akan dicontoh oleh si kecil. Kenapa? Sebab secara alamiah si kecil adalah seorang peniru. Jadi jangan menyalahkan anak jika sikap empatinya rendah ketika diri Anda sendiri belum merasa memiliki sikap empati yang tinggi.

Kesmipulannya adalah apapun pendekatan yang Anda terapkan, jadikan diri Anda sendiri menjadi media pada saat mengajari anak berempati.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply