Info Kesehatan Balita Seputar Penyakit Umum

Info Kesehatan Balita Seputar Penyakit Umum

Dokter Joanne Cox memberi info kesehatan balita yang wajib diingat semua orang tua mengenai penyakit. Bahwa, kondisi balita sangatlah rentan karena tidak pernah ekspos dengan kuman dan beragam bakteri di luar sana. Ibarat tak kenal maka tak sayang, tubuh balita merespon secara negatif sehingga berujung pada penyakit tak berujung.

Namanya juga kasih sayang orang tua, terkadang si kecil sakit biasa dianggap penyakit parah. Padahal, justru sangatlah baik kalau balita pernah sakit. Balita perlu mengalami ‘tempaan hidup’ berupa serangan gangguan badan demi memperkuat daya tahan tubuhnya. Tapi, harap diketahui bahwa ada beberapa daftar penyakit umum pada anak tergolong wajar, dan beberapa merupakan tanda hambatan pertumbuhan yang cukup serius.

Beberapa diantara penyakit pada anak disebabkan oleh virus dan bakteri. Daftar dibawah ini akan menjelaskan penyakit yang tak usah cemas berlebihan sekaligus batas penyakit dianggap parah. Apa sajakah?

  • Roseola Infantum

Dibalik nama Roseola yang terdengar keren, penyakit satu ini sama sekali tidak pantas disebut keren. Roseola infantum adalah kondisi dimana seorang anak terserang virus yang entah didapat dari sesame penderita, atau ekspos terhadap udara luar yang kurang sehat. Beberapa orang tua bahkan salah artikan gejala roseola infantum dengan demam biasa.

Gejala roseola terdiri dari batuk, nyeri tenggorokan, ogah makan dan demam tinggi beberapa hari sebelum kulit memerah. Ruam-ruam pada bayi inilah yang menjadi tanda terserang penyakit Roseola infantum. Kebanyakan orang tua salah kaprah, anggapan bahwa alergi terhadap makanan atau baju yang dikenakan sering muncul. Fakta menunjukkan kemerahan tersebut disebabkan oleh ‘virus yang telah numpang tinggal’ selama beberapa hari dalam tubuh anak.

Orang tua dapat membantu proses perlawanan anak terhadap virus roseola. Menjaga ruangan tetap sejuk tanpa perlu beri selimut tebal, memberi air putih yang banyak, dan istirahat total merupakan tiga perlawanan dasar terhadap roseola. Asalkan balita tidak kejang, roseola masih dianggap normal dan tak perlu cemas.

  • Flu Singapura

Apabila ayah bunda merupakan lulusan medis maka nama flu Singapura akan kurang tepat. Dalam dunia kedokteran, flu Singapura dikenal sebagai penyakit tangan kaki dan mulut. Pada pertengahan dua ribu dua, Singapura menjadi negara dengan tingkat penyakit tangan kaki dan mulut cukup tinggi hingga memakan tiga korban. Padahal, dalam konteks umum, flu Singapura tak sampai sedemikian berbahaya.

Sejatinya, virus Coxsackievirus Tipe 16, biang keladi flu Singapura hanya menyerang mulut. Kendati demikian, bagai api, penyakit tersebut merambah hingga tangan, kaki, sampai dengan alat kelamin balita. Bentuk Coxsackievirus Tipe 16 seperti rantai membuat penyebaran virus cukup cepat dan signifikan.

Orang dewasa biasanya kebal terhadap flu Singapura, lain cerita dengan anak-anak. Tanda Flu Singapura adalah demam tidak terlalu parah, namun disertai sakit leher, pilek, ruam di bagian mulut, yang nantinya menunggu untuk pecah. Biasanya orang tua bisa mengajak si kecil makan karbohidrat dan protein agar mencegah perkembangan virus lebih lanjut sekaligus membantu sesi melawan penyakit. Jauhkan si kecil dari lalat, kuman, dan sesama penderita bukan ide yang buruk.

  • Demam

Badan buah hati mendadak panas ditambah dengan batuk dan tenggorokan gatal merupakan ciri-ciri umum penderita demam. Semasa kecil, sebagian besar paling tidak sekali alami namanya demam. Bahkan bisa dibilang tanpa adanya penyakit segala umat ini, anak kecil tidak akan mampu meningkatkan pertahanan tubuh.

Demam ada banyak alasan. Salah satu penyebab sakit anak berupa demam adalah eksposur terhadap bakteri atau kuman tak dikenal ataupun kondisi tubuh yang tidak stabil. Berhubung badan buah hati belum ‘kreatif’ dalam atasi demam, dapat ditebak bahwa si kecil meningkatkan panas tubuh secara drastis merupakan bentuk perlawanan.

Ada banyak obat yang bertujuan mengatasi demam pada anak, namun pemilihan dan pemberian harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tidak semua obat cocok untuk si kecil, bahkan dalam banyak kasus, pemberian dosis keliru akan sangat mungkin sebabkan kondisi makin parah. Usahakan untuk selalu cek kembali dengan ahli kesehatan sebelum memberikan obat yang dirasa mujarab.

  • Gastroenteritis

Kurang rasanya kalau tidak membahas yang namanya sakit perut. Fenomena anak memegang perut sambil mengeluh sakit tampak dimana-mana. Sebetulnya sakit perut memiliki ragam tingkat dimana ada pula yang dikenal dengan Gastroenteritis.

Berbeda dengan beberapa sakit perut biasa, Gastroenteritis disebabkan virus tertentu yang sulit terdeteksi pada mulanya. Saat anak sudah benar-benar kesakitan, hingga diare parah, barulah penyakit menarik perhatian.

Berhubung anak akan alami sesi buang air besar yang cukup banyak, orang tua diharapkan menyusun menu makanan pada bahan kaya serat dan mudah dicerna. Selalu sedia air dimanapun anak berada supaya terhindar dari dehidrasi.

Namanya rasa was-was itu sangat manusiawi terutama pada orang tua. Jika memang demikian, ayah bunda harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi anak sehari-hari. Bukankah, penyakit anak semua bermula dari tubuh yang kurang ‘terurus’?

Balita yang sudah telanjur sakit akan jauh lebih sulit untuk diatasi. Selain badan yang sudah terasa tidak nyaman, lidah juga bagai mati saat mencicipi makanan apapun. Memberikan susu pertumbuhan dengan kandungan gizi dan nutrisi lengkap bisa jadi solusi tepat buah hati ayah bunda. Bukan berarti, dalam kondisi kesehatan balita tak terganggu orang tua bisa lengah dan tak memikirkan faktor asupan tubuh, ya.(HN)

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply