Ibu Juga Bisa Mengarang Cerita Anak Sendiri Lho

Ibu Juga Bisa Mengarang Cerita Anak Sendiri Lho

Si kecil protes karena ibu mengulang-ulang tersebut membacakan buku cerita anak yang sama? Bukan ibu saja yang mendapatkan keluhan seperti itu. Banyak orang tua yang merasakan hal demikian.

Bagi anak yang sudah menginjak balita, ia sudah bisa merasakan bosan. Ia bosan dengan permainan yang selalu ia mainkan. Begitu juga bosan dengan dongeng anak yang sama.

Lalu apa yang harus ibu lakukan? Kebanyakan orang tua akan berburu buku cerita yang baru. Memang tidak sulit untuk menemukan buku cerita. Sayangnya, sampai kapan ibu harus mengeluarkan uang untuk membeli buku baru? Apa ibu ingin selalu membeli buku cerita setiap minggu sekali?

Tentu itu pilihan ibu. Namun, pilihannya akan lebih bijak jika ibu membuat cerita anak sendiri.

Jangan pesimis dulu. Meskipun ibu bukan pengarang cerita anak, ibu juga bisa asalkan tahu apa yang sebaiknya ibu lakukan.

Mencari Ide Cerita Anak

Hal yang paling sulit tapi paling penting adalah mencari ide. Kebanyakan orang tua merasa tidak bisa mengarang karena tidak memiliki ide cerita. Padahal, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan ide dongeng untuk anak.

  • Mengadopsi

Ini teknik bercerita yang bisa ibu lakukan. Jadi, ibu hanya perlu mengadopsi cerita lain. Sebaiknya, ibu adopsi cerita yang sudah diketahui oleh si kecil. Namun, ibu tidak boleh hanya menjiplak saja. Ibu harus melakukan improvisasi. Artinya, ada beberapa bagian dari cerita yang ibu rubah atau kembangkan sendiri sehingga menjadi cerita yang lebih menarik.

  • Mengganti Nama Karakter

Mungkin anak ibu sudah sangat familiar dengan nama-nama karakter kartun di buku cerita. Coba ibu ubah nama-nama tersebut. Bisa saja karakternya sama seperti contoh ibu menggunakan binatang kelinci sebagai karakter. Hanya saja, namanya bukan bugs Bunny tapi beri nama yang berbeda.

Lalu, ceritakan sebuah cerita dengan teknik adopsi. Dijamin cerita yang ibu ceritakan baru dan menarik.

Siapa bilang membuat cerita untuk anak itu sulit?

Langkah membuat Cerita Anak Lebih Menarik

Sekarang ini, dengan adanya teknologi seperti komputer dan internet, semuanya serba mudah. Dan proses mengarang cerita yang ibu akan lakukan pun semakin mudah.

Ibu sudah menentukan ide cerita dengan teknik adopsi. Kini, ada beberapa hal yang ibu perlu lakukan agar cerita lebih menarik, yaitu menvisualisasikan.

Dalam hal ini, ada dua cara yang direkomendasikan.

  • Print Out

Setelah ide cerita sudah jadi, ibu bisa tentukan plot atau alur ceritanya. Setelah itu, cari gambar yang sesuai dengan plot cerita tersebut.

Cari saja di internet gambar-gambar yang sesuai. Kemudian, print out gambar tersebut dan tempelkan pada buku. Di setiap satu lembar buku, terdapat satu atau dua gambar, tergantung dengan ukuran gambar dan kertas yang ibu gunakan. Jadi, ibu seolah-olah membuat sebuah buku cerita anak sendiri.

Dengan demikian, anak tidak hanya mendengarkan cerita ibu tapi juga melihat ilustrasinya. Ini akan membuat anak semakin tertarik untuk mendengarkan dongeng anak yang ibu ceritakan.

Selain itu, ini juga cara yang efektif bagi ibu untuk membuat cerita. Ibu semakin mudah untuk bercerita karena ibu hanya perlu melihat gambar lalu mengingat plot ceritanya.

  • Ilustrasi Digital

Sekarang ini serba paperless. Ini bagus untuk program penyelamatan bumi karena ibu tidak menggunakan kertas.

Selain melakukan print out gambar-gambar, ibu bisa tempelkan saja pada aplikasi seperti PowerPoint atau paint. Setelah semua tersusun rapi, ibu bisa tunjukkan melalui gadget seperti gadget kepada sang buah hati. Ibu ceritakan sebuah cerita sambil menunjukkan slide gambar yang sudah ibu siapkan.

Jadi, cerita anak apa yang pertama kali akan ibu buat?

Inti Dalam Membuat Cerita Anak

Ibu harus sedikit belajar tentang membuat cerita. Pada intinya, ada tiga tahap penting dalam membuat sebuah cerita.

Yang pertama adalah pembukaan. Ini adalah tahap pengenalan karakter. Jadi, di tahap ini, ibu bisa menjelaskan nama dan sifat karakter. Karena cerita ini untuk anak-anak, sebaiknya gunakan karakter yang mudah dikenal dan dipahami oleh si kecil. Karakter binatang yang paling sering digunakan.

Yang kedua, menentukan masalah. Di dalam sebuah cerita, pasti ada masalah yang dihadapi oleh karakter. Contohnya saja, cerita kancil. Apa masalahnya? Petani menemukan sayuran timunnya yang dicuri oleh kancil. Sekarang, ibu bisa tentukan masalah apa yang ingin diceritakan di dongeng anak yang ibu buat.

Yang ketiga adalah penyelesaian masalah. Setelah ada masalah, ibu akhiri dengan bagaimana karakter menyelesaikan masalah.

Di tiga tahap tersebut, penentuan sebuah masalah ini menjadi sangat penting. Pasalnya, ini akan membuat ibu menetukan akhir dari cerita. Dan pada akhirnya, di sana lah ibu bisa mengajarkan pesan moral.

Contohnya saja dengan cerita kancil mencuri timun. Dari cerita tersebut, anak diajarkan agar tidak mencuri seperti kancil karena mencuri itu tidak baik. Mencuri bisa merugikan orang lain, dalam hal ini petani yang sudah susah payah menanam timun.

Jadi, sudah siap untuk membuat cerita untuk sang buah hati? Yang hanya ibu perlukan adalah waktu luang saja. Mungkin ketika ibu sedang free, coba ibu browsing dan cari gambar yang bisa ibu gunakan untuk membuat cerita. Ini jauh lebih baik daripada menghabiskan waktu luang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti browsing berita gosip, kan?

Mulailah dengan membuat cerita anak yang sederhana. Awalnya sulit tapi nantinya ibu akan terbiasa sendiri.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply