Gejala Penyakit Kuning Pada Bayi! Tips Mencegah dan Mengobatinya

Gejala Penyakit Kuning Pada Bayi! Tips Mencegah dan Mengobatinya

Mengetahui gejala penyakit kuning pada bayi sejak dini sangat penting untuk dilakukan. Hal ini supaya Bunda bisa semakin cepat melakukan tindakan supaya kesehatan si kecil tidak terancam.

Penyakit kuning ini sebenarnya merupakan kondisi yang ditandai dengan menguningnya kulit, sklera (bagian putih mata), dan membran mokusa hidung serta mulut yang disebabkan adanya penumpukan bilirubin yang terdapat di dalam darah serta jaringan-jaringan tubuh lainnya.

Bilirubin ini akan terbentuk pada saat hemoglobin terurai akibat adanya proses pembaruan sel darah merah yang sudah tua atau yang sudah rusak. Pada saat bilirubin ini terbentuk, kemudian zat ini akan masuk ke pembuluh darah lalu selanjutnya dibawa ke hati.

Kemudian di dalam hati inilah bilirubin akan bercampur dengan empedu. Setelah bercampur dengan empedu lalu dipindahkan ke saluran pencernaan melalui saluran empedu sebelum pada akhirnya dibuang ke luar tubuh beserta urine dan tinja.

Ketika proses di atas tadi mengalami gangguan kemudian bilirubin terlambat masuk ke hati ataupun saluran empedu, maka zat ini kemudian akan menumpuk di dalam darah lalu mengendap di kulit sehingga akan terlihat gejala dari penyakit kuning.

Tanda-tanda Penyakit Kuning Pada Bayi

Pada umumnya, gejala bayi yang mengalami penyakit kuning tidak langsung terlihat. Biasanya baru bisa terlihat tiga hari setelah bayi lahir. Bahkan pada bayi yang lahir prematur, gejalanya baru bisa terlihat 5 sampai 7 hari setelah dilahirkan.

Namun terlepas dari semua itu, di bawah ini adalah gejala bayi kuning yang umum terjadi.

  1. Bayi yang dilahirkan sehat umumnya kondisi kunung ini baru terlihat setelah bayi berumur tiga hari. Dan umumnya dengan perawatan yang tepat, kondisi bayi akan membaik setelah 14 hari paska semua gejala muncul.
  2. Bayi yang terlahir prematur, umumnya semua gejala akan terlihat setelah berumur lima sampai dengan tujuh hari. Lalu dengan perawatan yang tepat, semua gejala tersebut akan hilang setelah tiga minggu.
  3. Semua bagian tubuh bayi akan terlihat menguning, mulai dari bagian wajah, kepala, kemudian setelah beberapa hari akan menyebar ke bagian dada dan juga perut.
  4. Pada beberapa bayi dengan kondisi yang lemah, bahkan warna kuning ini bisa sampai ke tangan dan kakinya. Dan ketika kondisi bayi sudah semakin parah, warna kuningnya akan terlihat dengan jelas ketika jari kaki dan tangannya ditekan ringan.
  5. Pada bayi dengan kondisi kulit gelap, sedikit sulit menemukan semua gejala kuning pada bayi. Tetapi beberapa tanda bisa dilihat melalui bagian putih mata, bagian mulut, bagian telapak kaki, dan bayi terlihat sangat lemah.
  6. Bayi dengan penyakit kuning ini umumnya sangat sulit untuk mau minum. Bahkan tidak tertarik sama sekali dengan ASI maupun susu formula.
  7. Bayi yang menderita penyakit kuning suka sekali tidur dan bahkan tidurnya terlihat sangat nyenyak.
  8. Penyakit kuning pada bayi juga menyebabkan bayi sering menangis dengan suara yang lebih kencang. Selain itu, biasanya si kecil juga menjadi sangat rewel. Kondisi seperti ini akan beresiko bayi terkena kolik yang disebabkan tangisan bayi yang terlalu kencang.
  9. Selang beberapa hari jika tidak segera diobati maka bayi akan tampak berbeda dan tidak bersemangat sama sekali. Selain itu tubuh bayi juga akan semakin lemah.
  10. Warna kotoran bayi umumnya terlihat pucat dan juga mengandung banyak lendir. Sementara itu, untuk warna kotoran bayi yang sehat memiliki warna yang kuning atau orange.
  11. Dan pada saat si kecil buang air kecil, urin yang dikeluarkan memiliki warna lebih gelap. Kondisi ini bisa menjadi pertanda serius lantaran kemungkinan besar kadar dari bilirubin sudah masuk ke ginjal.

Pengobatan Penyakit Kuning Untuk Bayi

Pengobatan dari penyakit kuning ini tergantung dari penyebab penyakit kuning, jenis, serta tingkat keparahannya. Sebagai contoh, operasi bisa saja ditawarkan oleh dokter ketika penyakit kuning ini disebabkan oleh saluran empedu yang tersumbat.

Contoh lainnya adalah melakukan tranfusi darah jika penyebab bayi kuning ini adalah adanya anemia sel sabit. Bahkan jika penyakit kuning ini disebabkan oleh kerusakan hati yang sudah parah, kemungkinan besar dokter akan menyarankan untuk melakukan transplantasi atau pencangkokan hati.

Tetapi penanganan di atas umumnya jika penyakit kuning ini sudah parah. Tetapi jika memang dirasa belum terlalu parah, penanganannya tidak akan seserius itu. Untuk itulah supaya si kecil tidak sampai mengalami penyakit kuning, melakukan tindakan pencegahan sangat penting untuk dilakukan.

Pencegahan Penyakit Kuning Pada Bayi

Supaya si kecil tidak terkena penyakit kuning, salah satu tindakan pencegahannya adalah denagn cara memeperbanyak mengkonsumsi zat besi selama masa kehamilan. Hal ini dikarenakan salah satu penyebab penyakit kuning pada bayi adalah penumpukan bilirubin yang merupakan hasil pecahan dari sel darah merah.

Dikarenakan fungsi hati yang tidak bekerja dengan baik inilah yang menjadi penyebab penumpukan dari bilirubin ini. Dan supaya fungsi hati si kecil bisa terjaga dengan baik sejak dalam kandungan, sebaiknya Bunda rajin mengkonsumsi sumber makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi.

Mencegah penyakit kuning pada bayi juga bisa dilakukan dengan cara menjaga pembentukan enzim G6PD selama masa kehamilan. Alasannya adalah salah satu penyebab sampai si kecil menderita penyakit kuning lantaran kekurangan enzim G6PD.

Pada dasarnya enzim G6PD ini merupakan enzim turunan yang akan diturunkan oleh ibu melalui sel-sel darahnya. Supaya penurunan enzim G6PD melalui sel darah ini tidak pecah, maka sel darah harus bisa terlindungi dengan baik. Caranya adalah dengan memperbanyak mengkonsumsi zat besi.

Supaya si kecil tidak terkena penyakit kuning, semenjak bayi berada di dalam kandungan sudah harus dijaga dengan baik. Tetapi jika memang bayi sudah terlanjur terkena penyakit kuning, maka segera kenali gejala penyakit kuning pada buah hati Anda dan segeralah untuk melakukan penanganan yang tepat.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply