Gangguan Tumbuh Kembang Anak Yang Harus Diwaspadai Para Orangtua

Gangguan Tumbuh Kembang Anak Yang Harus Diwaspadai Para Orangtua

Apakah ayah dan ibu tahu ciri-ciri gangguan tumbuh kembang anak? Semua orang tua tentu menginginkan buah hatinya tumbuh dan berkembang dengan baik. Walau begitu, kesibukan sering kali membuat orang tua lupa untuk mengawasi langsung proses tumbuh kembang anaknya. Kurangnya peran langsung orang tua dalam proses tumbuh kembang anak bisa menimbulkan beberapa masalah dan gangguan yang tidak terdeteksi sejak awal. Dengan begitu, untuk Anda orang tua yang sibuk, Anda harus bisa menyempatkan beberapa waktu untuk memperhatikan anak Anda dan ketahui jika mereka mempunyai gangguan pertumbuhan.

Walau sering dikaitkan dengan masalah pendengaran, anak yang mengalami speech delay kebanyakan hanya kurang terstimulasi kemampuan bicaranya di lingkungan sosial atau kematangan beberapa organ bicaranya sedikit  terlambat.  Gangguan tumbuh kembang lain yang harus  diperhatikan oleh orang tua adalah  jalan jinjit. Walau merupakan hal yang normal terjadi pada anak yang baru belajar berjalan, akan tetapi jika  memasuki usia 3 tahun atau lebih anak masih belum dapat berjalan dengan menapakkan kaki, maka Anda harus menanggapi masalah ini dengan serius karena dapat  jadi anak Anda terkena autisme.

Masalah Tumbuh Kembang Si Kecil Yang Biasa Terjadi

Anak-anak mengalami fase pertumbuhan pada masa tumbuh kembangnya saat ia berada pada usia 0 sampai 6 tahun. Pada usia-usia ini sang anak mulai mempelajarai kemampuan-kemampuan dasar sebagai manusia seperti berjalan, berbicara, serta berpikir. Salah satu gangguan yang sering dialami anak-anak pada masa ini adalah speech delay atau terlambatnya kemampuan anak dalam hal berbicara. Disamping itu, gangguan tumbuh kembang yang sering terabaikan orang tua, terutama yang sibuk, adalah disleksia atau kesulitan anak dalam belajar membaca.

Penyebab disleksia sendiri bisa jadi karena faktor genetik, adanya gangguan pada struktur dan perkembangan otak atau faktor sosial, psikologis serta lingkungan. Pada intinya saat  orang tua melahirkan anak maka wajib pula juga bagi mereka untuk memperhatikan tumbuh kembang anaknya dengan benar. Gangguan pada tumbuh kembang memang bukan berarti semuanya salah orang tua yang kurang perhatian, namun orang tua tetap bertanggung jawab untuk mengatasi gangguan tersebut dengan mengupayakan solusi terbaik. Dalam hal ini perhatian lebih orang tua menjadi faktor penting penentu keberhasilan penangangan gangguan tumbuh kembang pada anak.

Cara Mengatasi Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Untuk mengatasi masalah tumbuh kembang pada anak, orang tua harus ikut serta di dalam proses penanganannya. Contohnya untuk mengatasi masalah speech delay, orang tua perlu sering dalam mengajari anak bicara dengan menggunakan bahasa-bahasa sederhana, tanggap dalam merespons setiap perkataan anak dengan sabar, dan juga  sering membacakan buku-buku bergambar untuk meningkatkan pembendaharaan kata anak.

Pada gangguan disleksia orang tua juga bisa membantu anak dengan banyak memberi kegiatan mendengar dan bermain kata yang menyenangkan untuknya. Untuk lebih lanjut memang dianjurkan orang tua merujuk ke tenaga ahli seperti psikolog dan terapis. Terlebih untuk masalah serius, misalnya saja gangguan jalan jinjit yang berpotensi autisme, sangat perlu  bantuan ahli medis seperti neurologis, ortopedis, dan fisioterapis untuk menyembuhan anak Anda. Ada banyak sekali jenis masalah  tumbuh kembang pada anak, mulai dari yang paling ringan sampai  yang sangat kompleks.

Speech Delay merupakan  kegagalan mengembangkan kemampuan berbicara pada anak, yang diharapkan dapat dicapai pada usianya. Dengan kata lain, perkembangan anak tertinggal beberapa bulan dari teman-teman sebayanya. Penyebab  speech delay biasanya karena anak-anak yang dicurigai mengalami speech delay seringkali juga mengalami masalah pendengaran. Adanya keterlambatan perkembangan yang terjadi karena belum tercapainya tingkat kematangan seperti kematangan beberapa organ bicara. Kurang stimulasi atau kurang terpapar dalam lingkungan sosial juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

 Cara untuk mengatasi anak yang mengalami speech delay atau keterlambatan dalam kemampuan berbicara misalnya saja Anda bisa membacakan buku atau cerita bergambar sehingga anak bisa  menunjuk atau memberi nama benda-benda yang ia kenal.  Gunakan dengan bahasa yang  sederhana saat  berbicara pada anak. Berikan pujian pada anak saat  anak berbicara benar dan jangan abaikan anak serta selalu berikan respon terhadap apa yang dikatakan anak. Jangan memaksa anak untuk berbicara sebab  hal ini hanya akan membuat anak menjadi semakin tertekan.

Berkonsultasi kepada tenaga profesional seperti dokter anak atau ahli tumbuh kembang. Periode kemampuan anak dapat berjalan tanpa bantuan berada dalam usia 8 bulan hingga 18 bulan. Jika anak berusia lebih dari 18 bulan belum dapat berjalan, baru bisa dikatakan delay atau terlambat, sehingga dibutuhkan intervensi. Dengan begitu , anak usia 15 bulan yang belum dapat  berjalan, dinyatakan belum siap, bukan dianggap terlambat, sebab rentang toleransinya sangat panjang.

Akan tetapi jangan menganggap gampang dengan kondisi tersebut. Lebih baik Anda melakukan deteksi awal tentang keterlambatan  tersebut agar dapat  diantisipasi dan dicari solusinya. Kondisi kesehatan anak yang tidak mendukung bisa menjadi penyebab masalah tersebut . Keterlambatan anak mulai berjalan dapat disebabkan oleh gangguan neurologis, gizi buruk, ataupun penyakit, misalnya saja riwayat kekurangan oksigen ketiks lahir, penyakit-penyakit perinatal yang berat seperti sepsis, kerinikterus, meningitis, bayi lahir dengan berat cukuprendah, bayi prematur, cerebal palsy, pasca kejang lama, penyakit jantung bawaan, dan lain lainnya.

Orangtua ataupun lingkungan yang tidak kondusif juga tidak baik untuk tumbuh kembang buah hati Anda. Rasa sayang yang berlebihan dengan melarang anak untuk melakukan kegiatan yang menantang karena cemas jatuh atau terpeleset juga akan membuat anak kehilangan kepercayaan diri untuk mulai berjalan serta mengalami gangguan tumbuh kembang anak. Kebiasaan terlalu sering digendong dan penggunaan baby walker yang berlebihan juga bisa membuat anak malas belajar jalan.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply