Perhatikan Faktor Berikut Saat Merawat Bayi Kembar

Perhatikan Faktor Berikut Saat Merawat Bayi Kembar

Kehadiran buah hati tentu menggembirakan hati orang. Beberapa orang tua mendapat rejeki yang tidak didapat sebagian besar orang lain yakni anugrah 2 anak bersamaan dalam 1 kelahiran atau biasa disebut kembar. Ya, bayi kembar memang mengundang banyak cinta. Biasanya hanya ada 1 tangis terdengar namun kini ada 2 atau bahkan lebih tangis bersamaan tentu saja dibarengi tawa bahagia yang tidak bisa digantikan dengan bayi lainnya.

Menginjakkkan kaki ke rumah bersama bayi kembar untuk pertama kalinya memang bisa menimbulkan pertanyaan baru. Merawat bayi kembar tentu berbeda dengan merawat biasa, diperlukan usaha ekstra dibanding ibu yang hanya memiliki 1 bayi. Bila memiliki ilmu segalanya akan lebih mudah. Pada topik kali ini akan membahas mengenai faktor merawat bayi kembar ibu harus tahu.

  • Gunakan keutuhan cinta anda dengan pasangan

Merawat bayi 1 bulan pertama adalah pengalaman terberat terutama bagi orang tua baru yang tidak pernah memiliki anak sebelumnya. Jam tidur acak, dengan kemampuan komunikasi bayi dengan ayah bunda yang belum terjalin dengan baik kian memperparah keadaan.

Kalau ingin diibaratkan mungkin mirip dengan malam orientasi mahasiswa tanpa aturan jaman dulu yang tiba-tiba dibangunkan semena-mena dengan kakak kelas yang tidak jelas apa maunya. Rasa capek baik secara pikiran maupun fisik kian menghantui setiap harinya hingga pada satu titik sangat wajar bila ayah dan bunda akan mencapai batasnya.

Menyalahkan satu sama lain biasa terjadi di bulan pertama merawat anak kembar. Masing-masing pihak merasa sudah berusaha yang terbaik namun tetap saja tidak cukup keras di mata pihak lain. Bila di rata-rata sebenarnya bisa saja keduanya sudah berusaha yang terbaik untuk anak kembar hanya saja belum berbuah hal yang diinginkan. Sebenarnya saat pasangan saling menyalahkan sejatinya mereka tidak membebankan satu hal dengan yang lain melainkan menyampaikan beban apa yang terpendam dalam alam bawah sadar.

Ini saatnya cinta antar ayah dan ibu benar-benar diperlukan. Komunikasi menjadi hal terpenting. Bayi kembar membutuhkan energi empat kali lipat mengingat 1 bayi saja butuh energi 2 kali lipat. Kalau sudah begini, namanya jadwal piket harus mulai dibuat dan tentu saja dipraktekkan. Bicaralah dengan pasangan mengenai jadwal masing-masing. Di era modern, giliran kerja mencari uang tentu bisa dilakukan keduanya. Tidak hanya ayah yang pergi bekerja namun ibu sudah sewajarnya membanting tulang guna memenuhi tuntutan hidup sekarang. Jadwal yang padat dengan kehadiran bayi kembar membutuhkan pengertian dari 2 belah pihak. Bertahanlah dan tetap temukan solusi dimana baik ayah dan bunda sama-sama mendapat kesempatan merawat bayi.

  • Cuti selama mungkin

Sering kali pekerjaan tidak peduli alasan apa yang dipunyai seseorang selama pekerjaan berhasil diselesaikan. Ayah dan ibu mungkin berada di puncak karir sebelum bayi kembar lahir dimana membutuhkan kehadiran keduanya di kantor guna menyelesaikan pekerjaan. Apabila tempat bekerja berbaik hati memberikan cuti melahirkan baik pada ayah maupun ibu, segera manfaatkan. Jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama anak kembar yang baru lahir karena pasti orang tua membutuhkan waktu dua kali lipat untuk mengenal kebiasaan si bayi.

Kembar identik bisa sedikit sulit karena memang keduanya sulit dibedakan sedangkan sifat dasar masing-masing belum terlihat, begitu juga dengan pertumbuhan bayi kembar yang bisa berbeda. Bicaralah dengan atasan mengenai kondisi kehamilan dimana anak kembar yang ada sehingga siapa tahu waktu cuti diberikan lebih banyak.

Foto Bayi Kembar

Hello-PET.com

  • Carilah teman dengan anak kembar

“Aku tahu, pasti berat ya merawat anak” atau “Iya, paham banget rasanya, dulu anak aku juga gitu” pasti sering didengar keluar dari mulut orang yang tidak sedikitpun menyentuh anak kembar. Terdengar simpatik memang tapi tidak membantu. Tidak ada yang paham benar bagaimana rasanya bangun tengah malam dengan 2 tangisan bersamaan, atau ketika menggendong 1 bayi minta ditimang dan bayi lain minta lain selain orang tua beranak kembar.

Mendengarkan ocehan mengenai bagaimana ibu beranak 1 paham tentang merawat anak kembar terkadang bisa bikin kesal dan sedikit dongkol, dalam hati ingin berkata tidak, kamu tidak tahu rasanya. Hanya ibu beranak kembar yang mengerti betul ibu beranak kembar lainnya.

Hal ini yang menyebabkan menemukan ‘teman seperjuangan’ menjadi cukup penting. Pasalnya, dengan berbicara dengan orang bersituasi sama persis akan lebih melegakan hati daripada berbicara dengan orang yang bahkan tidak mengerti seujung kuku penderitaan yang dialami. Bahkan berita baiknya ketika menemukan komunitas orang tua bayi kembar akan membantu secara psikologis. Berbagi informasi dan tips merawat bayi kembar lebih mudah. Berbagi pengalaman menjadi lebih menyenangkan.

Era sekarang, sosial media sudah menyebar sangat luas. Banyak situs website yang bisa membantu ibu dan ayah dalam melewati masa pertumbuhan bayi. Menemukan komunitas orang tua kembar tidak harus dilakukan secara fisik. Bergabung dalam situs atau grup sosial media juga bisa membantu guna menemukan tempat berbagi baik duka maupun senang. Di Indonesia memang belum terlalu banyak komunitas atau forum ibu dan balita khusus bayi kembar. Asia adalah salah satu negara dengan kelahiran bayi kembar yang cukup rendah, hanya sekitar 2 sampai 3 persen dari total kelahiran, bukan sesuatu yang patut dibanggakan. Ketika ayah dan bunda terbiasa merawat bayi kembar, semua akan indah di akhir.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply