Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Perubahan Kondisi Ibu Hamil

Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Perubahan Kondisi Ibu Hamil

Pengetahuan tentang cara menghitung usia kehamilan masih banyak kurang dipahami oleh para ibu hamil. Padahal hal ini merupakan hal penting untuk dapat mengetahui usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, kebutuhan apa yang diperlukan oleh janinnya dan hal apa yang boleh dan tidak bolehboleh dan tidak boleh dilakukan selama usia kehamilan tersebut.

Selain itu, dengan mengetahui usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat mengetahui kapan jadwal pemeriksaan yang harus dilakukan baik ke dokter maupun ke bidanbidan, sehingga dengan demikian diharapkan kehamilanyang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas. Selama ini kebanyakan untuk dapat menghitung usia kehamilan masih mengandalkan para ahli baik dokter atau bidan, memang hal ini merupakan yang dianjurkan demi ketepatan penghitungan usia kehamilan.

Selain itu, biasanya menghitung usia kehamilan dilakukan dengan menggunakan usg, yang memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, panjang janinpanjang janin, ukuran jantung, ginjal dsb. Namun, tidak ada salahnya ibu hamil mengetahui cara menghitung usia kehamilan yang dapat dilakukan sendiri.

Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Medis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ibu hamil untuk menghitung usia kehamilannya yang memiliki tingkat akurasi yang baik, diantaranya berdasar kepada:

– Melakukan tes HCG

HCG atau singkatan dari Human Chorionic Gonadotropin merupakan hormon peptida yang diproduksi pada masa kehamilan yang dihasilkan oleh embrio setelah proses pembuahan yang selanjutnya dihasilkan oleh bagian dari plasenta (syncytiotrophoblast). Hormom HCG adalah hormon yang bersifat luteotrofik yang ada pada beberapa species termasuk manusia.

Melakukan pemeriksaan hormon HCG pada umumnya dilakukan untuk memeriksa suatu usia kehamilan. Pemeriksaan hormon HCG dilakukan dengan mengambil sampel urin atau air seni seorang wanita untuk menentukan usia kehamilan. Jika pada pemeriksaan terdapat hormon HCG dalam air seni, maka dimungkinkan seorang wanita tersebut tengah mendapatkan usia kehamilan sekitar 3 sampai 4 minggu.

Selain, pemeriksaan pada urin, HCG juga dapat dilakukan pada sampel darah. Pemeriksaan HCG pada darah pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan hasil suatu kehamilan yang tidak terdeteksi atau kehamilan ektopik yang mengganggu. Ketika Anda mengalami morning sickness, maka dimungkinkan hormon HCG Anda sudah meningkat.

– Menggunakan kalkulator kehamilan

Menghitung usia kehamilan dengan cara lain yaitu menggunakan kalkulator kehamilan. Metode ini merupakan cara yang mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk menentukan usia kehamilan. Kalkulator kehamilan yang dapat ditemukan dengan mudah seperti kalkulator online gratis yang saat ini banyak digunakan oleh sebagian besar wanita. Selain caranya simpel, metode kalkulator kehamilan ini dapat diakses oleh siapa saja tanpa harus buang waktu untuk pergi ke bidan atau dokter.

Tentunya, metode menghitung usia kehamilan dengan kalkulator, Anda harus tetap menyiapkan data-data yang diperlukan untuk menghitung usia kehamilan Anda diantaranya HPHT dan periode menstruasi selanjutnya.

– Pemeriksaan USG

Cara yang mungkin terbilang lebih akurat dari metode lainnya yaitu melakukan pemeriksaan USG. Metode ini pada umumnya dilakukan oleh dokter kandungan yang memang sudah ahli dalam bidang ini. pemeriksaan menggunakan metode USG, biasanya dilakukan ketika usia kehamilan memasuki usia 4 – 5 minggu setelah periode menstruasi.

Pemeriksaan USG juga dapat dilakukan oleh seorang wanita yang ingin mengetahui usia kehamilannya ketika memasuki usia 8 – 18 minggu. Cara menghitung usia kehamilan dengan metode ini memang lebih akurat karena kita bisa melihat apakah memang terjadi kehamilan ataukah tidak. Pemeriksaan USG juga dilakukan untuk mengetahui apakah kehamilan terjadi pada rahim atau diluar rahim. Hal ini untuk mencegah terjadinya hamil ektopik. Metode pemeriksaan USG dapt dilakukan oleh seorang wanita yang memang tidak mengetahui atau lupa hari pertama haid terakhirnya (HPHT).

Cara Menghitung Usia Kehamilan Berdasarkan Trimester

Trimester berarti menghitung usia kehamilan dengan rentang waktu 3 bulan. Trimester akan dibagi menjadi 3 bagian diantarany trimester pertama, trimester kedua dan trimester ketiga. Pembagian usia kehamilan berdasarkan trimester, diantaranya adalah ;

– Trimester pertama

Pada usia kehamilan memasuki trimester pertama ini dapat dikatakan sebagai awal kehamilan Anda. Usia kehamilan trimester pertama akan berlangsung sejak awal kehamilan sampai usia 13 minggu yang ditambah dengan 6 hari kehamilan. Trimester ini biasanya menghitung usia kehamilan dari sejak 1 – 3 bulan. Pada trimester pertama ini, seorang wanita akan mengalami gejala-gejala kehamilan seperti mudah lelah, pusing tidak terkecuali dengan mual muntah setiap pagi atau yang lebih akrab disebut morning sickness.

– Trimester kedua

Pada trimester ini seorang wanita sudah tidak mengalami gejala-gejala morning sickness, namun terdapat perubahan fisik yang drastis seperti perut yang mulai membesar. Karena pada masa ini, nafsu makan seorang wanita lebih meningkat dibandingkan awal-awal trimester pertama. Usia kehamilan pada trimester kedua berlangsung dari minggu 14 – 17 ditambah 6 hari kehamilan atau sekitar 4-6 bulan. Pada trimester kedua ini, kondisi kehamilan Anda akan lebih baik.

– Trimester ketiga

Ini merupakan trimester akhir pada seorang wanita hamil untuk bisa mengetahui cara menghitung usia kehamilan. Pada masa ini seorang bayi siap utnuk dilahirkan. Trimester ketiga berlangsung dari usia 28 minggu  bayi siap untuk dilahirkan. Memasuki trimester ketiga ini diharapkan seorang ibu hamil menjaga kehamilannya dengan baik serta memenuhi asupan makanan dengan gizi dan nutrisi yang cukup untuk mempersiapkan energi dan tenaga saat persalinan akan tiba. Pada trimester ini seorang ibu hamil lebih mudah lelah dan khawatir dalam mempersiapkan persalinan.

 

 

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply