Cara Menghindari Perkembangan Janin Dengan Ukuran Tak Wajar

Cara Menghindari Perkembangan Janin Dengan Ukuran Tak Wajar

Ibu manapun pasti ingin mengetahui perkembangan janin baik. Namun apa jadinya jika ukuran bayi di dalam kandungan tidak wajar? Perkembangan teknologi sekarang memungkinkan bagi dokter untuk mengetahui berapa berat bayi walaupun masih ada di dalam kandungan. Apalagi sekarang sudah ada USG 4 dimensi. Berat badan serta organ tubuh janin sudah bisa diketahui secara lebih akurat.

Inilah yang memungkinan seorang dokter kandungan bisa mengetahui apakah janin memiliki ukuran tubuh yang normal atau tidak. Jika ukuran tubuhnya melebihi angka normal, dokter akan segera melakukan tindakan medis.

Bahaya Janin Dengan Ukuran Tidak Wajar

Bayi yang gemuk cederung dianggap lebih sehat. Pada kenyataannya tidak demikian. Bayi dengan berat badan ideal lah yang dikatakan bayi sehat. Begitu juga dengan berat janin di dalam kandungan. Beratnya harus ideal.

Sayangnya, ada resiko di mana bayi mengalami makrosomia. Ibu tahu apa itu makrosomia? Ini merupakan kondisi di mana bayi di dalam kandungan memiliki berat badan di atas normal. Para ahli medis menyatakan bayi yang lahir dengan berat badan melebihi 4 kg disebut sebagai bayi yang terkena makrosomia.

Perkembangan bayi seperti itu harus diantisipasi. Pasalnya, bayi dengan berat melebih angka normal rentan sekali mengalami keguguran. Hal ini disebabkan ada masalah yang terkait dengan gula darah di dalam tubuhnya. Umumnya, bayi yang mengalami makrosomia memiliki kandungan gula darah yang terlampau tinggi. Dan ini akan sangat membahayakan bagi perkembangannya.

Selain itu, makrosomia juga bisa menyebab bayi mengalami persalinan yang sulit. Biasanya, jika sudah dipastikan bayi di dalam rahim memiliki berat badan tak normal, dokter akan melakukan tindakan medis berupa operasi caesar. Ini dilakukan untuk kebaikan ibu dan juga bayi.

Yang perlu diantisipasi lagi adalah ketika bayi berhasil lahir dengan selamat. Tumbuh kembang bayi harus diawasi ekstra ketat mengingat ia beresiko mengalami diabetes lantaran kandungan gula dalam darah yang sangat tinggi.

Jadi, sudah jelas bukan betapa penting memastikan bayi memiliki berat badan yang normal? Untuk itu, seorang ibu hamil harus melakukan langkah antisipasi agar bayi di dalam kandungan berkembang normal dengan berat badan ideal.

Cegah Makrosomnia

pedulisehat.info

Mengantisipasi Bayi Makrosomia

Dilihat dari dunia medis, ada kaitan antara kesehatan ibu hamil dengan bayi dengan berat badan di atas normal. Menurut beberapa penelitian, makrosomia yang dialami oleh bayi dipengaruhi oleh diabetes yang diderita oleh seorang ibu hamil. Itulah mengapa penting sekali bagi ibu hamil yang beresiko terkena diabetes harus lebih sering mengecek gula darahnya. Dengan demikian, diharapkan gula darah bisa dikontrol dan tidak berimbas buruk bagi perkembangan bayi di dalam kandungan.

Selain itu, penting juga bagi ibu untuk mengurangi makanan dan minuman yang terlalu manis. Ada baiknya ibu hentikan mengkonsumsi minuman bersoda. Ganti saja dengan susu rendah gula Frisian Flag Mama. Selain kadar gulanya rendah, susu tersebut juga akan mencukupi kebutuhan nutrisi harian ibu hamil. Dengan demikian, organ tubuh bisa bekerja optimal dan janin di dalam kandungan berkembang dengan sangat baik.

Bagi ibu yang baru pertama kali hamil, tentu banyak hal yang perlu ibu ketahui mengenai tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Ibu perlu mengumpulkan informasi lebih lengkap lagi mengenai perkembangan janin, mulai ketika masa kehamilan muda hingga masa ketika persalinan sudah hampir tiba.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply