Cara Memilih Susu Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Diketahui

Cara Memilih Susu Untuk Ibu Menyusui Yang Harus Diketahui

Bila harus memilih makanan yang terbaik untuk bayi, maka ASI adalah pilihan pertama. Akan tetapi, bila menginginkan bayi mommy mendapatkan semua nutrisi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan dari ASI, maka bunda harus mendapatkan nutrisi ibu menyusui yang lengkap. Salah satu caranya adalah mengkonsumsi susu untuk ibu menyusui.

Untuk memilih susu ibu menyusui yang tepat, hal pertama yang perlu mommy pertimbangkan adalah kandungan lemak didalamnya. Sebagian besar mommy ingin tubuhnya kembali langsing seperti sebelum melahirkan. Dengan memilih susu yang rendah lemak, maka, usaha ibu untuk mendapatkan tubuh yang langsing dan sehat akan lebih mudah. Memang, lemak dibutuhkan tubuh untuk sumber energi, khususnya untuk mommy yang sedang menyusui yang membutuhkan banyak energi. Akan tetapi, ibu bisa mendapatkan lemak baik dari ikan atau sayuran.

Selanjutnya adalah kandungan kalsium. Pada dasarnya, susu dikonsumsi untuk menghasilkan ASI yang mengandung kalsium yang tinggi, dimana kalsium sangat dibutuhkan oleh bayi untuk pertumbuhan tulang mereka. Oleh karena itu, mengkonsumsi susu untuk mommy yang sedang menyusui yang mengandung kalsium dengan jumlah yang sangat tinggi sangat menguntungkan untuk memproduksi ASI yang berkualitas dan kaya akan nutrisi.

Selain itu, ibu juga bisa melihat kandungan tambahan yang terdapat pada susu yang akan mommy konsumsi. Kandungan tambahan seperti ekstrak daun katuk atau ekstrak kurma sangat bermanfaat untuk memperlancar produksi ASI. Sehingga bayi ibu  akan selalu mendapatkan jumlah ASI yang mereka butuhkan setiap hari dan yang lebih baik lagi, bayi ibu  juga mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan dalam ASI tersebut.

Jenis Susu Bagi Ibu Menyusui

Untuk tips ibu menyusui ASI yang berkualitas selanjutnya, jenis susu yang perlu ibu  konsumsi juga penting disini. Kebanyakan susu yang diciptakan untuk ibu yang sedang menyusui adalah susu sapi. Susu sapi dipandang mempunyai kandungan nutrisi, vitamin dan mineral yang lengkap yang dibutuhkan oleh ibu yang sedang menyusui.  Akan tetapi, bila mommy atau bayi ibu alergi terhadap susu sapi, maka ibu tidak bisa mengkonsumsi susu jenis ini. Karena selain dapat mempengaruhi tubuh ibu  yang alergi, ASI yang dihasilkan juga akan berdampak alergi pada bayi ibu .

Untuk menggantinya, ibu bisa membeli susu kambing, yang mempunyai kandungan nutrisi hampir sama dengan susu sapi atau bila susu kambing juga menimbulkan alergi, ibu bisa mengganti dengan susu kedelai. Susu kedelai memang tidak sekaya susu sapi. Namun, ibu bisa melengkapi asupan nutrisi, vitamin dan mineral dari makanan lainnya yang ibu konsumsi.

Apakah Manfaar Susu untuk Ibu Menyusui ?

Semua tentu tahu bahwa ibu menyusui membutuhkan sejumlah nutrisi yang lebih besar agar kualitas ASI terjaga. Namun haruskah ibu mengonsumsi susu sapi sebagai suplemen? Bahkan banyak tersedia produk susu ibu menyusui yang terkadang membuat para ibu berfikir bahwa itu memang diperlukan. Kualitas dan kuantitas ASI, itulah yang harus selalu dijaga oleh setiap ibu menyusui. Karena walau bagaimanapun ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, tidak bisa tergantikan oleh susu fomula sebagus apapun atau semahal apapun.

Cara menjaga kualitas ASI diantaranya dengan menjaga asupan makanan selama menyusui, penuhilah kebutuhan nutrisi harian dengan makanan bergizi dan seimbang. Apapun yang diknonsumsi oleh ibu menyusui, maka sedikit banyak akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI yang pada gilirannya berdampak pada kesehatan bayi. Kembali ke topik bahasan, perlukah susu ibu menyusui? Dengan singkat kami jawab, perlu tidak perlu. Diperlukan apabila ibu khawatir bahwa ada beberapa nutrisi vitamin dan mineral yang tidak dapat dipenuhi dengan menu makanan sehari-hari.

Tidak perlu apabila ibu sudah menjaga asupan nutrisi harian dengan baik. Tidak boleh apabila penggunaan susu ibu menyusui menimbulkan dampak buruk pada bayi, seperti reaksi alergi. Berdasarkan pembahasan dari The Alabama Cooperative Extension System disimpulkan bahwa susu ibu menyusui memang diperlukan. Ibu dianjurkan untuk mengonsumsi dua sampai tiga gelas susu setiap harinya. Keterangan ini disinyalir untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Sedangkan kalsium tidak hanya terdapat dalam susu sapi, tetapi juga di banyak makanan di sekitar kita. Namun perlu difahami bahwa susu sapi tidak wajib dikonsumsi selama menyusui, yang perlu digarisbawahi dalam masalah ini adalah asupan nutrisi penting yang ibu butuhkan harus terpenuhi.

Pada dasarnya, susu untuk ibu menyusui hanyalah sebagai pelengkap saja. Fokus utama dan terpenting adalah memenuhi kebutuhan gizi dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya nutrisi agar ASI yang dihasilkan juga berkualitas, kesehatan ibu pun ikut terjaga. Sebagian kecil bayi sensitif terhadap protein yang ditemukan dalam susu sapi. Jika bayi mengalami tanda-tanda sensitif atau alergi terhadap susu sapi, maka ibu harus menghentikan diri dari konsumsi susu sapi atau produk lain yang terbuat dari susu sapi.  Beberapa tanda yang bisa kita amati ketika bayi alergi susu sapi antara lain: Perut kembung berlebihan, sering buang gas sering muntah rewel atau lekas marah ruam kemerahan pada kulit gangguan usus, misalnya diare BAB Berwarna hijau dengan lendir atau darah.

Namun, Jika Anda tidak melihat perubahan dalam waktu sekitar dua minggu, maka kemungkinan hal itu bukanlah reaksi alergi susu sapi maupun susu untuk ibu menyusui. Ibu harus memperhatikan asupan makanan lain yang berpotensi menyebabkan alergi seperti makanan laut, daging, telur, kacang-kacangan, dan lain-lain. Banyak bayi yang alergi susu sapi menjadi tidak laergi setelah tumbuh besar. Dengan demikian, Anda bisa memperkenalkan kembali makanan hasil olahan susu sapi ataupun susu sapi pada bayi ketika sudah besar.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply