Bagusnya Buat Sendiri Menu MPASI Di Rumah, Tapi Jangan Asal Ya Bu

Bagusnya Buat Sendiri Menu MPASI Di Rumah, Tapi Jangan Asal Ya Bu

Banyak orang tua yang tahu tentang menu MPASI. Namun, di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang memilih untuk memberikan MPASI instan.

Tentu saja apapun pilihan mereka itu sah-sah saja. Sayang saja jika anak kecil terlalu sering mendapatkan makanan yang instan. Bagaimana ketika dewasa nanti? Bagaimanapun juga, pasti ada hal yang kurang baik dari makanan instan.

Kesadaran ini sudah menyebar kepada orang tua kalangan menengah atas. Mereka yang memiliki pendidikan cukup tinggi sangat memperhatikan kesehatan sang buah hati. Makanya, mereka mencari semua informasi mengenai apa sih yang harus mereka lakukan untuk memastikan perkembangan anak baik. Akhirnya mereka menemukan pentingnya memberikan MPASI yang sehat. Akhirnya, mereka mencari resep menu MPASI yang mudah untuk mereka buat sendiri di rumah.

Yang disayangkan adalah orang yang ada di kota kecil atau bahkan perkampungan justru memberikan menu MPASI instan kepada sang buah hati mereka. Selain boros, tentu pilihan ini tidak begitu bijak.

Makanya, banyak ahli kesehatan yang menggembar-gemborkan gerakan ayo memberikan menu MPASI yang sehat. Tentunya bukan menu MPASI instan.

Ibu setuju? Jika setuju, hal lain yang harus ibu ketahui adalah mengenai menu MPASI iu sendiri. Tidak semua MPASI yang dibuat dari bahan sehat itu baik untuk sang buah hati lho. Ada hal yang perlu dipertimbangkan.

Teksturnya Harus Sesuai

Apakah semua menu MPASI itu harus lunak atau bahkan cenderung encer? Tidak juga lho bu. Makanan untuk bayi itu harus disesuaikan dengan usianya. Jika baru pertama kali ibu memberikan makanan, tentu saja makanan tersebut harus benar-benar lunak. Namun, lain hal jika bayi sudah berusia sekitar 11 bulan. Pada usia tersebut, ia sudah harus mengkonsumsi menu MPASI yang sedikit lebih kasar. Bahkan, akan lebih baik jika ia sudah mulai dibiasakan mengkonsumsi makanan seperti yang dikonsumsi ibu dan keluarga. Hal ini menjadi penting agar ketika ia balita, ia sudah bisa mengkonsumsi makanan yang sama dengan makanan orang dewasa.

Jadi, ini yang harus benar-benar digarisbawahi. Bahwasannya makanan untuk bayi itu tidak harus terus menerus encer. Pada usia tertentu, ia harus dibiasakan mengkonsumsi makanan yang sedikit lebih keras. Maka dari itu, mulai sekarang, ibu sebaiknya mencari resep MPASI yang sesuai dengan usia sang buah hati.

Nilai Gizinya Tinggi

Jika ibu seorang ahli nutrisi atau setidaknya memiliki pendidikan kesehatan, pasti ibu tidak akan memiliki masalah serius ketika membuat makanan yang nilai gizinya tinggi. Namun, bagaimana dengan ibu-ibu lain yang tidak mengetahui tentang hal ini?

Beruntung sekarang ini sudah ada forum ibu dan balita. Ini merupakan forum di mana para ibu berkumpul dan berdiskusi. Banyak tema yang dibicarakan, mulai dari bagaimana menjaga kesehatan anak serta bagaimana mengatasi masalah kesehatan yang berbeda-beda. Ada juga diskusi tentang menu MPASI yang tepat untuk sang buah hati. Jadi, ada baiknya ibu bergabung dan ikuti diskusinya. Ibu juga bisa melemparkan pertanyaan dan anggota yang lain akan menanggapi.

Yang jelas, menu MPASI itu tidak melulu bubur ya bu. Ibu harus memberikan makanan yang variatif. Coba ibu buat makanan bayi yang terbuat dari bahan jagung, ubi jalar kuning, alpukat, serta wortel. Semakin variatif makanan yang ibu sajikan, maka perkembangan sang buah hati akan semakin optimal.

Tidak Menimbulkan Alergi

Untuk masalah yang satu ini, ibu harus konsultasikan dengan dokter anak. Kunjungi saja www.ibudanbalita.com dan manfaatkan fasilitas konsultasi online gratis dengan dokter anak.

Masalah alergi ini bukan masalah yang harus disepelekan. Faktanya, banyak anak kecil yang harus dirawat di rumah sakit karena alergi. Dan alargi ini bisa disebabkan oleh makanan yang ibu berikan.

Harus dipahami juga bahwsannya alergi merupakan respon tubuh si kecil setelah adanya zat atau kandungan tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Makanya, bisa saja alergi itu disebabkan oleh nutrisi seperti protein. Hal ini menunjukkan anak alergi terhadap protein yang terlalu tinggi. Maka dari itu, makanan yang terlalu tinggi protein seperti kacang-kacangan dan daging sapi untuk sementara harus dihindari.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai alergi, silakan konsultasikan dulu dengan pakar kesehatan anak.

Higienis

Dari berbagai poin tersebut di atas, sebenarnya yang paling penting adalah poin yang satu ini, yaitu higienis. Karena ibu membuatkan menu makanan pendamping ASI sendiri di rumah, bisa dipastikan makanan tersebut pasti higienis. Ibu juga harus perhatikan peralatan makan anak. Semuanya juga harus dicuci dengan bersih karena bukan hanya makanan saja, alat makan yang tidak higienis juga bisa menyebabkan penyakit.

Jadi, membuatkan makanan untuk bayi itu harus benar-benar baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh si kecil. Dan akan lebih baik jika ibu memberikan susu balita Frisian Flag Jelajah ketika usianya sudah menginjak 1 tahun. Susu ini akan memastikan kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi.

Tentu tidak salah jika ibu membuatkan MPASI instan jika memang pada kondisi yang tidak memungkinan seperti ketika dalam perjalanan atau ibu sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk membuat sendiri. Namun, sebaiknya hal tersebut diminimalisir. Toh lebih hemat membuatkan makanan bayi sendiri, kan? Selain lebih hemat, menu MPASI buatan sendiri juga jauh lebih sehat, bergizi, dan pastinya higienis.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply