Jangan Biarkan Si Kecil Lebih Doyan Jajanan Daripada Makanan Bergizi Untuk Balita

Jangan Biarkan Si Kecil Lebih Doyan Jajanan Daripada Makanan Bergizi Untuk Balita

Seharusnya, ibu khawatir ketika anak lebih memilih jajanan daripada makanan bergizi untuk balita yang ibu buat sendiri. Meskipun hal tersebut memang lumrah terjadi, ibu harus usahakan agar keadaan berbalik. Anak ibu lebih suka masakan bergizi yang ibu buatkan dan tidak lagi mau mengkonsumsi jajanan yang secara umum kurang bergizi.

Tentu tidak mungkin ibu memaksa anak untuk suka masakan bergizi yang ibu buat. Rasanya sulit juga untuk menghentikan anak mengkonsumsi jajanan. Hal tersebut harus dilakukan bertahap. Ibu harus ketahui dulu apa yang menjadikan anak suka sekali dengan jajanan yang notabene tidak terlalu bergizi. Baru kemudian ibu cari cara mengatasi masalah ini sehingga anak mau beralih mengkonsumsi makanan bernutrisi untuk balita.

Mengapa Anak Lebih Suka Jajanan?

Pertanyaan yang satu ini sering sekali muncul tapi sulit sekali untuk dicari tahu jawabannya. Ada juga yang menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda.

Menurut ibu, kira-kira apa yang membuat anak ibu lebih suka jajanan.

  • Rasanya

Secara umum, jajanan memang lebih enak. Apalagi jajanan yang dijual di pinggir jalan, di lingkungan sekolah, atau bahkan di minimarket. Hal tersebut disebabkan adanya bumbu penyedap rasa. Ini yang membuat jajanan apapun lebih laris dan lebih dipilih si kecil daripada makanan bernutrisi tinggi yang ibu buat sendiri.

Namun, apa itu penyedap rasa? Ini memang untuk membuat makanan atau jajanan lebih enak. Akan tetapi, menurut penelitian, ada risiko negatif yang bisa ditimbulkan ketika anak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa. Penyedap rasa atau yang sering disebut dengan MSG ini dianggap sebagai salah satu penyebab seseorang terkena kanker yang paling sering terjadi. Makanya, para ahli kesehatan tidak pernah berhenti melakukan kampanye agar setiap orang, tak terkecuali anak-anak tidak lagi mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung MSG.

Selain kanker, penyedap rasa juga ternyata bisa menyebabkan gangguan pada jantung. Tentu efek yang satu ini tidak bisa dirasakan secara langsung. Efeknya baru terlihat di waktu yang akan datang. Risiko ini semakin tinggi jika ibu membiarkan anak lebih sering mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap rasa dan tidak lagi mau makan makanan balita yang bergizi.

  • Tampilan

Selain rasanya yang enak karena adanya penyedap rasa atau MSG, jajanan juga memiliki tampilan yang membuat anak sulit untuk menolak. Bagaimanapun juga, ini sebuah industri. Sebisa mungkin produsen mengemas makanan yang mereka produksi dengan kemasan yang bisa membuat anak tertarik.

  • Mudah Didapatkan

Kini, tidak sulit untuk mendapatkan jajanan. Bahkan, jajanan yang awalnya hanya diprodusi perusahaan besar bisa dengan cepat ditiru oleh individu lalu menjual jajajan tersebut dengan brand mereka sendiri.

Ibu bisa lihat jajanan hampir ada di sekitar rumah. Bahhan, ada juga jajanan yang ditawarkan dengan cara berkelilingan daerah-daerah perumahan. Belum lagi area hangout dan juga jalan di mana banyak orang lewati. Sudah bisa dipastikan di sanalah tempat yang tepat untuk menjual jajanan.

Mana kira-kira yang menyebabkan anak ibu lebih suka jajanan? Apapun itu alasannya, ibu harus cari tahu bagaimana agar anak mengurangi atau bahkan berhenti makan makanana yang tidak bergizi tersebut dan beralih ke makanan bergizi untuk anak.

Mengatasi Anak Yang Lebih Suka Jananan

Dari beberapa faktor tersebut di atas, tentu ibu sudah bisa mendapatkan jawaban tentang bagaimana cara agar anak suka dengan masakan sehat yang ibu buat.

  • Buat Dengan Tampilan Menarik

Hal paling utama yang harus ibu lakukan adalah memasikan makanan yang ibu buat memiliki tampilan yang menarik. Bayangkan Anda akan menjual makanan tersebut. Jadi, penataannya harus benar-benar menarik.

  • Belajar Masak

Jika anak tidak suka dengan masakah yang ibu buat, cobalah untuk terus berusaha belajar memasak agar masakan yang ibu buat benar-benar sedap.

  • Memberikan Alternatif

Si kecil suka es krim? Ibu bisa buatkan es krim sendiri yang bisa dibuat dari bahan berupa buah-buahan asli. Si kecil suka agar-agar? Buatkan sendiri agar yang menggunakan gula murni. Jadi, ibu harus memberikan alternatif makanan yang sama namun lebih sehat dan bergizi.

  • Ajak Masak Bersama

Beruntung jika anak ibu perempuan. Ibu bisa dengan mudah mengajaknya belajar memasak bersama-sama. Namun, bukan berarti anak laki-laki tidak bisa diajak ke dapur untuk masak bersama. Toh banyak juga sekarang ini chief laki-laki.

Yang pasti, ibu bisa mengajak anak bermain-main sambil membantu memasak makanan bernutrisi untuk anak. Ini akan membuat anak lebih senang karena ia merasa membuat makanannya sendiri.

Setidaknya hal tersebut bisa ibu jadikan cara agar anak mau makan makanan bergizi dan sedikit demi sedikit meninggalkan jajanan yang kurang bernutrisi. Meskipun demikian, tentu bukan berarti ibu benar-benar melarang anak makan jajanan selama-lamanya. Sesekali ibu bisa mengijinkan anak makan jajanan.  Hanya saja, harus ada batasannya. Jangan sampai ia terlalu suka dengan jajanan sehingga tidak mau lagi mengkonsumsi makanan bergizi.

Bagaimanapun juga, perkembangan anak itu tergantung pada apa yang ia makan. Semakin banyak makanan bergizi yang ia makan, maka perkembangannya semakin baik. Begitu juga sebaliknya. Jadi, keputusan ada di tangan ibu. Pastinya, ibu menginginkan anak tumbuh dengan optimal, bukan? Maka dari itu, berusahalah agar setiap hari ibu bisa membuat makanan bergizi untuk balita yang ia sukai.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply