Benar Atau Salah Mitos Ibu Hamil Yang Beredar di Masyarakat?

Benar Atau Salah Mitos Ibu Hamil Yang Beredar di Masyarakat?

Mitos merupakan suatu anggapan atau cerita yang biasanya diberikan oleh orang terdahulu dimana dianggap mempunyai kebenaran atas suatu kejadian. Salah satu mitos yang banyak beredar di masyarakat adalah mitos seputar kehamilan. Banyak sekali mitos ibu hamil atau cerita yang ada di masyarakat dimana dianggap suatu kebenaran. Biasanya, mitos atau cerita ini berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil semasa kehamilan.

Pada masyarakat awam yang tidak banyak mengetahui mengenai ilmu kedokteran, cerita atau mitos yang ada merupakan suatu petuah dan benar adanya sehingga harus dipatuhi. Bahkan setiap daerah memiliki mitosnya masing-masing yang biasanya juga dikaitkan dengan kebudayaan pada daerah tersebut.

Banyak dijumpai mitos kehamilan yang berkembang pada masyarakat awam, yang keberadaannya berbeda dari masa-masa ke masa. Setiap masing-masing daerah mempunyai ciri khasnya sendiri yang disesuaikan dengan kebudayaan leluhurnya pada masa itu. Sehingga masih kentalnya mitos yang dipercayai oleh masyarakat di setiap daerah.

Sebagian, mitos merupakan suatu nasehat atau anjuran yang diberikan kepada sesepuh atau orang yang lebih tua. Namun sebagian lagi juga berupa larangan yang harus dipatuhi. Namun apakah semua mitos ibu hamil itu benar? Mari kita simak ulasan berikut ini mengena mitos ibu hamil.

Beberapa Mitos Ibu Hamil Seputar Makanan

Di Indonesia, mitos seputar kehamilan banyak sekali beredar dan mudah berlaku di masyarakat. Bukan hanya dari segi larangan makanan, kegiatan sehari-hari bahkan tindak tanduk pun juga ada yang berupa mitos. Cerita atau mitos ini sampai sekarang masih ada dan banyak yang masih percaya akan kebenaran dari mitos tersebut. berikut ini beberapa cerita dan mitos seputar kehamilan yang banyak beredar di masyarakat.

  • Minum air kelapa hijau menyuburkan rambut bayi.

Mitos yang berkaitan dengan bayi adalah jika banyak minum air kelapa hijau maka dapat menyuburkan rambut bayi yang ada dalam kandungan. Padahal air kelapa hijau tidak berkaitan dengan rambut bayi. Memang, air kelapa hijau itu menyehatkan karena mengandung elektrolit, sehingga siapa saja termasuk ibu hamil, boleh meminum air kelapa hijau agar tetap bugar. Namun jika dikaitkan dengan rambut bayi, belum ada penelitian yang mengiyakan mitos ini.

  • Membawa gunting kecil di kantung baju agar janin terhindar dari marabahaya.

Hal ini merupakan mitos yang sebenarnya jika di logika tidak masuk akal sama sekali. Mungkin yang dimaksud adalah gunting kecil atau pisau dalam kantung dapat menjadi senjata jika ada kejadian seperti kerampokan atau lain sebagainya. Namun bukankah justru berbahaya membawa benda tajam yang dapat beresiko melukai?

  • Minum air kelapa dapat mempercepat persalinan.

Sejauh ini belum ada penelitian yang sejalan dengan mitos tersebut. Kelancaran persalinan bukan hanya dipengaruhi oleh konsumsi air kelapa. Memang, air kelapa yang dikonsumsi oleh ibu hamil dapat membuat air ketuban lebih putih dan bersih. Namun belum tentu mengkonsumsi air kelapa menjadikan proses persalinan jadi cepat.

  • Ibu hamil tidak boleh makan pisang yang dempet.

Mitos ini mengatakan bahwa jika ibu hamil memakan pisang dempat atau kembar, nantinya dapat menyebabkan bayi lahir dalam keadaan kembar siam atau dempet. Padahal kasus kembar siam adalah disebabkan oleh pembelahan sel elur yang tidak sempurna ketika dibuahi bukan karena memakan buah yang dempet.

Mitos Ibu Hamil Seputar Larangan dan Kebiasaan

Selain mitos dan cerita seputar makanan, juga ada mitos ibu hamil seputar larangan atau kebiasaan yang biasanya tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh ibu hamil semasa kehamilan. Nah, ini dia mitos ibu hamil seputar larangan dan kebiasaan yang masih ada di sekitar masyarakat.

  • Dilarang menutup lubang-lubang.

Menutup lubang disini misalnya saja adalah menutup lubang semut. Mitosnya adalah jika menutup lubang semut akan menyebabkan proses persalinanya sulit. Padahal jika secara medis, proses persalinan sulit atau mudahnya tergantung pada 3P (power, passage, passanger). Tentu tidak berkaitan dengan mitos tersebut. Jika kondisi ibu hamil dalam keadaan baik maka proses persalinan bisa berjalan lancar.

  • Dilarang membunuh binatang.

Mitos lain adalah ibu hamil dan suaminya dilarang untuk membunuh binatang. Hal ini ditakutkan jika janin yang lahir keadaannya cacat akibat perbuatannya tersebut. Padahal jika dilihat dari segi medis, tidak ada kaitannya sama sekali mengenai mitos ini terhadap kecacatan pada janin.

  • Ibu hamil dilarang melilitkan handuk di leher.

Banyak yang mengatakan jika ibu hamil melilit handuk di leher dapat menyebabkan janin atau bayinya terlilit tali pusar. Lagi-lagi, jika dilihat dari segi kesehatan dan medis, tentu hal ini tidak berhubungan sama sekali. Lilitan tali pusar yang terjadi pada beberapa kasus bayi adalah karena gerakab bayi yang terlalu aktif atau kegiatan bunda yang terlalu aktif.

  • “Amit-amit jabang bayi”.

Ungkapan ini merupakan ungkapan yang harus diucapkan oleh ibu hamil ketika ibu hamil mengetahui atau melihat kejadian yang tidak baik agar si janin terhindar dari kejadian yang tidak diharapkan. Mitos ini masih belum terbukti kebenarannya. Padahal justru secara psikologis, mitos ini malah menyebabkan ketakutan yang tidak beralasan.

Nah, itulah beberapa mitos ibu hamil baik yang berupa makanan atau larangan. Percaya atau tidaknya terhadap mitos-mitos diatas merupakan kebebasan individu. Namun, mungkin mitos ini terjadi dengan maksud yang baik demi menjaga kesehatan sang ibu maupun janin. Terimakasih.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply