Beda Jenis Gangguan Bicara Pada Anak, Beda Juga Cara Mengatasinya

Beda Jenis Gangguan Bicara Pada Anak, Beda Juga Cara Mengatasinya

Gangguan bicara pada anak bukan berarti si kecil tidak bisa bicara. Ini dua hal yang berbeda. Jika anak belum bisa bicara padahal usianya sudah sekitar 2 tahun atau bahkan lebih, itu artinya anak mengalami keterlambatan bicara. Sementara itu, gangguan bicara ini maksudnya anak sudah bisa bicara namun ada gangguan.

Apa saja itu? Ada beberapa jenis gangguan yang sering dialami oleh anak keci. Yang pasti, sebagai orang tua, ibu harus melakukan sesuatu secepatnya. Ini diperlukan agar anak tidak mengalami gangguan bicara hingga dewasa nanti. Komunikasi menjadi sangat penting. Dan berbicara dengan baik dan lancar merupakan cara berkomunikasi yang sangat tepat.

Gagap

Ibu pasti sudah tahu apa itu gagap. Ini merupakan gangguan bicara anak di mana si kecil selalu mengulang penggalan kata pertama yang ia ucapkan. Biasanya, penggalan kata yang diulang adalah penggalan kata atau suku kata di awal. Pengulangan bisa beberapa kali. Dan ada juga anak gagap yang setiap kali mengucapkan kata, pengulangan kata di awal tidak terdengar. Ia terlihat sangat kesulitan untuk memulai mengucapkan setiap kata.

Menurut ahli perkembangan anak, anak yang gagap ini bisa saja disebabkan faktor genetik meskipun faktor penyebab ini sangat jarang terjadi. Kebanyakan, anak gagap itu disebabkan oleh adanya masalah pada fisik, terutama bagian mulut. Namun, yang jangan sampai terjadi adalah faktor penyebab berupa stress atau ketakutan. Ternyata, ada juga anak yang gagap karena sering mengalami stress atau takut.

Terlepas dari perbedaan penyebab tersebut, ibu sebaiknya melakukan pencegahan agar gagap tersebut tidak terus terjadi hingga anak sudah dewasa. Apa yang harus ibu lakukan?

Pertama-tama, ibu bisa memberikan nasihat agar anak pelan-pelan ketika bicara. Pasalnya, anak yang bicaranya gagap biasanya ia terburu-buru ketika mengucapkan kata per kata. Maka dari itu, coba ibu meminta anak untuk membiasakan diri mengucapkan kata dengan pelan-pelan, tidak terburu-buru.

Selain itu, cara lain untuk mengatasi gangguan bicara pada anak adalah dengan meminta anak untuk membaca buku dengan keras. Sayangnya, ini hanya bisa dilakukan ketika anak sudah bisa membaca. Membaca dengan keras seolah menjadi stimulus atau latihan agar anak lancar dalam berbicara.

Jika hal tersebut sudah ibu lakukan namun kelihatannya belum ada perubahan yang positif, sebaiknya ibu bawa si kecil ke terapis. Ahli terapi bisa membantu anak untuk lepas dari gangguan bicara berupa gagap ini.

Cluttering

Mungkin ibu tidak terlalu familiar dengan istilah ini. Yang pasti, ini juga termasuk satu dari sekian banyak gangguan bicara anak.

Sekilas, cluttering ini sama seperti gagap. Ada pengulangan kata yang dilakukan oleh anak yang mengalami gangguan ini. Akan tetapi, cluttering ini beda sekali dengan gagap. Cluttering ini cara bicara yang tidak teratur. Terdengar seperti gagap tapi lebih dari itu. Susunan kata yang diucapkan oleh anak yang mengalami gangguan bicara seperti ini tidak tertata dengan baik. Akibatnya, orang lain harus mencoba memahami apa yang sebenarnya anak tersebut ingin sampaikan.

Gangguan ini hanya bisa dilakukan dengan cara bantuan dari terapis. Sebenarnya, ibu bisa membantu anak terhindar dari cluttering ini. Seperti contoh, ketika anak sedang mengatakan sesuatu dengan satu kalimat yang tidak teratur, ibu bisa meminta anak untuk mengulang. Namun, ibu harus contohkan bagaimana kalimat yang benar. Buat susunan kalimat yang pendek dan sederhana. Lalu, mintalah anak untuk mengulang kembali sama persis seperti apa yang ibu katakan atau contohkan.

Cadel

Hampir semua anak kecil pernah mengalami cedal Karena masih kecil organ tubuh berupa lidah belum bisa berfungsi secara sempurna. Akibatnya, mereka belum bisa mengatakan R. Mereka selalu mengganti kata R dengan L.

Orang-orang tua dahulu sering menyarankan agar anak diberi makanan yang pedas. Katanya, makanan yang pedas bisa mengatasi gangguan bicara anak berupa cedal ini. Benarkah demikian? Banyak sekali yang sudah membuktikan kebenarannya. Namun, untuk mengetahui bukti ilmiahnya, ada baiknya ibu hubungi ahlinya secara langsung di www.friso.co.id. Ada fasilitas konsultasi online gratis yang bisa ibu manfaatkan. Jadi, ibu bisa tanyakan apakah benar memberikan makanan yang pedas membuat anak tidak cedal lagi.

Apraxia

Dari sekian banyak jenis gangguan bicara yang dialami oleh anak kecil, gangguan yang satu ini merupakan gangguan yang paling serius. Ini tidak sekedar gangguan bicara biasa. Anak yang mengalai apraxia memiliki masalah dengan otot serta struktur di mulutnya. Maka dari itu, ia sangat kesulitan ketika mengucapkan kata-kata.

Solusinya adalah membawa ke terapis. Untuk gangguan yang satu ini, harus orang profesional yang memberikan treatment.

Semoga saja anak ibu tidak mengalami gangguan bicara semacam itu. Maka dari itu, ibu perlu memperhatikan asupan gizi setiap hari. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ada gangguan yang ternyata disebabkan oleh kurang optimalkan perkembangan organ tubuh di bagian mulut. Untuk mencegah hal tersebut, tentu nutrisi harian anak harus senantiasa terpenuhi.

Namun, yang tak kalah penting adalah stimulus dari ibu sebagai orang tua. Artinya, selama masa belajar bicara, ibu harus contohkan bagaimana mengucapkan kata dengan baik dan benar. Ibu bisa membenarkan setiap kata yang diucapkan oleh si kecil di mana kata-kata tersebut diucapkan dengan pronunciation yang salah. Setidaknya, ini yang bisa ibu lakukan untuk memastikan gangguan bicara pada anak tidak akan terjadi.

Author

Related

Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Post Reply